Tabirunnasar, Makhluk Bumi Sebelum Nabi Adam

BUMI yang kita pijak saat ini usianya sudah miliaran tahun. Sebelum akhirnya dihuni oleh manusia pertama yakni Nabi Adam, bumi menurut ahli tafsir sudah ditinggali oleh beberapa makhluk. Makhluk apakah itu? Berikut telah wahdaniyah rangkum dari berbagai sumber.

Mengenai penciptaan Adam, mayoritas ulama Islam percaya bahwa Adam dan Hawa telah diciptakan di surga yang kemudian dipaksa ke bumi setelah mereka memakan buah yang terlarang. Akhirnya, keturunan mereka pun mengisi populasi bumi dan memulai sejarah kehidupan manusia.

Menurut para ahli, pada saat bumi berumur delapan ribu tahun, keadaanya masih kosong. Di sini sudah terdapat banyak biji sawi putih dan kemudian Allah SWT menciptakan seekor unggas yang bernama Tabirunnasar.

Allah SWT berfirman kepada-Nya : Hai unggas tabirunnasar, makanlah olehmu biji sawi itu. Apabila habis biji sawi itu, engkau akan kumatikan.

Sang unggas pun memakan biji-bijian itu. Namun, cara memakannya diatur. Pertama, sehari satu biji yang dimakan. Setelah semakin berkurang, maka kini dimakannya hanya satu biji sebulan. Biji sawi itu semakin berkurang saja.

Saking takutnya terhadap kematian, sang unggas hanya memakan satu biji dalam setahun. Namun, akhirnya habislah biji-biji sawi itu. Tabirunnasar pun akhirnya mati.

Setelah kematian tersebut, Allah SWT menciptakan makhluk lain sebagai penghuni bumi, yaitu tujuh puluh orang laki-laki. Namun tidak semuanya langsung diciptakan, melainkan satu persatu Allah SWT menciptakannya. Apabila seorang yang meninggal, maka langsung diciptakan yang lain.

Masing-masing dari mereka berumur 70.000 tahun. Konon, setahun pada masa itu sama dengan seribu tahun pada masa sekarang. Tatkala telah mati tujuh puluh lelaki itu, kemudian Allah ciptakan jin.

Allah berfirman :Dan Dia menciptakan jin dari nyala api. ( Q.S. 55 : 1 )

Sebagian dari jin-jin itu ada yang berkaki empat, berkaki dua, dan ada yang terbang. Kemudian Allah SWT mengutus salah satu seorang di antara mereka yang bernama Yusuf untuk memberikan pengajaran ilmu dan syariat agama.

Namun, jin-jin itu banyak yang mendustakan ajaran-ajaran tersebut dan akhirnya Allah SWT pun mematikan semuanya. Penghuni bumi berikutnya adalah suatu makhluk yang berpasangan. Rupanya seperti binatang dan keluar dari dalam neraka.

Binatang itu pun beranak dan anaknya dinamakan dengan Azazil. Setelah cukup besar, Azazil mulai melakukan peribadatan kepada Allah SWT selama seribu tahun. Setelah itu, Allah SWT mengangkatnya ke langit pertama.

bangsa Jin diciptakan dua ribu tahun lebih awal dari penciptaan Adam As. Dasarnya adalah riwayat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Ra.,

خلق الله تعالى بني الجان قبل آدم بألفي سنة

Allah ta’ala telah menciptakan banu al-Jān dua ribu tahun sebelum Nabi Adam As.

Kedua, jin pada awalnya adalah penduduk bumi dan malaikat adalah penduduk langit. Masih menurut al-Syibli, malaikat yang menjadi penduduk langit tersebut juga memiliki tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi langitnya, maka malaikat yang berada di sana smakin banyak bershalawat, bertasbih, dan berdoa.

Selama seribu tahun, di sini pun ia tekun beribadah. Allah SWT menganugerahkannya sayap yang terbuat dari manikan berwarna hijau. Dengan izin-Nya maka terbanglah ia ke langit kedua.

Seribu tahun lamanya pula ia beribadah. Demikianlah, pada tiap-tiap lapisan langit ia beribadah selama seribu tahun lamanya hingga ke lapisan langit ketujuh.

