Sa’id bin Amir, di Antara Dua Cinta

(wahdaniyah.com) – Sahabat Rasulullah yang satu ini memang tak seterkenal Umar bin Khattab, Abu Bakar Ash-shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Salman Al Farisi, atau Bilal bin Rabah.

cinta Sa'id bin Amir

Sosok yang luar biasa inipun bukanlah termasuk golongan pertama yang masuk Islam. Beliau berislam ketika futuhat Mekkah.

Namun jangan ditanya tentang kesholihan dan kezuhudan beliau. Ketika Umar mencari gubernur untuk Homs, maka setelah mencari kesana kemari, merenung dan berpikir keras, Khalifah Umar pun akhirnya merasa yakin dengan pilihan beliau. Umar memilih Sa’id bin Amir sebagai gubernur Homs.

Jika di zaman sekarang banyak orang rebutan kursi jabatan, namun tidak dengan para sahabat Rasul. Ketika Umar meminta Sa’id menjadi gubernur, awalnya beliau menolak sambil berkata: “janganlah engkau menjerumuskan aku dalam fitnah”.

Ya, bagi para sahabat yang hanya berharap ridho Allah ini, jabatan hanya akan membuat diri merasa lebih dari orang lain, ini akan menyuburkan sifat ujub/sombong.

Dengan tegas Umar bin Khattab berkata: “apakah engkau akan membebaniku dengan jabatan Khalifah sementara tak ada yang membantuku? Engkau biarkan aku menanggung beban berat ini?”

Benarlah adanya, bukan mudah menjadi seorang pemimpin. Pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya telah menanti di pengadilan akhirat. Pemimpin adalah pelayan rakyat. Memastikan setiap kebutuhan individu rakyat terpenuhi dengan layak dan manusiawi adalah tugas seorang pemimpin. Dalam wilayah Daulah yang luas, tentu Umar memerlukan pembantu di tiap daerah untuk memastikan pelayanan tersebut.

Sa’id bin Amir akhirnya menerima permintaan Umar bin Khattab. Berangkatlah beliau bersama istri yang baru dinikahinya dengan membawa perbekalan secukupnya dan uang tunjangan dari Khalifah Umar.

Ya, mereka adalah pengantin baru. Mendapatkan seorang istri yang cantik tentulah sangat membahagiakan hati.

Setelah beberapa lama di Homs, terkumpullah uang yang lumayan banyak untuk dibelikan keperluan rumah tangga. Istri Sa’id telah merancang-rancang daftar belanjaan termasuk untuk keperluan pribadinya sebagai perempuan. Ia pun menyampaikan kepada suaminya.

Lalu apa jawaban Sa’id? “Istriku, maukah engkau kuberi tahu hal yang lebih berguna daripada membelanjakan uang ini? Homs adalah kota dagang, semua orang berdagang ke sini, bagaimana kalau kita serahkan uang kita kepada beberapa orang untuk dia jadikan modal dan mengelolanya sehingga menghasilkan keuntungan untuk kita.”

Awalnya sang istri khawatir jika kerjasama itu mendatangkan kerugian, namun Sa’id berhasil meyakinkan sang istri.

Sa’id pun keluar memberi keperluan rumah tangga yang sangat sederhana. Sisanya, yang tentu saja masih dalam jumlah yang sangat banyak, ia bagi-bagikan kepada fakir dan miskin.

Hari demi hari berlalu, sang istri pun mempertanyakan keuntungan dari permodalan yang mereka usahakan. Sa’id hanya menjawabnya dengan senyuman dan berkata: “jangan khawatir”.

Hingga suatu hari, istri Sa’id bertanya di depan seorang kerabat yang mengetahui hal ihwal harta tersebut. Dan terbongkarlah apa yang selama ini disembunyikan oleh Sa’id.

Istri beliau pun menangis. Ia menyesal karena harta tersebut lenyap tanpa arti dan tidak dibelanjakan untuk keperluan hidup dan dirinya. Bahkan sekarang tak ada lagi yang tersisa.

Sa’id memandangi wajah istrinya yang semakin cantik oleh air mata di wajahnya. Namun, sebelum kecintaan pada istrinya menguasai dirinya, Sa’id mengalihkan mata batinnya ke surga, menengadah mencari ridho Ilahi.

Dalam perjalanan mata batinnya di surga, ia melihat rekan-rekannya yang telah mendahuluinya. Sa’id pun berkata: “Aku mempunyai rekan-rekan yang lebih dulu menemui Allah, dan aku tak ingin ketinggalan dari jalan mereka, walau ditebus dengan dunia dan segala isinya.”

Karena takut cintanya pada sang istri melebihi dari cintanya kepada Allah dan Rasul, Sa’id pun menyampaikan kata-kata yang seakan diperuntukkan untuk dia dan istrinya, “Bukankah engkau tahu bahwa di dalam surga itu banyak terdapat gadis-gadis cantik yang bermata jeli, hingga andai seorang saja di antara mereka menampakkan wajahnya di muka bumi, seluruhnya akan terang benderang, dan tentulah cahaya akan mengalahkan sinar matahari dan bulan. Maka, mengorbankan dirimu demi untuk mendapatkan mereka tentu lebih wajar dan lebih utama daripada mengorbankan mereka demi dirimu,” pungkasnya.

Sa’id mengakhiri ucapannya dengan tenang dan tenteram. Istrinya terdiam dan sadar bahwa tak ada yang lebih utama baginya daripada meniti jalan kebahagiaan untuk akhirat. Akhirnya sang istri meneladani sifat zuhud dan ketakwaan sang suami, Sa’id bin Amir.

Semoga kita semua bisa meneladani Sa’id dalam hal meletakkan kecintaan dan visi hidup. Akhirat adalah tujuan hidup kita, tentulah ridho Allah yang harus kita gapai. Sa’id tak ingin ketinggalan dalam beramal, meskipun start belakangan dibandingkan rekan-rekannya. Kerinduan akan surga yang senantiasa hadir di hati kita, tentulah akan membuat kita tak bisa berdiam diri dari beramal sholeh. Wallahu a’lam.

kendal, 18 Juli 2019

Sumber: Biografi 60 Sahabat Nabi

(ibm/arrahmah.com)

5 Hadis Nabi Muhammad SAW, Makin Semangat dan Sukses dalam Hidup

Berusaha dan berdoa adalah jalan menuju kesuksesan

Kunci keberhasilan adalah dengan meniatkan pekerjaan yang kita lakukan adalah untuk ibadah. Ketika kita melakukan suatu pekerjaan dengan ikhlas untuk kebaikan, tidak hanya membuat hati menjadi tenteram tetapi rezeki pun akan ikut mengalir sehingga menjadikan hidup bahagia karena kita menjalaninya dengan tulus dan semata-mata untuk dijadikan bekal pahala di akhirat kelak.

Beberapa kutipan hadis berikut bisa kita jadikan sebagai pegangan ketika menjalani pekerjaan dan menggapai cita-cita kita, yang dengan izin Allah akan berujung pada kesuksesan dalam hidup dan akhirat kelak.

1. Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikuti

“Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya.” (HR. Tirmidzi)

Indikator kesuksesan seringkali ditandai dengan keberlimpahan harta dan tingginya jabatan. Untuk mendapatkannya, banyak orang bahkan menempuhnya dengan cara yang haram.

