Nikah Hanya dengan Mahar Seperangkat Alat Salat, Bolehkah?

SEBAGAI calon pengantin ada hal yang harus diperhatikan sebelum menggelar pesta pernikahan. Jangan cuma pikirin gedung dan katering, seserahan dan mahar juga wajib diberikan kepada pengantin perempuan lho!

Dalam Islam, mahar atau mas kawin adalah sebuah pemberian yang wajib diberikan seorang mempelai pengantin laki- laki kepada mempelai pengantin perempuan. Benda-benda tersebut sebagai tanda memuliakan dan menghargai di hadapan keluarganya.

 

Definisi mahar menurut fiqih adalah

الصداق هو المال الذي وجب على الزوج دفعه لزوجته بسبب عقد النكاح.

Artinya: “Maskawin ialah harta yang wajib diserahkan oleh suami kepada istri dengan sebab akad nikah.”

alat salat untuk mahar

Nah yang sering kita jumpai, pasangan rela memberikan mahar yang mahal, seperti cincin emas atau uang tunai. Kalau tidak menyiapkan itu rasanya ada yang kurang, bahkan bisa menjadi bahan nyinyiran keluarga atau teman dekat.

Padahal di dalam Alquran, mahar tidaklah hanya berbentuk barang atau emas semata. Kalau cuma memberi seperangkat alat salat jelas boleh kok. Atau Anda bisa memberikan jasa seperti mengajar ngaji dan lain semacamnya.

Ustadz Fauzan Amin menerangkan, ketika akad nikah berlangsung, detail jenis dan jumlah mahar yang diberikan kepada mempelai perempuan memang harus disebutkan. Hukumnya sunnah, bahkan sudah tertulis dalilnya.

 

[ويستحب تسمية المهر في] عقد [النكاح] … [فإن لم يُسَمَّ] في عقد النكاح مهرٌ [صح العقد]

Artinya: “Disunnahkan menyebutkan mahar dalam akad nikah… meskipun jika tidak disebutkan dalam akad, nikah tetap sah.”

“Namun tidak ada batas minimum jumlah mas kawin. Sunnah Rasul, jumlah mas kawin yang disiapkan baiknya tidak kurang dari 100 dirham. Juga tidak lebih dari 500 dirham,” ujar Ustadz Fauzan Amin saat dihubungi Okezone.

alat salat untuk mahar

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fathul Qarib berikut:

وَيَكْفِيْ تَسْمِيَّةُ أَيِّ شَيْئٍ كَانَ وَلَكِنْ يُسَنُّ عَدَمُ النَّقْصِ عَنْ عَشْرَةِ دَرَاهِمَ وَعَدَمُ الزِّيَادَةِ عَلَى خَمْسِ مِائَةِ دِرْهَمٍ خَالِصَةٍ

Sudah dianggap cukup menyebutkan mas kawin berupa apapun, akan tetapi disunnahkan mas kawinnya tidak kurang dari sepuluh dirham dan tidak lebih dari lima ratus dirham murni. Begitu sempurnanya ajaran Rasulullah, hingga urusan yang begitu gamblang ini, haruslah diperhatikan dan diatur sedemikian rupa.

“Pemberian seorang mahar atau mas kawin suami kepada istri sebagai tanda bahwa perempuan juga patut untuk dimuliakan dan dihargai, terlebih jika dirinya telah ridha menyerahkan seluruh jiwa dan raganya serta berpisah dari orangtua untuk suami,” beber Ustadz Fauzan Amin.

Karena itu, sudah sepantasnya bagi seorang yang hendak menikahi seorang wanita untuk membayar mas kawin tersebut. Sebagaimana firman Allah Swt. berikut:

وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً

Artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”

Tapi yang wajib dicatat, mahar bukanlah satu-satunya tujuan utama dalam sebuah pernikahan. Makna mahar yang sesungguhnya adalah bukti keseriusan suami untuk menikahi istri.

Ada tujuan yang paling penting yaitu membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dalam ridha Allah SWT.

“Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya bahwa sebaik-baiknya perempuan adalah yang meringankan mahar kepada suaminya. Oleh karena itu harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi seorang suaminya,” pungkasnya.