Sementara itu, di bumi saat itu sudah ada penghuni lainnya yang berasal dari bangsa jin bernama Janna. Hidup hingga 70.000 tahun lamanya hingga lahir anak cucunya. Kata ahli tafsir yang lain, delapan belas ribu tahun mereka mendiami bumi, kemudian mereka menjadi sombong dan kufur.

Allah SWT pun mematikan janna. Sebagai gantinya adalah Bannul Janna. Ia mendiami bumi selama delapan belas ribu tahun lamanya hingga akhirnya ia juga dimatikan oleh Allah SWT.

Sementara itu, di atas langit sana, Azazil bersama para Malaikat masih khusyuk beribadah. Azazil menjadi penghulu para malaikat selama tujuh ribu tahun lamanya dalam beribadah. Hingga pada satu waktu, Azazil mengajukan suatu permohonan kepada Allah SWT, katanya :

“Ya tuhanku, tujuh ribu tahun hamba-Mu ini berbuat kebaikan pada-Mu dalam tujuh lapis langit ini. Jikalau dianugerahkan oleh-Mu, hamba-Mu mohon hendak turun ke bawah ke langit keenam, berbuat kebaikan kepada-Mu.”

“Pergilah engkau !” tegas Allah SWT.

Turunlah Azazil atau iblis itu bersama tujuh ratus malaikat pengiringnya ke langit keenam. Setelah merasa cukup, ia pun memohon izin lagi kepada Allah SWT agar diturunkan ke langit kelima. Di langit kelima pun ia memohon diturunkan ke langit yang di bawahnya dan demikian seterusnya hingga sampai mereka di langit dunia.

Di langit dunia, Azazil atau iblis mengajukan suatu permohonan pula: “Ya Tuhanku, hambamu hendak memohon turun ke bumi dengan para malaikat. Bahwasanya hamba-Mu hendak beribadah kepadamu di bumi itu.”

“Ya Tuhanku, betapa Bananul Janna telah banyak berbuat kerusakan di muka bumi. Anugerahkanlah atas hamba-Mu ini bersama para malaikat berbuat kebaikan ke hadirat-Mu di muka bumi itu.”

Allah SWT pun mengabulkan permohonan Azazil itu. Diturunkanlah ia bersama tujuh ratus Malaikat yang mengiringnya untuk beribadah di muka bumi, setelah sebelumnya Banunal Janna dimatikan karena banyak berbuat kerusakan.

Setelah delapan ribu tahun lamanya beribadah, iblis mencoba mengemukakan ungkapan hatinya bahwa di muka bumi inilah ia begitu betah dan tidak ada tempat lain yang membuatnya betah seperti ini.

Akhirnya iblis memohon agar selamanya ia berada di muka bumi untuk berbakti kepada Allah SWT. Sampai pada satu waktu, Allah SWT berkehendak menurunkan suatu keterangan kepada Azazil.

Firmannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.”(Q.S. 2: 30).

Mendengar firman tersebut, iblis menjadi berduka karena perasaan dengkinya. Mereka (para Malaikat ) pun bertanya kepada Allah SWT mengenai siapa yang akan menjadi khalifah itu.

“Adam namanya,” jawab Allah SWT. Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau.”

Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang engkau tidak ketahui.” (Q.S. 2 :30)

Asal Usul Hajar Aswad dan Alasan Menciumnya

Hajar aswad adalah sebuah batu berwarna hitam kemerahan yang terletak di pojok Ka’bah pada bagian yang dekat dengan pintu masuk Ka’bah. Batu hitam dengan bentuk lonjong ini dimuliakan oleh umat Islam. Bahkan Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa salam menciumnya ketika melaksanakan umroh dan haji. Kemudian hal ini ditirukan pula oleh para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar Bin Khatab. Dan kini menjadi sunnah untuk mencium hajar aswad.

Hajar aswad sendiri menurut sebagian riwayat adalah batu yang dipercayai berasal dari surga. Beberapa sumber menyebutkan bahwa dulunya batu ini berwarna putih,  karena sentuhan manusia yang penuh dosa sehingga menjadi hitam. Mulanya batu itu dapat memancarkan cahaya ke arah barat, timur, Syam dan Yaman hingga ke lembah-lembah tanah Haram.

