Nasihat Penting Luqman al-Hakim Kepada Anaknya

Dalam kitab al-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal mengumpulkan beberapa nasihat Sayyidina Luqman al-Hakim untuk anaknya. Berikut dua dari sekian banyak nasihatnya:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا أبِي، حَدَّثَنَا سَيَّارٌ، حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ، عَنْ مَالِكٍ يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ قَالَ: قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ: يَا بُنَيَّ، اتَّخِذْ طَاعَةَ اللَّهِ تِجَارَةً تَأْتِكَ الْأَرْبَاحُ مِنْ غَيْرِ

Ceramah KH. Hasyim Asy’ari Tentang Munculnya Ulama Abal-Abal

Nasehat Hadratusysyekh yang masih relevan hingga kini, sekaligus mengingatkan kita jangan mudah mengaku pengikut Rais Akbar PBNU ini kalau kita sendiri tidak tahu siapa sebenarnya beliau dan apa maksud beliau mendirikan jam’iyyah NU.

Ini pidato Hadlratussyekh KH. Hasyim Asy’ari (Rais Akbar PBNU) usai penerimaan status rechtpersoons dari pemerintah Hindia Belanda untuk organisasi NU pada Maret

Pesan KH. Ali Maksum Jika Hoax dan Fitnah Bertebaran

Kiai Ali Maksum Krapyak dalam kitab “Hujjatu Ahlissunah wal Jamaah” mengutip sebuah hadis yang sangat relevan untuk situasi hari ini: “Ketika fitnah/bid’ah bertebaran di muka bumi ini, maka orang alim tidak boleh diam. Ia harus tampil menunjukkan keilmuannya untuk memperbaiki keadaan. Jika ia tetap diam memilih aman, atau bersikap tak acuh, atau membiarkan keadaan chaos, maka Allah SWT beserta