Padahal menurut hadis di atas, jika kita meniatkan apa pun yang kita lakukan untuk akhirat, maka tidak perlu mengharapkan apa yang kita inginkan di dunia datang pada kita karena justru dunialah yang akan mendatangi kita.

2. Menjadi orang yang paling bermanfaat

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
(HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni)

Kebahagiaan tak dapat dibeli dengan uang. Kebahagiaan akan datang dengan sendirinya ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Mungkin inilah alasan mengapa manusia terbaik adalah yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

3. Tinggalkan keraguan, ikuti kata hatimu

“Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi dan Nasai)

Tidak hanya dalam hal ibadah, kita bahkan dianjurkan untuk meninggalkan sesuatu yang kita anggap ragu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika hendak mencari pekerjaan atau mendaftar ke universitas, maka harus sesuai dengan minat dan kemampuan yang kita miliki karena dengan hal itu kita akan menjalaninya sepenuh hati.

Maka dari itu, kita pun perlu melakukan istikharah agar Allah SWT menyingkirkan keraguan dan memantapkan hati kita ke tempat yang kita tuju.

4. Jangan sesali apa pun yang sudah terjadi

“Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan : ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan : ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu setan.” (HR Muslim)

Penyesalan selalu datang terlambat. Dalam hal ini, Islam sudah mengatur tentang bagaimana cara menyikapinya. Kita dilarang menyesali apa pun yang telah terjadi apalagi memikirkan kejadian di masa lalu dan berharap untuk mengulangnya kembali.

Oleh karena itu, tetap semangat dan selalu berpikiran positif! Percayalah, rencana Allah pasti lebih indah dari rencana kita.

5. Pada akhirnya, hasil akhirlah yang menentukan segalanya

“Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung hasil akhirnya.” (HR. Bukhari)

Seperti halnya amal ibadah di mana kita akan dinilai baik buruknya ketika mati. Dalam hidup, orang pada umumnya baru akan melihat kita ketika sudah sukses. Untuk itu, berusahalah dengan sungguh-sungguh karena usaha tak akan mengkhianati hasil.

Jika pada akhirnya kita menyerah, maka apa yang kita lakukan sebelumnya akan sia-sia, bukan?

Inilah sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW yang bisa kita jadikan motivasi untuk terus berjuang di tengah kerasnya kehidupan. Semoga Allah selalu membuka pintu rezeki dan kesuksesan bagi kita sehingga kita tidak hanya hidup bahagia di dunia, melainkan juga di akhirat.

Apa Yang Terjadi, Jika Isa Al-Masih Tidak Dibangkitkan?

Seorang teman Muslim bertanya kepada saya, “apa yang membedakan Isa Al-Masih dengan pemimpin agama lain?” “Kebangkitan-Nya!” Saya menjawab singkat.

Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian adalah salah satu uniknya di antara para nabi lain yang dipercaya religius. Karena tidak ada nabi lain, kecuali Isa Al-Masih, yang pernah bangkit dari kematian. Bagaimana jika Yesus Kristus tidak dibangkitkan? Apa yang akan terjadi pada para pengikutnya?

 

Bagaimana Jika Isa Al-Masih Tidak Bangkit?
Kitab Allah menjelaskan, “Dan jika Kristus [Isa Al-Masih] tidak dibangkitkan, maka sia-sialah imanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Sama seperti orang-orang yang mati dalam Kristus [Isa Al-Masih]” (Injil, Surat 2 Korintus 15:17-18).

Iman umat Nasrani ditentukan oleh kebangkitan Yesus Kristus. Sehingga, jika Isa Al-Masih tidak pernah bangkit atau hidup kembali setelah kematiannya, maka sia-sialah semua kepercayaan dan pengharapan mereka.

Selain itu, kitab Allah dianggap bohong belaka karena memuat banyak ramalan tentang kebangkitan Yesus dari kematian.

Injil dan Al-Quran: Isa Bangkit dan Hidup Kembali!

Fakta tentang kebangkitan Yesus juga dapat kita baca dalam Kitab Suci dua agama terbesar di dunia, Injil dan Al-Quran.

“Jangan takut, karena aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan, dia tidak ada di sini karena dia telah bangkit, seperti yang dikatakannya” (Injil, Rasul Besar Matius 28:5-6).

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari kematian saya dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan” (Qs 19:33).

Kepentingan Kebangkitan Isa Bagi Muslim dan Seluruh Manusia
Lantas, apakah kebangkitan Isa hanya menyangkut pengikut-Nya saja? Jelas tidak. Kebangkitan Isa sangat penting bagi seluruh umat manusia. Tanpa terkecuali!

Isa telah mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa manusia, serta memikulnya di kayu salib. Dengan kematian-Nya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk kembali pada kemuliaan Allah. Pengorbanan Yesus, bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa.

Kemenangan Isa dalam mengalahkan kematian, dimana Dia telah bangkit dari kematian-Nya, merupakan hal terpenting yang harusdipahami karena Dia adalah kebangkitan dan hidup.

Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; Siapa pun percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan semua orang yang hidup dan percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25-26).

Kebangkitan Yesus Kristus Memberi Hidup Kekal
Isa Al-Masih satu-satunya Pemimpin agama yang memiliki kebangkitan setelah kematian-Nya. Bukan itu saja, Ia bahkan naik kembali ke surga, ke tempat darimana Ia berasal.

Cobalah mempertimbangkan untuk mengenal Ia lebih dekat? Karena kebangkitan Isa Al-Masih memastikan bahwa suatu hari nanti, ketika raga Anda meninggal di dunia ini, Anda akan “dibangkitkan” dalam kekekalan.

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Kami berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menjawab salah satu pertanyaan berikut:

Bagaimana seharusnya sikap umat beragama terhadap Isa Al-Masih?
Menurut saudara, selain Isa Al-Masih, mengapa tidak ada nabi-nabi lain yang bangkit dan hidup kembali setelah wafat?
Menurut saudara, mengapa Isa berkuasa memberi kebangkitan dan hidup kekal bagi seseorang?
Komentar yang tidak terkait dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Berikut ini link yang terkait dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link berikut:

Mengapa Isa Dinaikkan ke Sorga, Tapi Muhammad Dimakamkan?
Untuk membantu pembaca, Bila bersedia, silakan mengikuti facebook kami, “Kuasa Allah.”

Disinilah Letak Tembok Zulkarnain – Ya’juj Ma’juj dan Kondisinya Sekarang

Salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat adalah dengan hancurnya tembok Zulkarnain Ya’juj Ma’juj. Hal ini disebutkan baik dalam Al-Qur’an maupun Sabda Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salam.

Namun keberadan atau letak dari tembok ini tampaknya masih menjadi misteri bagi banyak orang. Meski di tengah kemajuan teknologi pemetaan saat ini, yaitu dengan menggunakan satelit, tetap belum ditemukan dengan begitu jelas dimanakah letak tembok yang terbuat dari campuran besi dan tembaga itu yang tingginya mencapai ketinggian bukit.

Sebab itu, munculah berbagai pendapat bahkan spekulasi tentang letak Tembok dan Ya’juj Ma’juj. Ada sebagian yang mempercayai bahwa saat ini tembok itu ghaib dan Ya’juj Ma’juj sendiri bukan makhluk seperti manusia pada umumnya.

Jika kita mencoba membaca dan memahami ayat Al-Quran yang berkisah tentang Ya’juj Ma’juj dan Zulkaranain, maka kita nampaknya perlu mempertimbangkan salah satu pendapat yang menyatakan bahwa tembok ini letaknya berada diantara pegunungan kaukaus dan saat ini tembok itu telah hancur.