Imam Thabari menceritakan dalam kitab tafsirnya berdasarkan riwayat yang disandarkan pada Ali Bin Abi Thalib dia berkata bahwa Nabi Ibrahim membangun pondasi Ka’bah kemudian meninggikannya bersama Nabi Ismail. Ketika hampir selesai, Ismail diminta untuk mencari batu sebagai penanda bagi manusia. Nabi Ismail kemudian datang membahwa sebuah batu, namun Nabi Ibrahim tidak menyukainya. lau, Ibrahim menyuruh anaknya itu untuk mencari batu yang lain.

Tapi ketika Ismail kembali, ia telah mendapati ayahnya itu telah meletakan sebuah batu ditempat itu. Lalu Ismail bertanya siapakah yang membawakan batu itu. Ibrahim menjawab bahwa yang membawanya adalah seseorang yang tidak ingin melihatku bersandar padamu (Jibril).

Hajar aswad mulai saat itu menjadi batu penanda yang dimuliakan. Para ulama berpendapat bahwa batu itu meski tidak memberi manfaat maupun mudharat, tetap dimuliakan karena sebagai tanda untuk mengenang Nabi Ibrahim yang telah bersusah payah membangun Ka’bah.

Ingin Tahu bentuk atau wujud Hajar Aswad dari Dekat seperti apa?
Silahkan Tonton video berikut ini:

Kondisi Rumah Nabi Muhammad Membuat Sahabat Menangis

Rasulullah sholallohu ‘alai wa salam adalah teladan bagi semua manusia. Beliau adalah teladan baik bagi orang miskin maupun orang kaya. Teladan bagi pemimpin maupun rakyat jelata.

Seorang Rasulullah memiliki keyakinan yang sempurna, meyakini bahwa hidup di dunia hanyalah sebuah perantara untuk menuju kehidupan yang kekal dan abadi yaitu kehidupan akherat.

Karenanya, Rasulullah memberikan contoh kepada kita semua, bahwa kehidupan di dunia jangan sampai melalaikan kehidupan akherat. Benda-benda dunia sering kali membuat kita terlena dan melupakan kehidupan akherat. Sehingga hidup dengan kesederhanaan adalah pilihan terbaik untuk menjaga hati kita agar tidak lalai dari kehidupan setelah mati.

Rasulullah hidup dalam kesederhanaan. Hal ini dapat terlihat pada kondisi rumah beliau yang sangat sederhana. Sebuah rumah mungil cukup untuk tidur, sholat.

Berbagai perabotan rumah yang ada juga sangat sederhana. Mari kita simak bagaimana kondisi rumah Rasulullah dengan menonton video beriktu ini.

Banyak HOAX! Inilah Makam Nabi Muhammad Yang Benar

Makam Nabi muhammad saw adalah makam yang paling tertutup. Makam yang letaknya sekarang ada pada bagian samping dari Masjid Nabawi ini, hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu dan pada waktu tertentu saja.

Umat Islam yang berada di Masjid nabawi hanya bisa melihat makam dari luar, dilihat dari sebuah lubang kecil. Itu saja, kita tidak benar-benar bisa melihatnya karena dari lubang tersebut kita hanya melihat bagian luar dari tembok yang mengelilingi makam Nabi Muhammad saw serta dua sahabatnya yaitu Abu Bakar dan Umat bin Khatab.

Bisa dikatakan bahwa kita sebenarnya tidak bisa menemukan foto dari makam Nabi Muhammad saw, karena nampaknya memang dilarang untuk memotretnya.

Jika anda pernah mendapatkan informasi dan melihat foto-foto yang dikatakan makam nabi yang bentuknya seperti kuburan yang umum kita lihat dari makam para nabi dan orang sholeh, maka kemungkinan besar itu bukan makam Nabi Muhammad saw.

Sering kali kita dapati sebuah foto yang tersebar online, terlihat sebuah kuburan berwarna yang ditutupi kain berwarna hijau dan tertulis ayat-ayat al-quran berwarna kuning emas, itu sebenarnya bukan makam Rasulullah saw.

Makam Rasulullah hanya berupa sepetak tanah berpasir yang disampingnya terdapat makam Abu Bakar dan disamping makam Abu Bakar ada makam Umar Bin khatab. Kuburan ketiganya rata dengan tanah disekitarnya.

Sepetak tanah itu, yang dahulu adalah rumah atau kamar Istri Rasulullah yaitu Aisyah, kini dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari batu hitam (direkontruksi saat kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz), kemudian diatasnya sebagai atap dipasang batu putih berbentuk bulatan.