Raisa Siap Comeback, 4 Cara Semangat Bekerja Pasca Melahirkan

Raisa memutuskan vakum pada November 2018 lalu karena hamil dan akan segera melahirkan. Akhirnya istri Hamish Daud ini bakal kembali bernyanyi.

Hal tersebut diungkapkan Raisa lewat beberapa tayangan video singkat di Instagram yang menjadi penanda dirinya akan kembali, disertai dengan hashtag #RaisaKembali. Ia menyatakan akan melakukan comeback pada 10 Juli mendatang.

Tentu bukan hal yang mudah bagi para perempuan untuk kembali bekerja dan berkegiatan di luar kegiatan rumah, usai beberapa waktu lebih banyak waktu menghabiskan waktu dengan Si Kecil. Mau tahu bagaimana agar kembali semangat kerja sertelah cuti melahirkan? Mari simak ulasannya!

 

1. Mengajak Si Kecil ke Kantor Sebelum Hari Bekerja Benar-benar Dimulai

 

Lauren Smith Brody, penulis buku The Fifth Trimester: The Working Mom’s Guide to Style, Sanity, and Big Success After Baby, yang juga seorang ibu bekerja mengatakan kalau membawa anak ke kantor sebelum hari bekerja benar-benar dimulai adalah ide yang sangat baik bagi Moms. Asal dengan izin bos ya Moms!

Cara ini akan membuat Moms dan Si Kecil tersadar bahwa sudah waktunya Moms kembali bekerja. Meski anak belum mengerti, dia juga tahu kalau ibunya mungkin tidak akan 24 jam bersamanya terus-menerus.

 

2. Menyadari Kini Keadaan Banyak Berubah

 

Anna Johnstone, Direktur Pembinaan dan Pengembangan Women Returners mengatakan jangan paksakan diri Moms di kantor secara fisik dan mental merasa bersalah karena meninggalkan Si Kecil. Pahamilah bahwa keadaan telah berubah.

Dengan merasa bersalah, tentu akan berakibat buruk pada pekerjaan di kantor dan membuat buah hati tidak nyaman meski dia di rumah.

Bekerjalah seperti biasa. Namun, sadari kalau sekarang ada Si Kecil yang menunggu sepanjang waktu di rumah, dengan begitu Moms akan kembali semangat kerja setelah cuti melahirkan.

 

3. Siapkan Peralatan Penunjang

 

Namanya juga ibu bekerja dengan anak bayi, tentu ibu perlu mempersiapkan “peralatan tempur” seperti pompa ASI, kantong atau botol ASI, cooler bag untuk menyimpan ASIP, nursing pads ekstra, dan aneka peralatan lain yang diperlukan.

Selain itu, pastikan juga Moms memiliki tempat memompa ASI di kantor yang nyaman. Waktu-waktu memompa ASI ini juga bisa digunakan untuk melakukan video call denganSi Kecil supaya tetap semangat kerja setelah cuti melahirkan

 

4. Menyeimbangkan Kehidupan

 

Cobalah untuk memisahkan antara kehidupan di rumah dan kehidupan di tempat bekerja. Hal itu penting dilakukan saat sedang bersama anak dan suami.

Fokuslah bekerja saat di kantor dan curahkan seluruh perhatian saat berada di rumah untuk Si Kecil dan suami. Selain itu, jangan ragu untuk meminta bantuan, apalagi dari pasangan.

Moms tentu sudah membahas dengan Dads, bagaimana kehidupan keluarga berlanjut dengan keberadaan buah hati dan Moms yang terus berkarier. Semangat ya, Moms pasti bisa terus semangat kerja setelah cuti melahirkan!

Benarkah Rasul SAW Menikahi Aisyah Usia 6 Tahun?

Benarkah Rasul SAW Menikahi Aisyah Usia 6 Tahun?

Pertanyaan ini menjadi retorika bagi orang-orang yang benci terhadap Islam. Menjawab pertanyaan ini Yusuf estes mengemukakannya dalam sebuah ceramah dihadapan ratusan orang.

Rasul kita Muhammad saw adalah teladan bagi kita dan dia begitu mengasihi orang lain.

Saya (Yusuf Estes) akhirnya menemui para ulama dan bertanya pada mereka, “Bagaimana saya menjawab pertanyaannya?”