Kita bisa membaca bagaimana kisah perjalanan Zulkarnain dalam Surat Alkahfi mulai ayat 83. Dari Ayat tersebut digambarkan bahwa Zulkarnain menempuh perjalanan hingga mencapai tempat terbenam matahari di sebuah lautan yang berlumpur hitam, kemudian melanjutkan perjalanan hingga sampai tempat terbenam matahari.

Dengan melihat hal ini, maka posisi yang sesuai adalah daerah Kaukasus yang terletak antara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Apalagi jika kita mencoba memahami berbagai kisah orang-orang dahulu yang diceritakan dalam Al-Qur’an daerah yang dikisahkan tidak jauh-jauh dari wilayah Arab.

Misalnya saja Ashabul kahfi berada di daerah Yordania, Ratu Bilqis dari Yaman, Kaum A’ad dan Tsamud juga di sekitar Arab. Maka hal ini memperkuat pendapat bahwa Tembok Zulkarnain ini letaknya berada di pegunungan Kaukasus.

Namun jika kita telusuri pegunungan ini, kini tidak ada lagi tembok besi itu. Sehingga munculah pendapat yang mengatakan bahwa Tembok ini telah hancur lebur.

Lalu, jika tembok telah hancur, terus dimanakah Ya’juj dan Ma’juj? Hal ini dijelaskan dalam video berikut ini.

Kisah Masuk Islam: Al-Quran Menjawab Semua Keraguannya

Ini adalah kisah perjalanan hidup Dr Jeremiah D. McAuliffe, Jr, Ph.D menjadi seorang muslim.
salam, 
Nah, di sini adalah cerita saya 
Bism Allah, Al-Rahman, Al-Rahim ….. 

Latar Belakang Hidup

Aku dibesarkan Katolik dan pergi ke sekolah dasar Katolik dan SMA – di sekolah dasar AS kira-kira usia 5-14 berlangsung 8 tahun dan sekolah tinggi kira-kira usia 14-18 yang berlangsung 4 tahun. Banyak siswa kemudian menjalani kuliah selama 4 tahun. Saya sendiri dari etnis Irlandia-Amerika  dan dari latar belakang ekonomi kelas menengah ke atas.
Saya selalu tertarik dengan agama, serta hal-hal seperti psikologi, dan membaca agak luas dalam mata pelajaran itu bahkan di akhir sekolah dasar. Saya sering berdoa rosario dan meminta iman, karena para biarawati Katolik mengatakan kita harus berdoa untuk: keimanan. 
Pada saat yang sama, seperti yang saya alami, saya hidup agak liar: seluruh adegan  “seks, narkoba, rock ‘n roll” gaya Amerika, seperti kata pepatah. Apa yang bisa saya katakan? Saya suka pesta! Tidak ada yang terlalu keterlaluan untuk anak Amerika muda, begitu juga dengan sifat liar. 
Lagi pula, di perguruan tinggi saya belajar filsafat dan fokus pada bidang-bidang seperti filsafat agama dan eksistensialisme. Saya juga belajar banyak hal dalam kekristenan serta Buddhisme dan agama-agama lain, dan psikologi. (Latar belakang saya di bidang psikologi adalah cukup kuat) 
Saya sangat berhadrap menjadi imam atau biarawan. Saya akan mengunjungi biara tertentu sekali-sekali dan telah dua kali memulai prosedur masuk ke seminari untuk imamat. (Memang saya dalam proses ini ketika saya menerima Islam. Bukankah itu ironis?) 
Jadi, setelah kuliah saya tidak yakin apa yang harus dilakukan: melanjutkan sekolah, tapi tidak yakin apakah aku ingin filsafat, teologi atau psikologi. Saya akhirnya pergi ke Duquesne University di Pittsburgh, Pennsylvania yang ada di Mideastern Amerika Serikat. Sangat cantik pemandangannya – bukit, sungai dan hutan. Saya belajar apa yang disebut formatif Spiritualitas – yang dapat Anda baca di situs web saya. Pada dasarnya, ia mencoba untuk melihat spiritualitas manusia sebagai fungsi alami manusia – sebelum diskusi teologis atau keagamaan khusus itu. Saya memiliki gelar Master of Arts (MA) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam subjek ini. Ini adalah di antara gelar akademik tertinggi dalam sistem pendidikan AS. (Di perguruan tinggi Anda mendapatkan gelar Bachelor – B.A.)
Jadi, itu adalah latar belakang saya. 

Caranya Menjalani Keimananku

Saat kecil saya anak yang relijius dan membaca Alkitab, dimana orang Katolik tidak benar-benar melakukan hal itu – biasanya mereka bergantung pada imam untuk interpretasi dan pemahaman. Di perguruan tinggi saya berlatih yoga dan meditasi gaya Budha / Hindu  selama sekitar dua atau tiga tahun. Menjelang akhir tahun pertama saya di perguruan tinggi saya sadar dan bersumpah secara pribadi untuk “pergi ke semua jalan” ritual agama. Untuk mencapai pencerahan. Untuk menemukan Tuhan. Aku berjanji pada diriku tidak akan berhenti. 

Saya tidak menjalankan Katolik pada waktu itu, tetapi kemudian memperbaharui praktek keimanan saya itu. 
Namun, saat aku mempelajari berbagai teologi, tradisi, dan studi agama umum lainnya Aku mulai memiliki masalah besar, masalah besar dengan pemikiran Kristen. Sebagai contoh, tampaknya jelas bagi saya bahwa Nabi Isa (Tuhan mencintainya!), Sebagai seorang Yahudi yang baik, tidak akan pernah mengklaim keilahian untuk dirinya sendiri. Aku menyimpulkan dia tidak mengklaim sebagai Allah dan bahwa kisah Injil yang terkandung jauh lebih teologis dari sejarah biografi. Tapi saya percaya bahwa melalui Yesus, hidup dan kepribadian Tuhan memang mengungkapkan kehendak-Nya …… dan bahwa Yesus adalah Kristus. (Sebagai Muslim, saya masih percaya itu, tentu saja.) 
Tapi ini bermasalah. Aku tidak benar-benar cocok di mana saja! Dan sebenarnya, itu kasar untuk mengetahui apa yang harus aku percayai, atau bahkan jika semua itu benar. Saya telah banyak, berjuang bertahun-tahun hanya untuk iman yang ‘telanjang’ kepada Allah. Setahun berdoa di malam hari:….. “Jika Engkau berada di sana memberikannya kepada saya Kau bilang mintalah dan Engkau akan menerima Yah, aku meminta Kau bilang mengetuk dan pintu akan dibuka Yah, aku mengetuk Engkau berjanji membimbing kepada mereka yang memintanya. Aku bertanya untuk itu. “
Dan kemudian saya berdoa seperti ini: ” Aku mengirimkan doa ini kepada Satu Tuhan, Allah Abraham , Ishak , Yakub , Yusuf , Musa dan Yesus Jika Engkau ada bimbing saya , saya milikmu … Salam . ” Dan hal-hal seperti itu. Saya secara khusus menggunakan jenis frase penamaan orang-orang ini untuk jangka waktu yang baik .
Selama ini saya secara sadar memilih iman kepada Tuhan. Ini adalah iman telanjang murni – tidak benar-benar memiliki alasan untuk percaya , tetapi memilih untuk tetap melakukannya . Aku melakukan ini karena orang-orang kudus dalam tradisi Katolik mengatakan untuk melakukannya. Mereka akan mengatakan bahwa sering Tuhan tampaknya jauh atau tidak ada – sehingga jagalah iman! Percayalah Tuhan meskipun Anda tidak melihat-Nya sama sekali. Jadi, itulah yang saya lakukan.
Aku ingat satu waktu dengan kejelasan tertentu. Aku berdiri di lorong antara ruang tamu dan kamar tidur – itu semua benar-benar memukul saya: saya tidak punya alasan untuk percaya pada Tuhan. Tidak ada sama sekali. Tapi aku ingat semua saya telah membaca dan berkata kepada diri sendiri : ” Saya berkata ‘ya’ kepada Tuhan meskipun sebenarnya saya tidak punya alasan untuk percaya pada Tuhan saya memilih untuk mengatakan ‘ya’ dan memiliki iman bahwa itu semua benar. “
Aku tidak benar-benar menjalankan Katolik. ( Terakhir kali saya mulai aplikasi ke seminari itu karena saya berpikir di mana lagi aku bisa pergi? Meski tidak cocok, tapi itu akan menjadi yang paling cocok. )