Dibagian luarnya lagi masih diberi 2 tembok dinding pembatas yang berbentuk pentagonal tak beraturan.

Tembok rumah ‘Aisyah dan Tembok Pentagonal pertama itu dibangun oleh Umat Bin Abdul Aziz pada tahun 91 Hijriyah.

Pada tahun 654 H terjadi kebakaran yang menhancurkan struktur masjid Nabawi dan dibangun kembali selesai pada tahun 678 H oleh Al-Zahir Baybars.

Pada Tahun 886 H ( 1481 Masehi) masjid tersambar petir dan mengakibatkan kebakaran. Sultan Qutaybi merenovasi keseluruhan bangun termasuk membangun tembok pentagonal kedua dari kuburan dan tetap bertahan hingga sekarang.

Untuk Melihat gambaran lebih lengkapnya silahkan tonton video berikut ini sampai selesai.

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, disebutkan oleh Nabi Muhammad saw bahwa Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 Hasta. Kemudian manusia tingginya semakin kecil hingga seperti sekarang.

Jika kita mencoba mengonversinya ke dalam ukuran meter, maka 60 Hasta itu seta dengan 27 meter lebih 40an centimeter. Dengan badan setinggi itu, jika dibandingkan dengan orang zaman sekarang, maka sama dengan orang berdiri sekitar 14-15 orang.

Namun tentang seperti apa postur tubuhnya apakah mirip dengan manusia sekarang atau tidak, kita tidak mengetahuinya.

Berikut ini adalah video tentang jejak purba kaki manusia raksasa
dan juga peninggalan era megalitikum di banyak tempat di dunia yang masih menjadi misteri hingga kini. Apa fungsi dari benda-benda raksasa ini sebenarnya?

Namun sebagai gambarannya seberapa tinggi manusia dengan tinggi badan 27 meteran itu, kami mencoba untuk membandingkan dengan benda-benda di Indonesia yang cukup terkenal di masyarakat.

Silahkan simak video youtube berikut ini, yang mencoba membandingkan tinggi manusia 27 meter dengan Borobudur, Prambanan, Monas dan benda-benda lainnya yang terkenal di Indonesia.

Mengenai tinggi manusia zaman dahulu yang tinggi-tinggi ini, secara ilmiah juga dikemukakan oleh seorang ilmuwan barat bernama Dr. Shlomi Lesser. Dia menyebutkan sebuah teori yang disebut dengan teori “Bottle Neck” yaitu bahwa manusia mengalami penyusutan badan terus menerus akibat dari gizi dan faktor genetik. Dikatakan olehnya bahwa jika tinggi manusia zaman sekarang seperti kita ini, maka seharusnya tinggi manusia dahulu setidaknya setinggi 90 kaki. Ukuran satu kaki setara dengan 30, 48an centimeter jika dikalikan dengan 90 maka setara dengan 27 meter. (sumber: Republika).

Jika kita renungkan tentang tinggi manusia yang semakin menyusut ini, tentu adalah suatu karunia Allah SWT.  Dengan ukuran luas bumi yang tidak pernah berubah, tentu jika manusia tidak mengecil ukurannya, maka lama-kelamaan dengan semakin banyaknya manusia yang hidup, bumi ini akan penuh sesak dengan manusia.

Wallahu A’lam.

Jangan Terkecoh, Inilah Area Masjidil Aqsha Yang Benar – Area Luas Di Kelilingi Tembok

Masjidil Aqsha adalah Masjid ketiga umat Islam yang paling layak dijadikan untuk tujuan safar. Sebagaimana sabda Rasulullah:
Abu Hurairah mengabarkan bahwa rasulullah saw bersabda :”Tempat yang layak dijadikan tujuan safar hanyalah tiga masjid, yaitu; masjid ka’bah, masjidku (masjid nabawi) dan masjid Iliya (masjidil Aqsha). (shahih muslim 2476).
Masjidil Aqsha juga merupakan masjid kedua yang dibangun di muka bumi, sesuai dengan sabda Rasulullah saw.
“Dari Abu Zdar – dia berkata ,”Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pertama kali masjid yang dibangun di muka bumi? ‘Beliau menjawab , ‘masjid alharam.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian masjid apa? Beliau menjawab, ‘ masjid al-Aqsha.’ Aku bertanya, ‘berapa jarak (waktu pembuatan) antara keduanya?’ Beliau menjawab, ‘Empat puluh tahun, kemudian semua bumi bagimu adalah masjid, maka dimanapun waktu shalat mendapatimu, maka shalatlah.” (shahih muslim 809).
Umat Islam disunnahkan untuk berziarah ke 3 masjid utama Islam yaitu Masjid Alharam, Masjid Nabawi dan masjid Al-Aqsha, dengan bersusah payah.
“Dari Abu hurairah Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh, kecuali ke tiga masjid. Yaitu; masjidku ini (masjid madinah/nabawi), masjidil haram dan masjid Al-Aqsha.’ (shahih muslim 2475)
masjidil Aqsha - Haram Assyarif
Keseluruhan Komplek Haram As-Syarif adalah Masjidil Aqsha
Maka sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk menjaga ketiga masjid terpenting ini, salah satu caranya dengan menjadikan tujuan perjalanan saat berumrah dan Haji selain ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kota Al-Quds (baitul Maqdis)