Mereka berkata “Pertama-tama, jangan marah.” Ini ada dalam hadis Nabi Muhammad SAW , “La Taghdhab.” Seseorang berkata “berikan aku sebuah nasihat. ” La Taghdhab.” dan kemudian “la taghdhab, la Taghdhab.”

Jangan marah, santai saja, tetap tenang, santai saja.

Yang Kedua adalah,
Jika anda tidak tahu, katakan saja “Aku tidak tahu” tapi berbaik hatilah pada mereka mungkin mereka akan mendengarkan jawaban anda. Jadi di waktu lainnya, saya melihat orang yang sama lagi dan saya sudah siap. Kali ini dia bertanya dengan pertanyaan lainnya, dia hanya berkata-kata untuk menghina terlihat dari cara dia mengatakannya. Tapi kali ini saya berakata ‘Terima kasih telah bertanya tentang agama saya. Dia terkejut “Hah!” . Dita tidak menduga hal itu. Dia pikir saya akan marah, tapi tidak sekarang

saya tahu seharusnya saya tidak melakukan itu. “terima kasih telah bertanya tentang agamaku.”

Dan kemudian, katakan ini, “Sebagai seorang muslim, saya dilarang berbohong. Sebagai muslim, saya tidak dapat berbohong.” Jika saya berbohong saya bisa masuk neraka. Dan jika saya tidak berkata benar, jika saya salah, Anda bisa mengoreksinya, karena segala sesuatu tentang Islam telah disimpan seratus persen. Al-Quran dan Hadits yang kita miliki saat ini sama seperti yang kita punya ratusan tahun lalu.

Jadi jawabannya ada di sana, jadi mudah bagi kita untuk menemukan jawabannya.

Tapi ngomong-ngomong, dan ini dia jawabannya, apakah kalian mendengarkan?

“Jika Anda mendengarkan jawabanku, dan kau begitu suka jawabannya hingga berkata “Itu lebih baik dari pada yang pernah kudengar.”

Apakah kau siap untuk melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik?” Dia berkata “Ya”.

kebenaran Muhammad saw

Kemudian saya mulai memberikan jawabannya.

Pertama-tama, hadisnya berasal dari Bukhari dan dikatakan Aisyah berumur 6 tahun dan ibunya….,

dengarkan hadisnya,…..

Ibunya datang kepadanya dan membawanya ke dalam rumah. Dia sedang bermain dengan tanah. Ibunya membawanya ke dalam rumah kepada ayahnya.

Sejauh ini apakah kalian mendengark kata-kata “sex” di sini?. Tidak.

Dan ayahnya melakukan tradisi yang menjadi bagian dari tradisi Arab selamanya.

Dia menawarkan anak perempuannya untuk menikah dengan teman baiknya, seseorang yang merupakan pemimpin, seseorang yang sangat penting baginya, dan dia berkata “Aku ingin kau menikahi anakku.

Tapi kemudian apa? Dia kembali keluar dan bermain dengan tanaH. Ya atau tidak? Ya.

Dari mana kalian mendengar “Sex” di sana?

Saya pikir kalian terlalu lama melihat halaman utama sebuah tabloid remaja dengan huruf S.E.X terpampang di sana …. jadi itu yang kalian pikirkan.

Tapi itu bukan Nabi Muhammas SAW.


Di Hadits yang lain dikisahkan Aisyah lebih tua, dan ibunya membawanya ke ayahnya dan ayahnya  menawarkan untuk pernikahan dan lihat apa yang difirmankan dalam AlQuran pada surat AnNisa’ ayat 19.

Dengan jelas disitu dinyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, kalian tidak bisa menikah wanita dengan paksa”.

Dan syarat bagi wanita untuk menikah, dia harus cukup umur untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan untuk memahami dan cukup umur untuk mempunyai anak, selain dari itu dia tidak boleh menikah, itu pernikahan ilegal dalam Islam.

Ya Atau Tidak?

Jadi apa yang kalin pikir?

Hal itu memberikan kita jawaban meskipun Aisyah bertunangan pada umur yang muda, tapi mereka tidak menikah sampai Aisyah cukup umur.

Orang yang bertanya kepadku itu mematung dan berkata ‘Aku tidak tahu itu. Aku tidak tahu itu, Aku tidak tahu itu.”