Awal menuju kebenaran

Ketika tiba saatnya untuk menulis disertasi saya untuk Ph.D. Aku harus menyertakan bagian tentang tradisi agama yang bukan agama saya – yaitu sesuatu selain Kristen. Saya memilih Islam. Percaya atau tidak, itu adalah salah satu tradisi keagamaan yang sama sekali tidak saya ketahui! Ini menurut saya agak aneh. Tapi aku melihat, aku memang memiliki prasangka terhadap hal itu. Aku merasa agak jijik dengan hal itu, sebenarnya. ( Peralatan tersisa dari Perang Salib hanya ” masuk ke ” Euro -Amerika , saya pikir.) Dan ditambah itu tidak mungkin benar-bagaimana mungkin ada wahyu setelah ” The Jesus Event”? Itu ada karena orang lain yang merasa ” diilhami oleh Allah ” dan benar-benar dilakukan orang-orang disekitarnya. Bukan masalah besar.

Saya mengalami kesulitan untuk menemukan buku-buku tentang Islam yang layak. Saya harus mendapatkan sebagian dengan mail-order. Ada Islamic Center di sini jadi saya mulai pergi ke sana dan belajar beberapa hal. ( Saya akhirnya belajar apa yang terjadi pada Cat Stevens! Saya punya banyak rekaman, tapi tidak pernah tahu mengapa ia menghilang dari tempat kejadian.) – tentang cat steven menjadi muslim baca di sini
Orang-orang di Islamic Center sangat bagus. Tidak benar-benar sepert apa yang saya sangka. Tidak ada yang menempatkan tekanan sedikit pun pada saya untuk masuk islam. Itu tidak seperti berada di sekitar dilahirkan kembali atau evangelis Kristen,  seperti apa yang saya setengah harapkan. Maksudku, tidak semua Muslim seharusnya sedikit di sisi gila – fanatik? Yah, mereka tidak seperti itu sama sekali. Mereka hanya menyajikan informasi dan menjawab pertanyaan saya. Tidak ada yang menelepon saya atau mengganggu saya atau sesuatu seperti itu. Itu agak menyegarkan, saya harus katakan.
Saya ulangi: tidak ada tekanan bahkan yang menyerupai hal seperti itu untuk menjadi muslim. Hanya keterbukaan hangat dan keramahan yang tidak sering ditemui di Amerika. Satu orang memang berusaha untuk mengajak saya untuk mengucapkan kata-kata, tetapi orang lain melompat pada dirinya dengan segera dan menyuruhnya diam. ( Dan tentu saja , saya tidak akan pernah membuat pernyataan ritual seperti itu kecuali saya pikir itu benar.)

Hal ini berlangsung selama beberapa tahun. Saya membaca banyak hal Tentang Islam, tetapi tidak membaca Al-Qur’an. Perlahan-lahan, prasangka dan tolakan memudar saat aku belajar kisah nyata tentang Muhammad ( Allah mencintainya ! ), Serta sejarah Muslim, kepercayaan dan teologi.
Lalu saya berhenti selama beberapa tahun karena  tidak akan menyelesaikan disertasi saya . ( Hal itu dilanjutkan setelah saya menerima Islam . )
Beberapa tahun berlalu. Saya membaca hal-hal tentang Islam di sana-sini .

alqur'an menjawab keraguanku

Menemukan Kebanaran Hakiki

Atas perintah dari seorang teman baik ( non-Muslim ) saya membaca ” The Autobiography of Malcolm X. ” Setelah membaca ini saya memiliki keinginan yang sangat kuat untuk pergi dan mendapatkan dan membaca Al-Qur’an yang sebenarnya. Aku menelepon untuk beberapa toko buku sekitar dan berlari keluar dan mendapat terjemahan oleh Dawood (terjemahan nomor satu yang benar ) .

Aku tidak akan pernah melupakan hari itu. Tidak akan pernah. Aku masih bisa melihat hal itu terjadi. Sedikit yang saya tahu apa yang aku lakukan – bahwa hidup saya dan jumlah pandangan dunia akan berubah – bahwa aku sendiri akan berubah.
Saya membaca semuanya sampai selesai sekaligus. Saya tidak berpikir saya bahkan berubah posisi.
Kebenaran dari awal itu menyambar saya. Awal – yang disebut Al – Fatihah – adalah doa. Aku langsung menyukainya sebagai doa. Saat itu, pada dasarnya, adalah yang telah saya lakukan dalam doa saya : Engkau adalah Tuhan Pencipta. Bimbing saya, buat saya menjadi salah satu dari mereka yang Engkau cintai. Saya pasti tidak bisa berdebat dengan orang- sentimen!
Kemudian, pada awal bab kedua, itu memberikan gambaran  kepada siapa buku ini ditujukan : orang-orang yang percaya pada Tuhan, mendirikan shalat, memberikan amal, percaya utusan yang dikirim ke kita, dan bahwa kita akan kembali kepada Allah – – baik , itu adalah aku – dan bahwa buku ini tidak perlu diragukan – bahwa itu benar-benar dan sungguh-sungguh dari Allah kepada orang-orang ini – seperti saya – tepat untuk membimbing mereka – seperti apa yang saya inginkan selama bertahun-tahun.
Dengan segera, buku itu (AlQur’an) berbicara langsung kepada saya sebagai individu .
Langsung darinya, itu bukan hanya sekedar teks kuno berusia 1.400 tahun.
Itu benar-benar menyambar saya dan tidak, tidak akan, mari pergi.
Ketika saya membaca, pikiran mulai terbentuk dan kemudian mulai melewati kepala saya berulang-ulang: “Ya Tuhan ini adalah dari Allah!” Rasanya seperti sedang membanting di kepala dengan batu bata atau papan keras dari kayu. Aku tertegun. Itu nyata. Bukan “tulisan terinspirasi” dari Alkitab. Itu wahyu langsung — itu benar-benar adalah Firman Tuhan. Secara harfiah. Oh my God! Ini benar-benar dari Allah! 
Nah, tentu saja, aku terpana. Aku tahu ada sesuatu yang sangat luar biasa di sini. Cukup menakjubkan. Sesuatu sedang terjadi. 
Bayangkan betapa aneh itu seperti benar-benar melihat UFO. Bagaimana tidak biasa dan fantastis sesuatu seperti itu. Atau bagaimana jika seseorang hanya mulai untuk benar-benar melayang dan terbang di sekitar tepat di depan Anda? Atau bagaimana jika Anda benar-benar benar-benar melihat keajaiban? Pandangan Anda tentang dunia tentu akan berubah setelah mengalami pengalaman luar biasa. 
Apa yang terjadi padaku saat aku membaca Al-Qur’an adalah lebih dari itu. 
Jauh melampaui itu.
Begitu banyak apa yang saya baca dalam Al Qur’an adalah hal yang saya sudah terpikir karena studi akademis saya dalam agama. Al-Qur’an tidak hanya menegaskan hal yang telah aku pikirkan, tetapi menyelesaikan pikiran dan ide saya yang samar-samar – seperti halnya ” setengah – pemikiran ” saya jika itu masuk akal – dan kemudian juga membuka kepada saya alam semesta baru seluruh makna dan kemungkinan. Tiba-tiba, seolah-olah aku berdiri di vista baru – seperti dataran terbuka sebuah dunia baru membentang di depanku. Cukup menakjubkan dan menakjubkan .
Tidak ada yang membuat saya terdiam sejenak – Aku terus berkata ” ya” untuk semua yang saya baca. Satu hal yang menarik saya dengan pendek dan itu adalah bahwa Yesus tidak mati di kayu salib. Tapi saat itu, bukti itu begitu kuat di hati saya, jiwa saya dan pikiran saya bahwa buku ini memang persis apa yang diklaim bahwa saya tidak kesulitan menerima ini sebagai kebenaran dari Allah sendiri .
Dan semua ini tidak berlebihan sedikit pun. Saya tidak melebih-lebihkan atau menghiasi cerita saya untuk membuatnya lebih menarik, atau terdengar saleh, atau dramatis, atau apa pun . Saya mengatakan yang sebenarnya.
( Aku sangat terkesan oleh bagaimana kontemporernya Alquran – . ! Ingat latar belakang akademis saya Segala sesuatu tentang hal itu hanya benar-benar brilian, saya tidak tahu mengapa Muslim begitu takut kritik filsafat kontemporer, psikologi , atau tekstual yang Ada. tidak perlu takut. Alquran sangat “kekinian ” bahkan Sebenarnya , itu sangat ” masa depan ” ).