Berbicara tentang masjid Al-Aqsha tidak bisa lepas dari sebuah kota yang disebut Al-Quds, yaitu kota yang merupakan tempat berdirinya masjid al-Aqsha, yang disebut juga Baitul Maqdis atau Baitul Muqadassah. Untuk saat ini letak kota Al-Quds ini disebut dengan Kota Lama Al-Quds (The old City of Jerusalem).
peta wilayah baitul maqdis
Kota Tua Al-Quds – Baitul Maqdis
Kawasan ini dikeliling oleh tembok yang berada dalam kawasan Al-Quds Timur. Yang perlu kita ketahui saat ini adalah, bahwa kota Al-Quds sekarang telah diperluas dan dibagi menjadi dua yaitu AlQuds timur dan Al-Quds Barat.
Nah, Kota lama berada di wilayah Al-Quds Timur dan Masjidil Aqsha terdapat di dalam kota lama itu. Dari gambar terlihat, Masjidil Aqsha adalah area kotak di pojok kanan.

Masjidil Aqsha

peta masjidil aqsha
Kompleks Masjidil Aqsha
Masjidil Aqsha sendiri adalah sebuah area luas yang dikelilingi tembok tinggi yang disebut juga dengan Haram As-Syarif, yang dapat terlihat jelas dalam peta satelit atau foto dari atas. Saat ini, dari foto kita bisa melihat area Masjidil Aqsha terdiri dari beberapa bagian yaitu:
(silakan lihat fotonya pada bagian sidebar samping website ini)
1. Kubah Emas (Dome of Rock)
2. Masjid Qibli – sering disebut Aljaami’ Al-Aqsha
3. Mushala Marwan

Sejarah Pembangunan Masjidil Aqsha masa Islam.

Pada waktu nabi melakukan Isra’ Mi’raj, Masjidil Aqsha berada dalam wilayah kekuasaan Romawi kristren. Saat itu jangan dibayangkan kondisi masjid seperti saat ini.
Umat Islam baru dapat membebasakan kota Al-Quds (kota lama) pada masa khalifah Umar Bin Khatab. Saat Umar datang ke Al-Quds (Baitul Maqdis), diceritakan bahwa kondisinya agak kotor dan kurang terawat. Umar pun membersihkan dan membangun sebuah masjid sederhana di kompleks Al-Aqsha.
Kemudian..
Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Bani Umayah, dibangun beberapa bangunan di dalam kompleks Masjidil Aqsha.
1. Tahun 691 – Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Kubah Batu) mulai dibangun di atas batu Mi’raj, berupa bangunan segi delapan berkubah emas yang selesai tahun 692 Masehi.
2. Malik bin Marwan juga membangun Masjid yang dikenal dengan Jaami’ Al-Aqsha yang baru selesai dibangun pada masa pemerintahan anaknya yaitu Alwalid pada tahun 705 Masehi.
Masjid yang dibangun oleh Khalifah Marwan inilah yang sering menimbulkan kebingungan masyarakat, banyak yang mengira yang disebut Masjidil Aqsha hanyalah masjid ini (yang disebut juga masjid Qibli), padahal Area Haram As-Syarif (Temple Mount) itulah Masjidil Aqsha.
(Wallahu A’lam)
(sumber:elhooda.net dan filestin.wordpress.com)