Dan hal ini terjadi lagi ketika saya sedang di Chennai, seseorang menyatakan itu lagi. Dan saya memberitahu mereka lagi dengan cara yang sama,

dia berkata “Apakah dia benar-benar..” Saya katakan YA,

tapi aku ingin menanyaimu pertanyaan. SeGala yang kau dengar bahwa segala yang kita tahu tentang pernikahan itu berasal dari Aisyah sendiri.

Dengan apa yang Aisyah katakan dan pikirkan bahwa dalam 2.200 hadist dari Aisyah,

ya kira-kira 2.600 atau 2.200,

dia hanya mengatakan tentang hal paling baik tentang suaminya, Muhammad SAW. Ya atau Tidak?

Dan dia mengatakannya lagi dan lagi bahwa dia memujinya, mencintainya, peduli terhadapnya, dia bercerita ketika dia masih muda, dia biasanya lomba lari dengannya dan dia kadang memenangkannya dan dia berkata “Aku Semakin tua, berat badanku bertambah, sehingga akhirnya Nabi Muhammad mengalahkanku pada lomba lari.”

Dia biasa menggodanya, dia bercanda padanya,

Tapi tetap saja Muhammad adalah seorang suami yang sangat penyayang dan peduli pada Aisyah hingga ketika dia Wafat. Muhammad SAW ingin agar Aisyah ada di sana, dia meninggal di rumahnya dengan kepalanya di pangkuan Aisyah.

Dan apa yang terakhir kali dilakukan Aisyah?

Dia memegang sebuah tusuk gigi, dia membuka mulut Nabi dan membersihkannya, karena dia begitu mencintainya. Dan dengan cara ini, dengan kondisi ini, Nabi Muhammad meninggal.

Dan sepanjang hidupnya, Aisyah bercerita tentangnya dan tidak pernah mengucapkan satu patah kata buruk pun tentang suaminya.

Apakah kau tahu satu orang saja wanita zaman sekarang yang tak pernah berucap buruk tentang suaminya?

Apakah kau tahu satu wanita saja yang dapat melakukannya selama 1 tahun? Atau 1 bulan? atau 1 minggu? mungkin tidak selama sehari dia sudah berucap buruk tentang suaminya.

Aisyah R.A tidak pernah mengucapkan satu kata buruk pun tentang suaminya. Ya atau Tidak?

Dan dia bahkan tidak pernah mencari pengganti suaminya sepanjang hidupnya. Dalam hati dan pikirannya dia masih menikah dengan Muhammad S.A.W dan mereka akan bersama dalam Jannah, dan hidup bahagia di sana selamanya.

Saya ingin bertanya kepada kalian sebuah pertanyaan simpel.

Apakah ini kisah cinta terbaik yang pernah kalian dengar? Atau kalian lebih menyukai cerita yang ditulis Shakespeare tentang Romeo dan Juliet di hari valentine?

Membicarakan tentang “Oh betapa kisah cinta yang mengagumkan Romeo dan Juliet.” Sepasang kekasih , yang satu belum remaja mungkin umur 12 tahun dan yang satu lagi 14 tahun, kira-kira begitu, sangat muda dari dua suku terpisah yang tak suka satu sama lain. Mereka membenci satu sama lain, mereka saling bertengkar, Capulets di sisi satu dan keluarga lainnya di sisi lain dan mereka saling membenci satu sama lain dan bahkan mereka tidak mau anak-anak mereka saling mengenal, jadi mereka menyelinap.

Apakah mereka menikah? Tidak. Apa yang mereka lakukan? Saya tidak mau beritahu. Dan lalu apa? Salah satu dari mereka melakukan bunuh diri. dan satunya lagi bunuh diri.

Menurut agama Yahudi, Kristen dan Islam mereka pasti masuk neraka.

Bandingkan itu dengan kisah Muhammad SAW dan Aisyah RA dan beritahu aku apa yang kau pikirkan, tidakkah itu benar-benar kisah romansa?

Dan mereka (para penanya) lalu mengucapkan “Asyhadu Alla ilaha Illa Allah, Wa Asyhadu Anna Muhammadarasulullah.”