Akhirnya Bersyahadat

Dua minggu kemudian saya menyatakan di depan umum bahwa Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah .

Saya selalu bisa mengatakan bagian pertama itu. Perhatikan dua minggu menunggu . Aku gugup – dimana aku benar-benar akan terlibat dengan orang-orang ini ? Ini bukan latar belakang budaya saya , untuk sedikitnya . Amerika putih tidak menjadi Muslim, bukan begitu? Aku ingat berdiri di masjid selama periode ini menonton mereka melakukan salat. Memang, ada kamera berita syuting untuk sebuah cerita yang kemudian ditampilkan pada berita lokal. Ini menunjukkan semua orang sedang salat, kecuali untuk yang satu orang yang berdiri di belakang – dengan kemeja merah terang tidak kurang . 
Saya berpikir : ” Kepada siapa aku bercanda? Aku benar-benar berpikir bahwa Muhammad adalah utusan Allah? . ” Jadi , begitulah. Saya akan jujur ​​dengan diriku sendiri jika saya tidak menyatakan apa yang sekarang saya pikir untuk menjadi kenyataan , dan dengan demikian saya memasuki umat Muslim.
Saat itu bulan Ramadhan / April 1992 . Pertama kalinya saya bertemu seorang Muslim berada di Turki selama bulan Ramadhan ketika aku berusia sekitar 20 tahun . ( Saya hampir 40 sekarang . )
Jadi , bertahun-tahun doa untuk bimbingan itu telah terjawab. Untuk menjadi nyata. Bahkan saat ini , 5-6 tahun setelah peristiwa ini saya masih kagum dengan itu semua – tidak hanya bahwa saya Muslim (yang tidak pernah terpikir sebelumnya ) – Tapi semua doa-doa itu benar-benar dijawab dengan cara pertemuan saya dengan Al-Qur’an dalam terang sunnah Muhammad .
Islam adalah benar-benar yang terbaik – dan saya mengatakan ini berasal dari latar belakang pendidikan formal dalam isu-isu agama. Saya jarang kehilangan kata-kata, tapi ketika saya datang untuk menggambarkan bagaimana saya merasa dan berpikir tentang Islam, Al-Qur’an dan sunnah  Rasul Allah kami tercinta, semoga Allah mencintainya dengan sangat. Hal ini cukup mengejutkan. Indah seperti sebuah karya seni. Dinamis dan bersemangat . Brilliant dalam bagaimana semuanya dilipat . Kedewasaan – tidak ada sihir , tidak ada takhayul . Excellent! Apa yang dapat dikatakan tetapi alhamduli ‘ Llah – Kemuliaan bagi Allah yang tertinggi? Tidak ada! Tidak ada lagi yang bisa dikatakan ! Alhamduli ‘ Llah !
Yeremia D. McAuliffe , Jr , Ph.D.
Sya’ban 1418 H / Desember 1997 M

Alunan Hijrah Cat Stevens Menjadi Yusuf Islam

Semua yang harus saya katakan adalah semua apa yang Anda sudah tahu, untuk mengkonfirmasi apa yang sudah Anda ketahui, pesan Nabi (Sallallahu alaihi wa sallam) seperti yang diberikan oleh Allah – yaitu agama yang benar.

Musisi Inggris Mencari Kebenaran Hidup

Sebagai manusia kita diberi kesadaran dan kewajiban yang telah menempatkan kita di bagian atas penciptaan. Manusia diciptakan untuk menjadi wakil Tuhan di bumi, dan itu penting untuk menyadari kewajiban kita untuk membebaskan diri dari semua ilusi dan membuat hidup kita saaat ini sebagai persiapan untuk kehidupan berikutnya.

Siapa saja yang merindukan kesempatan ini tidak mungkin diberikan lagi, untuk dibawa kembali lagi dan lagi, karena dikatakan di Qur’an bahwa ketika manusia dihisab, ia akan berkata, “Ya Tuhan, kembalikanlah kami dan berikan kami kesempatan lain. “Tuhan akan berkata, “Jika Aku mengirimkan kembali kamu akan melakukan hal yang sama.”

Awal pendidikan agama

Saya dibesarkan di dunia modern dengan semua kemewahan dan kehidupan yang berkelas tinggi dari bisnis pertunjukan. Saya lahir dari keluarga Kristen, tetapi kita tahu bahwa setiap anak dilahirkan di alam aslinya – hanya orang tuanya yang mengubah dia untuk ini atau agama itu.

Aku diberi agama ini (Kristen) dan berpikir dengan cara ini. Saya diajarkan bahwa Tuhan itu ada, tapi tidak ada kontak langsung dengan Tuhan, jadi kami harus melakukan kontak dengan-Nya melalui Yesus – dia sebenarnya pintu kepada Allah. Ini lebih atau kurang diterima oleh saya, tapi saya tidak menelan semuanya.