Sekilas Sejarah Politik Islam ERA PERTAMA

Nabi Muhammad SAW memulai dengan dakwah bilhikmah di Mekah selama 12 tahun lebih namun hanya sebagian kecil penduduk Mekah yang menerima Islam, Di Mekah umat Islam disiksa dan dikucilkan sampai kelaparan, Nabi berusaha mengajak penguasa di luar Mekah untuk menerima Islam, Orang Madinah yang menyambutnya sehingga terjadi bait Aqabah pertama dan kedua, selanjutnya Muslimin Hijrah Ke Madinah. 
Di Madinah terjadi persaudaraan Muhajirin dan Anshar. Dari Madinah Nabi akhirnya dapat menaklukan Mekah yang menjadi Tanah kelahiran Muhajirin. Dan berbondong-bondong masyarakat menerima Islam. 
Nabi memulai kekuasaan dari Madinah di mana penduduknya mengakuinya dan ada piagam Madinah. sebelum perang melawan kafir Qurays Umat Islam telah memiliki wilayah kekuasaan di Madinah. Masyarakat Madinah memiliki kehidupan normal, bertani, berdagang, berkeluarga, beternak. Makanya Nabi dapat memberikan teladan hidupnya, mulai dari wilayah kekeluargaan, seperti nikah dan waris, wilayah ekonomi sampai masalah pidana dan politik.
Pada masa itu, jazirah arab di kepung dua kekuatan yaitu Bizantium dan Persia. Keduanya adalah kekuasaan yang menyengsarakan Rakyatnya. Melihat kekuatan Madinah semakin besar Romawi berusaha menghancurkannya sebelum semakin besar, namun Allah berkehendak lain. Pada Masa Khalifah Umar bin khatab Bizantium dan Persia Takluk. Rakyat pun lebih senang, karena terbebas dari para penguasa yang zdalim. 
(Yang perlu kita pahami adalah kondisi sosial politik sebelum era liberalisme bangsa-bangsa, sebelum tercetusnya politik bangsa-bangsa, syah secara politik internasional untuk menaklukan wilayah lain. Dalam memandang Sejarah kita perlu juga melihat kondisi sosial-budaya-politik pada masanya.)
Khalifah pertama adalah Abu Bakar, ditunjuk dan dibaiat oleh umat Islam setelah adanya kesepakatan setelah bermusyawarah, Umar Sendiri menjadi Amirul Mukminin karena ditunjuk langsung oleh Abu Bakar.
Sebelum Wafat karena sakit setelah ditikam oleh mantan budak persia saat mengimami Shalat, Amirul Mukminin Umar Bin Khatab menunjuk beberapa sahabat untuk bermusyawarah memilih penggantinya. Dan terpilihnya Utsman Bin Affan, seorang zuhud namun kaya raya karena kejeniusannya dalam berbisnis dan tak perlu diragukan lagi keimanannya. 
Namun, ada kekurangan Utsman dalam berpolitik, yaitu terkesan mementingkan keluarganya. menjelang akhir 12 tahun pemerintahan Utsman, banyak keluhan dari masyarakat. Singkatnya cerita, terjadi demonstrasi massa di depan rumah Ustman. Timbul perusuh yang membuat kekacauan, massa menerobos masuk rumah Ustman dan memukul pemimpin mereka sendiri sampai tewas. 
Selam 4 hari amuk massa membanjiri Madinah. ketika keributan mulai surut, para pemimpin massa mengatakan tidak akan keluar sampai khalifah baru diangkat sebagai seorang yang bisa dipercaya. Akhirnya Ali RA, menantu Rasulullah saw yang diangkat menjadi khalifah keempat.
Muawiyah, yang merupakan gubernur Damaskus yang dipilih Ustman dan satu klan dengan Ustman, menuntut Ali menangkap dan membunuh para pembunuh Ustman. Namun bagaimana bisa menangkap pembunuh yang tergabung dalam massa? Tak seorangpun tahu persis siapa yang sebenarnya telah melakukan pembunuhan. Selain itu para perusuh yang membunuh Utsman sendiri pada awalnya adalah korban ketidak adilan dan penindasan. Mereka datang ke Madinah dengan keluhan yang sah.
Ali memutuskan akan mengawali dengan menyerang korupsi. Ali memecat semua gubernur dan mengangkat yang baru, namun tidak ada yang setuju mundur.
Disisi lain di Makkah, Aisyah istri Rasulullah saw, berpihak kepada Muawiyah menuntut pertanggungjawaban pembunuh Ustman. Aisyah menyerukan Jihad melawan Ali, dan sebaliknya Ali juga menyerukan Jihad melawan Aisyah. TERJADILAH PERANG JAMAL. perang pertama, Muslim melawan Muslim.  namun pada akhirnya terjadi negosiasi dan terjadi perdamaian.
Sementara Gubernur Damaskus, Muawiyah secara resmi menolak setia kepada Ali dan malah menyatakan kekhalifahan adalah miliknya.  
Terjadilah Perang saudara kedua, PERANG SIFFIN, dengan jumlah yang lebih besar. Muawiyah Gubernur Damaskus Melawan ALI.
Perang saudara ini menurut beberapa sumber menyebabkan 65 ribu korban tewas. 
Saat pasukan Ali mulai terlihat menang, Muawiyah merancang siasat untuk mehentikan mereka. Dia menyuruh Prajurit menancapkan AlQuran di ujung tombak mereka dan menyuruh prajurit berbaris di belakang para penghafal yang melantunkan ayat Alquran. Akhirnya Ali setuju berunding.
Ketika wakil-wakil kedua pemimpin bertemu, mereka sepakat bahwa keduanya (Muawiyah dan Ali) Setara. Muawiyah memerintah suriah dan Mesir. Ali memerintah selebihnya.
Namun ini malah membuat pengikut Ali yang paling berkomitmen, malah memisahkan diri dari Ali dan berbalik memusuhinya, mereka kemudian disebut sebagai KHAWARIJ.  
Pada tahun 40 H, Ali dibunuh oleh seorang Khawarij muda.
Kematian Ali bin Abi Thalib, menjadikan Muawiyah sebagai pemimpin Tunggal dan dimulailah ERA DINASTI MUAWIYAH. Sementara itu masih ada dua kekuatan lain yaitu Khawarij dan Pengikut Ali (Syiah).
Referensi: 
Abazhah, Nizar, Ketika Nabi di Kota; Kisah sehari-hari Nabi di Madinah, (Jakarta: Zaman), 2010
Ansary, Tamim, Dari Puncak Baghdad Sejarah Dunia versi Islam, (Jakarta: Zaman), 2012