Ingat ini, tak peduli betapa susah pertanyaannya, kau harus bertanggung jawab untuk mewakili Islam dalam cara yang terbaik, jangan mencoba menjadi orang lain tapi jadilah diri sendiri sebagai muslim terbaik dan apa yang Allah berikan pada kita dan Jadilah muslim yang terbaik dan kalian dapat menghancurkan Syaitan di planet ini, mereka tidak akan punya kesempatan. semoga Allah menuntun kita. Amin.

Cinta Menurut Islam Seperti Apa?

Cinta menurut Islam bergantung pada siapakah yang mengemudikan cintanya itu sendiri. Cinta itu adalah alat yang netral untuk mencapai tujuannya. Jika cinta ditunggangi oleh nafsu syahwat maka akan menuju kebinasaan, namun jika cinta dikemudikan oleh iman kepada Allah SWT maka akan mengantarkan manusia pada keridhaan Allah.

Cinta adalah sebuah instrumen yang sangat hebat. Cinta dapat  merubah sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan pahit menjadi manis. Sebaliknya juga, cinta bisa membuat sehat menjadi sakit, gemuk jadi kurus, normal jadi gila, kaya kadi miskin dan raja menjadi budak.

Seperti itulah cinta menurut Islam yang harus dilandasi keimanan kepadaNya, sehingga cintanya akan membawanya kepada kebaikan di dunia dan akherat.

Cinta menurut Islam setidaknya dibagi menjadi:
1. Cinta kepada saudara muslim
2. Cinta kepada lawan jenis
3. Cinta Kepada Allah dan RasulNya

Masalah cinta kepada lawan jenis:

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan tentang ketiga macam cinta ini sendiri dapat kita baca di sini 

Guna lebih jelasnya tentang masalah cinta menurut Islam khususnya kepada lawan jenis, berikut ini ada beberapa penjelasan tentang cinta dari berbagai sumber islam:

cinta menurut islam

Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan

Mencari Cinta: Perspektif Islam

Presented by Shaikh Ahmad Kutty
At the IIT Ring of Love Seminar
(January 29, 2011)

Cinta dalam Islam

Islam: agama cinta – cinta  Allah dan kasih penciptaan
Cinta Kasih Allah sebagai dasar dari semua cinta
Ini adalah cinta yang abadi, karena Allah saja yang kekal, segala sesuatu yang lain menghilang
Cinta kita untuk pasangan kita harus untuk meningkatkan cinta kita dari Allah

Cinta terhadap bentuk dan Cinta kepada jiwa

Cinta terhadp bentuk adalah cinta penampilan, cinta tubuh, dan cinta fisik
Ini adalah sumber dari penipuan
Penampilan menipu, dan akhirnya memudar
Ironisnya, kebanyakan orang bingung dengan kenyaatan ini
Orang-orang berimana diajarkan untuk melihat ke jiwa

Cinta bentuk

Kebanyakan orang pergi mencarinya, karena mereka hanya hidup dalam dimensi fisik mereka saja
Karena menipu, itu seperti mencari air di fatamorgana
Itulah sebabnya Nabi berdoa: ‘Berilah aku mencintaimu lebih dari aku mencintai untuk diri hamba  sendiri atau keluarga hamba … atau … untuk air dingin saat haus

Cinta Dalam Jiwa

Cinta sejati: cinta didirikan pada cinta Allah?
Nabi (saw) ingin kita mencarinya dalam pernikahan
Nikahilah seseorang yang benar-benar beriman dan berakhlak, jika tidak, Anda membuka jalan untuk ‘berkotor-kotor’.

Iman (deen) dan karakter (khuluq)

Iman bukan sekedar ritual
Ini adalah individu yang diubah oleh cinta Allah
Kita harus membedakan antara religiusitas dan keimanan
Ini adalah orang dengan hati yang penuh kasih

Apa itu karakter (khuluq)?