Saya melihat beberapa patung Yesus; mereka hanya batu tanpa kehidupan. Dan ketika mereka mengatakan bahwa Allah adalah tiga, saya bingung bahkan lebih tetapi tidak bisa membantah. Saya lebih atau kurang percaya, karena saya harus menghormati keyakinan orang tua saya.

kisah mualaf - musisi dunia cat steven - yusuf islam
Cat stevent menjadi Yusuf Islam

Bintang POP

Perlahan-lahan saya menjadi terasing dari pendidikan agama ini. Saya mulai membuat musik. Saya ingin menjadi bintang besar. Semua hal-hal yang saya lihat di film dan media menjadi pegangan saya, dan mungkin saya pikir ini adalah Tuhan, tujuan untuk membuat uang. Saya punya paman yang punya mobil yang indah . ” Yah , ” kataku , ” ia telah membuat. Dia memiliki banyak uang. ” Orang-orang di sekitar saya mempengaruhi saya berpikir bahwa ini adalah itu; dunia ini adalah Tuhan mereka.
Maka saya memutuskan bahwa ini adalah kehidupan bagi saya; untuk membuat banyak uang, memiliki ‘ hidup yang hebat. ‘ Sekarang saya adalah bintang pop. Saya mulai membuat lagu, tapi dalam hati aku punya perasaan kemanusiaan, perasaan bahwa jika aku menjadi kaya aku akan membantu orang yang membutuhkan. ( Dikatakan dalam Al-Qur’an, kita membuat janji, tapi ketika kita membuat sesuatu, kita ingin terus ke atasnya dan menjadi serakah.)
Jadi apa yang terjadi adalah bahwa saya menjadi sangat terkenal. Saya masih remaja, nama dan foto saya dimuat di semua media. Mereka membuat saya lebih besar dari pada kehidupan, jadi saya ingin hidup lebih besar dari kehidupan dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah untuk menjadi mabuk ( dengan minuman keras dan obat-obatan ).

DI RUMAH SAKIT

Setelah setahun sukses finansial dan hidup ‘ tinggi ‘, saya menjadi sangat sakit, Saya terserang penyakit TBC dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itulah saya mulai berpikir: Apa yang terjadi padaku? Apakah saya hanyalah tubuh, dan tujuan saya dalam hidup adalah hanya untuk memuaskan tubuh ini? Saya menyadari sekarang bahwa bencana ini adalah berkat yang diberikan kepada saya oleh Allah, kesempatan untuk membuka mata saya – ” Mengapa aku di sini Mengapa aku di tempat tidur ? ” – Dan saya mulai mencari beberapa jawaban.

Pada waktu itu ada minat yang besar dalam mistisisme Timur. Aku mulai membaca, dan hal pertama yang saya mulai sadari adalah kematian, dan bahwa jiwa bergerak; itu tidak berhenti. Aku merasa aku mengambil jalan menuju kebahagiaan dan prestasi yang tinggi. Aku mulai bermeditasi dan bahkan menjadi seorang vegetarian. Sekarang saya percaya pada ‘ perdamaian dan kekuatan bunga , ‘ dan ini adalah kecenderungan umum . Tapi apa yang saya lakukan percaya pada khususnya adalah bahwa saya tidak hanya tubuh. Kesadaran ini datang kepada saya di rumah sakit .

Suatu hari ketika aku sedang berjalan dan aku terjebak dalam hujan, aku mulai berlari ke tempat berteduh dan kemudian aku sadar, ‘ Tunggu sebentar, tubuhku basah, tubuhku mengatakan kepadaku, Aku basah. ‘ Hal ini membuatku berpikir tentang pepatah bahwa tubuh adalah seperti keledai, dan itu harus dilatih di mana ia harus pergi. Jika tidak, keledai akan mengarahkan Anda ke mana ia ingin pergi .

Lalu aku sadar bahwa aku punya kemauan, hadiah yang diberikan Allah: mengikuti kehendak Allah. Aku terpesona dengan istilah baru yang saya pelajari dalam agama Timur. Saat ini aku sudah muak dengan agama Kristen. Aku mulai membuat musik lagi dan kali ini aku mulai mencerminkan pikiranku sendiri . Aku ingat lirik dari salah satu laguku. Bunyinya seperti ini : “Kalau saja aku tahu, aku berharap aku tahu Siapa yang membuat surga, Siapa yang membuat neraka Apakah aku mengenal Anda di tempat tidur atau beberapa sel berdebu sementara yang lain mencapai hotel besar? ” dan aku tahu aku berada di Jalan.

Aku juga menulis lagu lain, “Cara untuk Menemukan Tuhan.” Aku menjadi lebih terkenal di dunia musik. Aku benar-benar memiliki waktu yang sulit karena aku menjadi kaya dan terkenal, dan pada saat yang sama, Aku sungguh-sungguh mencari Kebenaran. Kemudian aku datang ke tahap di mana aku memutuskan bahwa Buddhisme adalah baik dan mulia, tapi aku tidak siap untuk meninggalkan dunia. Aku terlalu terikat kepada dunia dan tidak siap untuk menjadi seorang biarawan dan untuk mengisolasi diri dari masyarakat.

Aku mencoba Zen dan Ching, numerologi, kartu tarot dan astrologi. Aku mencoba untuk melihat kembali ke dalam Alkitab dan tidak bisa menemukan apa-apa. Pada saat ini aku tidak tahu apa-apa tentang Islam, dan kemudian, apa yang aku anggap sebagai sebuah keajaiban terjadi. Adikku telah mengunjungi masjid di Yerusalem dan sangat terkesan bahwa sementara di satu sisi itu berdenyut dengan kehidupan (tidak seperti gereja dan sinagog yang kosong), di sisi lain, suasana damai dan ketenangan muncul.

Al-Qur’an

Ketika ia datang ke London ia membawa kembali terjemahan Al-Qur’an, yang dia berikan kepadaku. Dia tidak menjadi seorang Muslim, tetapi ia merasakan sesuatu di agama ini, dan berpikir aku mungkin menemukan sesuatu di dalamnya juga.

Dan ketika aku menerima buku itu, pedoman yang akan menjelaskan segalanya bagiku – siapa aku; apa tujuan hidup; apa realitas dan apa yang akan menjadi kenyataan; dan dari mana aku berasal- aku menyadari bahwa ini adalah agama yang benar; agama tidak dalam arti Barat memahami itu, bukan tipe hanya usia tua Anda. Di Barat, siapa pun yang ingin memeluk agama dan membuatnya hanya cara hidupnya dianggap fanatik. Aku tidak fanatik, aku pada awalnya bingung antara tubuh dan jiwa. Kemudian aku menyadari bahwa tubuh dan jiwa tidak terpisah dan Anda tidak perlu pergi ke gunung untuk menjadi religius. Kita harus mengikuti kehendak Allah. Lalu kita bisa naik lebih tinggi dari malaikat. Hal pertama yang ingin aku lakukan sekarang adalah untuk menjadi seorang Muslim.