7 Pencapaian Muslim Dibidang IPTEK Yang Luar Biasa di Masanya

Penggalian sejarah dunia Islam satu dekade terakhir telah mengantarkan kepada kita bukti-bukti yang kuat akan kejayaan dunia muslim timur tengah dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ada banyak pencapaian para ilmuwan muslim dari abad 8 masehi sampai abad 16 masehi. Kita sudah kenal bapak algoritma yaitu Alkhawrizmi yang merupakan salah satu Ilmuwan muslim yang masyhur. Meski ada cukup banyak catatan sejarah yang mengemukakan tentang berbagai macam penemuan saintifik di dunia muslim saat itu, namun di sini kami hanya membatasi pada 7 penemuan muslim saja.

1. Kitab Revolusi Hijau Abad 10 Masehi

Pada awal abad ke-9, sistem pertanian yang inovatif menjadi pusat kehidupan ekonomi dan organisasi produksi di tanah Muslim. Kota-kota besar Islam di Timur Dekat, Afrika Utara dan Spanyol, Artz menjelaskan, didukung oleh sistem pertanian yang rumit yang mencakup irigasi yang luas dan pengetahuan yang ahli manfaat dari beberapa metode pertanian yang paling maju yang dikenal sejauh ini. Kaum Muslim memelihara kuda-kuda dan domba terbaik dan telah membudiyakan kebun terbaik dan kebun sayur.
Bukti dari Berbagai kemajuan teknik pertanian yang sesuai ekologi alam itu, banyak dijelaskan dalam kitabkarya ilmuwan muslim abad 9-10 Masehi, yaitu Kitab al-filaha (Libro de agricultura) oleh Ibn Bassal, dari Andalusia abad ke-11 dari Toledo (diedit, beranotasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol diterbitkan di Tetua’n, 1955). Buku ini berisi informasi tentang berbagai jenis bahan makanan dan bagaimana untuk menghasilkan mereka dan memelihara mereka, di samping metode dalam budidaya pertanian, irigasi, pengendalian hewan peliharaan dan mengolah tanah.