Khuluq berbeda dari khalq;
Khuluq adalah inner beauty yang hanya dirasakan melalui intuisi
Yang memiliki tanda-tanda yang jelas: ciri-ciri karakter
Kesadaran akan Tuhan, dapat dipercaya, rendah hati, penuh kasih, peduli, riang, penyabar: ciri-ciri karakter profetik

Cinta dan asmara

Cinta lahir dari pengetahuan tentang karakter (khuluq), berakar dalam kasih Allah, adalah cara yang harus dicari
Hal ini berbeda dari kencan, karena Islam menentang segala bentuk isolasi antara laki-laki dan perempuan
Ini adalah murni akan menghancurkan.
Penghubung atau asmara terlarang tidak disetujui dalam Islam

Menemukan pasangan hidup

Internet chat room bukan tempat yang ideal, untuk itu sulit untuk membedakan khuluq, temukan melalui
1. Anjuran Ortu
2. Anjuran teman atau sesepuh
3. Memilih melalui pengalaman berpartner
4. jangan mengesampingkan hal-hal diatas, kecocokan adalah yang paling penting

Pertanyaan untuk diajukan

Asumsikan: tidak ada yang sempurna
Pertanyaan untuk ditanyakan:
Satu visi dari peran pria / wanita dalam masyarakat
Faktor agama: kaku atau jalan tengah?
Visi dan kepentingan spiritual umum
Perbedaan dan bagaimana berurusan dengannya
Kemitraan yang ideal: kesempatan untuk tumbuh bersama-sama untuk memenuhi satu potensi seseorang yang diberikan Tuhan
(sumber: islam.ca)

Perkawinan dan Cinta dalam Islam

Pernikahan dalam Islam :

 Seorang Jurist (ahli hukum) ditanya bagaimana Anda menjadi begitu kaya , ia mengatakan bahwa ia awalnya sangat miskin sekali dan suatu ketika menemukan sebuah kalung yang sangat indah dan mahal di jalan dan ia berjuang dengan niat dan kemudian ia mendengar suara orang berteriak dan mencari kalung ini sehingga ia kembalikan kalung itu tanpa mengambil uang yang ditawarkan kepadanya.

Kemudian setelah suatu ketika ia bepergian di laut merah dan kapal tenggelam dan ia berhasil mencapai pulau dengan berpegangan pada sepotong kayu . Dia mulai membantu anak-anak dan orang tua belajar Quran dan dasar-dasar agama karena mereka adalah Muslim , sehingga orang-orang dari pulau memintanya untuk menikahi seorang gadis dari komunitas mereka dan dia setuju .

Ketika pada hari pernikahan dia melihatnya dia tidak bisa melepaskan pandangan mata dari sang perempuan. Jadi orang-orang sekelilingnya bertanya mengapa ia terkejut melihatnya , sehinga dia mengatakan bukan dia, tapi aku tahu kalung dia pakai dan ia menceritakan seluruh cerita dan orang-orang sangat terkejut senang mendengar bahwa cerita dari ayah gadis yang disebutkan adalah tentang orang yang jujur ​​ini.

Kemudian setelah kematiannya ia mewarisi kalung itu dan menjadi sangat kaya dengan menjual itu .

Salah satu poin yang sangat penting yang disebutkan dalam bagian ini doa yang tulus kepada Allah ( swt ) . Ketulusan memainkan peran besar dalam sukses dalam pernikahan dan akan insyaAllah membawa banyak harmoni dalam kehidupan dan di antara keduanya. Jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah doa yang tulus.

Cinta dalam Islam

Rasa cinta tidak dikutuk dalam Islam, apa yang dikritik dan yang membuat haram adalah tindakan yang tidak diperbolehkan dan yang mengarah kepadanya.

Selama haji, Ibn Abbas ra melihat seorang pemuda di Arafah dan dia melihat kekasihnya yang telah menikah dengan orang lain dan pemuda itu pingsan di Arafah. Rasulullah saw berkata bahwa hal yang terbaik bagi orang-orany yang cinta adalah pernikahan.

Cinta adalah sebuah emosi paling kuat dalam hati tetapi tumbuhnya bisa dikendalikan. Cinta harus dikontrol dan diarahkan ke arah yang benar.

Imam Ahmad bin Hanbal diminta untuk menjelaskan tentang hadits nabi saw bahwa ” … Jangan biarkan dirimu dengan fitnah yang tidak bisa kamu tanganni..” dan dia mengatakan cinta adalah contoh dari hal itu.

Jika cinta tidak dijaga dalam kontrol bisa menyebabkan kesulitan besar. Cinta harus dipegang dalam tempat yang tepat (misalnya, suami/istri). Allah SWT berfirman “.. Dia menempatkan cinta dan belas kasih dalam hati mereka..”(Q.S. ArRuum:21).

Ini adalah salah satu pilar dalam pernikahan, Nabi SAW bersabda, “Aku dipenuhi cinta untuknya (yaitu Khadijah ra)”.