Saya menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, tidak ada yang menyalip Nya. Dia menciptakan segala sesuatu. Pada titik ini saya mulai kehilangan kebanggaan dalam diri saya, karena  saya pikir alasan saya di sini adalah karena kebesaran saya sendiri. Tapi aku sadar bahwa aku tidak menciptakan diriku , dan seluruh tujuan saya berada di sini adalah untuk tunduk kepada ajaran yang telah disempurnakan oleh agama kita kenal sebagai Al-Islam. Pada titik ini saya mulai menemukan iman saya. Aku merasa aku adalah seorang Muslim. 
Setelah membaca Al-Qur’an, sekarang saya menyadari bahwa semua nabi yang diutus Allah membawa pesan yang sama. Lalu mengapa orang-orang Yahudi dan Kristen berbeda? Saya tahu sekarang bagaimana orang-orang Yahudi tidak menerima Yesus sebagai Mesias dan bahwa mereka telah merubah Firman-Nya . Bahkan orang Kristen salah mengerti Firman Tuhan dan menyebut Yesus sebagai anak Tuhan. Semuanya membuat begitu banyak rasa. Ini adalah keindahan Al-Qur’an; meminta Anda untuk bercermin dan berpikir, dan tidak menyembah matahari atau bulan tapi menyembah satu-satunya yang telah menciptakan segala sesuatu. Al-Qur’an meminta manusia untuk merenungkan matahari dan bulan dan ciptaan Tuhan secara umum. Apakah Anda menyadari betapa berbedanya matahari dari bulan? Mereka berada di jarak yang bervariasi dari bumi, namun muncul dengan ukuran yang sama kepada kami; pada waktu satu tampaknya tumpang tindih yang lain. 
 

Bahkan ketika banyak astronot pergi ke ruang angkasa, mereka melihat ukuran yang tidak signifikan dari bumi dan luasnya ruang. Mereka menjadi sangat religius, karena mereka telah melihat ayat-ayat Allah.

Ketika saya membaca Al-Qur’an lebih lanjut, berbicara tentang shalat, kebaikan dan amal. Saya bukan Muslim, tapi merasa bahwa satu-satunya jawaban bagi saya adalah Alquran, dan Allah telah mengutus kepada saya, dan saya merahasiakannya. Namun Al-Qur’an juga berbicara pada tingkat yang berbeda. Saya mulai memahami pada tingkat lain, di mana Al-Qur’an mengatakan,

“Mereka yang percaya, tidak mengambil orang-orang kafir sebagai teman-teman dan orang-orang mukmin adalah bersaudara.”

Jadi saat ini saya ingin bertemu saudara-saudara Muslim saya.

 

Masuk Islam

Kemudian saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem ( seperti saudara saya telah lakukan ). Di Yerusalem, saya pergi ke masjid dan duduk. Seorang pria bertanya apa yang saya inginkan. Aku bilang aku adalah seorang Muslim . Dia bertanya Siapa nama saya. Saya katakan padanya, ” Stevens . ” Dia bingung. Saya kemudian bergabung dalam shalat, meskipun tidak begitu berhasil. Kembali di London, saya bertemu dengan seorang adik bernama Nafisa. Aku bilang aku ingin memeluk Islam dan dia mengarahkan saya ke Masjid Regent Baru. Ini adalah tahun 1977, sekitar satu setengah tahun setelah saya menerima Al-Qur’an. 
Sekarang saya menyadari bahwa saya harus menyingkirkan harga diriku, menyingkirkan Iblis, dan menghadapi satu arah. Jadi pada hari Jumat, setelah Jummah ‘ Aku pergi ke Imam dan menyatakan iman saya ( Syahadat ) di tangan ini. Sebelunya saya adalah seseorang yang telah mencapai ketenaran dan kekayaan. Tapi bimbingan adalah sesuatu yang lolos dari saya, tidak peduli seberapa keras aku mencoba , sampai aku ditunjukkan Al-Qur’an. Sekarang saya menyadari saya bisa mendapatkan kontak langsung dengan Tuhan, tidak seperti Kristen atau agama lain. Seperti salah satu wanita Hindu mengatakan kepada saya, ” Kamu tidak mengerti Hindu Kami percaya pada satu Tuhan, . . Kita menggunakan benda-benda ( berhala ) untuk hanya berkonsentrasi ” Apa yang dia katakan adalah bahwa untuk mencapai Tuhan, kita harus menciptakan asosiasi, dimana berhala menjadi tujuan tersebut. Tapi Islam menghapus semua hambatan tersebut. Satu-satunya hal yang membedakan orang-orang mukmin dari orang-orang kafir adalah salat. Ini adalah proses pemurnian.
 
Akhirnya saya ingin mengatakan bahwa segala sesuatu yang saya lakukan adalah untuk keridhaan Allah dan berdoa bahwa Anda mendapatkan beberapa inspirasi dari pengalaman saya. Selain itu, saya ingin menekankan bahwa saya tidak masuk Islam karena kontak dengan Muslim sebelum masuk Islam. Saya membaca Al-Qur’an pertama dan menyadari bahwa tidak ada orang yang sempurna. Islam adalah sempurna, dan jika kita meniru perilaku Nabi (Sallallahu alayhi wa sallam) kita akan berhasil. Semoga Allah memberi kita petunjuk untuk mengikuti jalan umat Muhammad (Sallallahu alayhi wa sallam). Ameen!
(Diterjmahkan dari islamcan.com)

Kisah Masuk Islam: Menemukan Jalan Lurus Dari Al-Qur’an

oleh Aziza Hussain

Matt Lennox, seorang warga Amerika berusia 16 tahun keturunan Skotlandia-Irlandia, yang dibesarkan dalam keluarga religius, dirinya kagum dengan apa yang ia pelajari tentang Islam di kelas sejarah pertamanya. Terpesona oleh itu semua, Matt terus meneliti Islam, bersama dengan banyak agama lainnya untuk mendidik dirinya lebih lanjut.

Yang mengejutkan, ia menemukan bahwa teologi Islam memiliki banyak kesamaan dengan agama Kristen dan Yahudi. Saat Tumbuh, Matt selalu tahu Kristen dan Yahudi memiliki keyakinan yang sama, namun Islam , agama yang berkembang tercepat di dunia, secara praktis asing baginya. Namun, saat Matt diperkenalkan kepada Islam, ia tertarik di dalamnya dan terus belajar.

Ketika ditanya “Apa yang paling menarik dari Islam bagimu? ” Matt menjawab dengan yakin, ” Al-Qur’an . ” Dia mengatakan segala sesuatu yang ia baca dalam Al Qur’an membuatnya berpikir , ” Oh, man . Wow . Aku tidak percaya semua informasi ini yang tampak begitu bijaksana dan benar adalah semua dalam satu buku . ” Matt mengklaim banyak hal dalam agama Kristen tidak masuk akal baginya. Banyak aspek ini ditangani dengan Trinitas , Yesus sebagai Allah , imam dan gereja. Salah satu hal utama yang mengganggunya adalah gagasan bahwa Anda harus menjadi orang Kristen untuk diselamatkan dari api neraka.

Dalam Surah AlBaqarah ayat 111, menyatakan, “Dan [orang-orang Kristen dan Yahudi] mengatakan: ‘. Tidak akan masuk surga kecuali dia menjadi seorang Yahudi atau Kristen'” Melihat ini benar dari orang-orang Yahudi dan Kristen, Matt agak bingung. “Bagaimana bisa hanya satu jenis orang benar?” ia mempertanyakan. Jika ini akurat, maka hanya orang-orang dari satu wilayah geografis yang benar – sementara orang lain akan salah.

Setelah mempelajari banyak agama yang berbeda secara mendalam, Matt memahami hal ini tidak mungkin benar. Namun, Matt tidak hanya tertarik oleh Al-Qur’an; dia tertarik dengan Malcolm X. “[Dia] sangat, sangat cerdas, dan kenyataannya adalah bahwa ia juga sangat, sangat jujur ​​[meskipun] semua orang di sekelilingnya untuk sebagian besar tidak? Bukunya, filmnya, segala sesuatu yang dikatakannya sangat benar, “kata Matt.

kisah islami menemukan jalan lurus

Matt tidak hanya tertarik oleh Malcolm X , tetapi juga oleh Cat Stevens. Dia menikmati dan masih menikmati musik Cat Stevens sebelumnya’, seperti ” Peace Train “. Perdamaian, pengetahuan, Tuhan , dan kembali kepada Tuhan semua tema dalam musik Stevens saat Matt melihatnya. Penasaran dengan hal ini, Matt membaca kisah bagaimana Cat Stevens datang untuk menerima Islam , menjadi Yusuf Islam .

Di tahun 60-an dan 70-an, Cat Stevens sedang mencari agama dan keyakinan yang berbeda, tapi ketika ia datang ke Islam, itu mengubah segalanya baginya.” Dia mengubah seluruh hidupnya dan segala sesuatu dan itu aneh karena orang tidak mengubah seluruh hidup mereka ketika mereka bintang pop dan segalanya, ” kata Matt. Dan banyak yang akan setuju dengan hal ini. Tampaknya cukup membingungkan bahwa bintang pop yang memiliki semua yang dia inginkan akan mengubah seluruh hidupnya. Membingungkan seperti itu, hal itu terus terjadi berulang-ulang. Mengapa? Untuk satu alasan.
Matt menjelaskan : ” Beberapa orang, bahkan selebriti, menemukan bahwa ada begitu banyak komplikasi dengan spiritualitas, politik, ekonomi, masyarakat dan filsafat di dunia modern bahwa ketika mereka menemukan sesuatu yang sangat benar, sederhana dan alami yaitu Islam, dan mereka merasakan bimbingan Allah kepada-Nya, mereka menemukan rasa dari makna.”

Meskipun Matt terbiasa untuk menjadi sangat percaya pada evolusi, ia sekarang mengerti bagaimana kemajuan dalam ilmu telah mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada Tuhan. Memperhatikan kurangnya iman kepada Tuhan, Matt mengklaim, ” Kebanyakan orang sudah menyerah pada agama. Saat ilmu pengetahuan berkembang, orang-orang akan melihat ilmu pengetahuan dan berkata “Di mana Tuhan?” Orang-orang akan melayang jauh dan lebih jauh. “Ayah Matt , melihat evolusi hanya sebagai teori, lebih tertarik pada gagasan Matt menjadi Muslim, daripada percaya pada evolusi.

Dibesarkan seorang Saksi Yehuwa, ayah Matt melihat kesamaan antara ide-ide Saksi Yehuwa dan Islam, sehingga lebih mudah bagi dia untuk menerima. Ibunya, sepenuhnya mendukung Matt, mengatakan kepadanya, “Apa pun agama yang kamu inginkan adalah baik.” Anehnya, baik ibu dan ayahnya mendukung dia dan ketertarikannya pada Islam. Jika bukan karena pemahaman keluarganya, dan komunikasi yang baik di antara mereka, pindahnya Matt ke Islam mungkin akan menjadi sangat berbeda. Masih ada beberapa kendala, namun. Orang tua Matt mungkin mendukung dia, tapi ayahnya juga yakin Matt tidak akan menjadi Muslim di seluruh hidupnya . Mendengar ini, Matt tertawa dan berkata, ” Saya benar-benar tidak setuju.”

Matt menemukan sumber yang tak terduga dari dukungan tidak hanya orang tuanya, tetapi juga teman-temannya” era baru hippie “. Duduk-duduk tidak melakukan apa-apa, Matt dan teman-temannya biasanya berakhir berbicara tentang apa saja dan segalanya. Sebelum Matt menerima Islam, ia berbicara tentang ketertarikannya pada Islam ketika topik agama datang. Meskipun reaksi teman-temannya terutama “itu keren” dan “itu benar-benar baik untuk melakukan itu,” salah satu teman Matt tidak lagi menghormati pendapatnya tentang agama atau politik internasional. Ia percaya Matt mendukung semua orang “seperti dia”.

Ketika teman Matt mengacu pada orang-orang “seperti dia”, dia merujuk Osama bin Laden dan para pengikutnya. 11 Septembe, Matt mengatakan, ” mempengaruhi saya hanya dalam arti mental.” Mampu untuk berbaur dengan kerumunan Eropa-Amerika , Matt mengatakan, “Karena saya tidak ‘terlihat seperti seorang Muslim’ tidak ada yang akan berpikir untuk mengatakan apa-apa kepada saya. Meskipun secara mental, saya memiliki waktu sulit menonton berita Amerika pula. Berita Amerika sepertinya untuk berbicara tentang Islam seperti itu adalah agama asing, dan bukan bahwa itu salah, tetapi itu adalah agama peradaban asing yang tidak maju seperti Kristen Eropa / Amerika . ” Pandangan ini, yang melihat ke bawah pada Islam, bisa sangat menjengkelkan bagi banyak orang, termasuk Matt.

Terlepas dari kenyataan bahwa 11 September hanya mempengaruhi Matt dalam “pengertian mental,” katanya,”Beberapa Muslim di sekolah saya yang saya berteman dengannya harus berurusan dengan beberapa protes. “Matt mengakui kesulitan-kesulitan ini dan menawarkan beberapa saran untuk anak muda Muslim -nya. “Meskipun tidak selalu mudah, jangan takut dari apa yang orang lain pikirkan tentang Anda menjadi [ Muslim ] Siapa pun yang berpikir buruk tentang orang atas dasar agama tidak layak untuk waktu Anda. Cobalah yang terbaik untuk menjadi contoh kebanggaan dan terhormat.”

Meskipun Matt mungkin telah menerima Islam, hidupnya secara keseluruhan belum berubah secara dramatis. Selain pergi ke mesjid, shalat, dan membaca Al-Qur’an, kegiatan sehari-harinya masih sama. Islam, meskipun, telah pasti mempengaruhi prioritasnya. “Saya telah menemukan pikiran, bahwa beberapa hal yang sebelumnya lebih dipentingkan, seperti memiliki hal-hal tertentu atau pergi ke acara-acara tertentu, sekarang tampak seperti prioritas kedua, dan saya menemukan bahwa secara umum, sejak saya menjadi seorang Muslim sangat sulit untuk mendapatkan saya merasa marah, ” kata Matt .

Memiliki seperti kepribadian santai dan pikiran terbuka, Matt tidak berharap banyak dari hidup atau orang-orang pada umumnya. Ketika ditanya apa tujuan hidupnya adalah sebagai pribadi dan Muslim, dia menjawab, “Saya ingin pergi ke perguruan tinggi. Saya ingin pergi ke kebun (Jannah). Tujuan saya adalah untuk menjadi bahagia. Saya tidak berpikir bahwa akan membutuhkan [banyak] hal. aku ingin menjadi sukses di dunia sehingga saya memiliki sarana untuk membantu orang lain.”

Matt, memahami kekuasaan Allah Subhana Wa Ta’ala, klaim, “Saya tidak berpikir bahwa saya atau siapa pun bisa mencapai sangat banyak signifikansi tanpa Allah.” Memahami pentingnya mencari pengetahuan dalam Islam, satu hal Matt berharap untuk mendapatkan dari Islam yang dia belum lakukan “pengetahuan. Itu adalah sesuatu yang Islam dapat terus memberi saya sampai saya mati,” katanya. “Satu-satunya tantangan nyata yang saya hadapi adalah mencoba untuk menjalani hidup saya setepat mungkin.”

(dari situs sunniforum.com: Inspirational Islamic stories)