Cinta terjadi sangat cepat tapi tumbuh sangat lambat (misalnya seperti pohon atau tanaman yang akarnya tumbuh cepat namun membutuhkan beberapa waktu untuk tumbuh).

Ibnu Taimiyah berkata cinta itu mustahil untuk didefinisikan. Ibn Al-Qayyim mengatakan semua huruf datang dari bagian antara tenggorokan dan bibir dan cinta (yang dalam bahasa arab: hubbun) terbentuk dari dua huruf yang datang dari dua tempat itu (yaitu tenggorokan dan bibir) sehingga kita memerlukan semua huruf yang diucapkan dari antara tenggorokan dan bibir untuk menggambarkan perasaan cinta.

Dalam konteks tertentu (dalam bahasa arab) kata hubbun (cinta) digunakan utuk kesucian/gigi putih, unta yang tidak bisa dipindahkan dan air yang memancar.

Tanda-tanda cinta adalah ‘detak jantung yang lebih cepat; tidak bisa mengucapkan kata-kata dengan benar; bergetar dan berkeringat. Tanda-tanda ini semakin jelas terutama ketika melihat orang yang dicintainya. Sebagian orang berkata gejala orang yang sangat takut dan sedang jatuh cinta adalah sama.

Rasulullah SAW sebagai Suami

Ummul Mukminin: Khadijah RA

cinta menurut islam

Muhammad saw adalah orang kepercayaan kahdijah, yaitu As- Shadiq wal Ameen. Muhammad membawa bisnis Kahdijah ke tingkat lain dan membuat banyak keuntungan.

MUhammad saw berasal dari keluarga yang dihormati, memiliki paras yang sangat tampan dan seorang pemuda yang mulia. Khadijah ra jatuh cinta kepada orang mulia ini. Lalu ia mengirim utusannya untuk mengutarakan keinginannya agar Muhammad saw menikahinya, meski umurnya lebih muda darinya namun kasih sayangnya untuk Muhammad sangat kuat.

Kahdijah mendekati ayahnya dan mengutarakan keinginannya ini, namun sang ayah berkata bahwa tidak akan membiarkannya menikah dengan anak yatim ini (rasul saw). ORang-orang arab menganggap anak yatim sebagai orang yang sangat tidak terhormat karena mereka tidak tumbuh untuk belajar sopan santun dan beretika dari keluarga bangsawan seperti orang tua mereka. Inilah alasan ayah khadijah melarang menikah dengan Muhammad. Tapi cintanya kepada Muhammad saw tidak menghalangi niatnya.

Nabi SAW selalu menyebut nama khadijah selama 20 tahun sepeninggalnya dan selalu mengingatnya. Andai khadijah masih hidup, nabi tidak akan menduakaannya. Namun sebagai seorang nabi, Rasul harus menikahi banyak istri untuk menjadi peran model untuk kita semua.

Pernah rasul berkunjung ke para sahabat saat idul Fitri. Salah satunya Hala, adik Khadijah (ra), setelah sekitar 15 tahun berkunjung ke ruma Nabi dan ketika Nabi mendengar suaranya dari kamar lain, Nabi bangun dan berseru ‘Khadijah (ra)! Aisyah berkata aku merasa sangat cemburu pada saat itu. Dia (khadijah) adalah sahabat terbaiknya (saw). Dalam riwayat lain nabi saw bersabda ” dia (khadijah) percaya pada ku dan mendukungnya saat ketika tidak ada yang melakukannya.”

Ketika Quraish menolak untuk berurusan dengan umat Islam, Nabi saw dan beberapa sahabat tinggal di luar Mekah. Khadijah tetap bersama Nabi saw.  Suatu malam khadijah begitu lapar sehingga ia bangun di malam hari dan berjalan keluar dan mendapatkan sesuatu yang lembuat di tanah dan dia mengambilnya dan memakannya, kemudian dia mengatakan bahkan sampai hari ini dia tidak apa yang dia makan malam itu. Bahkan dalam situasi dimana Rasul harus menderita menghadapi pengasingan yang dilakukan oleh orang Quraish, Khadijah yang orang yang mulia dan terkaya dari Mekah masih tetap bersama nabi saw.
Sumber: nurayn.org