2. Piston Pompa Taqiyuddin

Meskipun pompa ini dirancang pada abad ke-16 , namun telah memiliki komponen yang sering dikaitkan dengan teknologi modern, seperti: sebuah camshaft, blok silinder, piston, katup non-return, dimana hal ini bekerja sebagai pompa hisap. Namun, penting untuk dicatat bahwa mesin ini telah dibuat sekitar dua abad sebelum fajar Revolusi Industri.
Desain pompa ini adalah untuk meningkatkan kuantitas tertentu dari air hingga ketinggian tertentu menggunakan energi dari sungai terdekat.

3. The Book of Healing dan The Canon of Medicine

Sebuah kitab yang menjadi pedoman kedokteran bagi dunia Eropa sampai abad ke-18, yaitu yang disebut dengan Canon of Medicine. Canon of Medicine diterjemahkan dari kitab Qanun fi Thib (Canon of Medicine)(Terjemahan bebas:Aturan Pengobatan) karya Ibnu Sina atau Avicenna (latin). Ibnu Sina adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.”

4. Jam Air Al Jazari

satu karya sains peninggalan peradaban Islam yang cukup terkenal adalah jam air karya Al-Jazari. Jam air Castil adalah salah satu jam termegah yang disebutkan dalam buku al-Jazari’s. Rincian konstruksi dan operasi telah dijelaskan secara eksplisit pada awal l-‘amal al Al-Jami ‘bayn al-‘ilm wa’-Nafi ‘fi Sina’ di al-hiyal (Sebuah Kompendium tentang Teori dan Praktik Berguna Seni Teknik).
Jam ini memiliki banyak gerakan sepanjang hari, dan akan sangat menyenangkan untuk menonton dan mendengarkan. Dari sudut pandang pengamat, dia akan melihat cakram matahari di ufuk timur akan naik, bulan tidak akan terlihat sama sekali dan enam tanda-tanda zodiak yang terlihat, sedangkan titik pertama dari konstelasi Libra akan ditetapkan. lebih detail

5. Kitab al-Manazir (Buku optik)

Al-Haitham dikenal sebagai perintis bidang optik, yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.

6. 107 rumus atau resep penggunaan mesiu

Hasan Al-Rammah dalam bukunya berjudul Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah, ilmuwan Muslim kelahiran Suriah itu berhasil menulis sebanyak 107 rumus atau resep penggunaan mesiu.
Sebanyak 22 resep mesiu yang diraciknya khusus digunakan untuk roket. Menurut Al-Rammah, komposisi bahan untuk meluncurkan sebuah roket terdiri dari 75 persen potasium nitrat, 9,06 persen sulfur dan 15,94 persennya karbon. Perhitungan yang dilakukan Al-rammah pada abad ke-13 M itu sudah mampu mendekati komposisi ideal, yakni 75 persen potasium nitrat, 10 persen sulfur, dan 15 persen karbon.

7. Bapak Kedokteran Bedah

Lahir pada 938 Masehi di utara Córdoba di Al Zahra, kota kerajaan Abdulrahman III, Abu al-Qasim Khalaf ibn al-‘Abbas dikenal sezaman dengan al-Zahrawi, dan nama Latinnya adalah Abulcasis. Al-Zahrawi hanya menulis satu buku, ‘Ajizja’ Kitab al-Tasrif li-man al-Ta’lif Sebuah kompendium 30 volume pada obat-obatan, operasi, farmasi dan topik kesehatan lainnya dikumpulkan selama 50 tahun karirnya. Volume terakhir nya, 300-halaman Pada Bedah, adalah buku pertama untuk pengobatan operasi sebagai subjek terpisah dan risalah ilustrasi bedah pertama . Meliputi ophthalmology, kebidanan, ginekologi, kedokteran militer, urologi, ortopedi dan banyak lagi, Buku itu tetap menjadi referensi standar bedah di Eropa sampai akhir abad ke-16. Al-Zahrawi telah menggunakan tinta sebelum operasi untuk menandai sayatan pada kulit pasiennya ‘, sekarang menjadi prosedur standar di seluruh dunia. Dia adalah orang pertama yang menggunakan Catgut untuk menjahit luka internal, sutra untuk bedah kosmetik dan kapas sebagai pembalut operasi.

Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa

Pendahuluan: Kondisi Dunia Islam

Beberapa abad pasca dinasti Abasyiah, umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar, yaitu Ilmu Akherat (agama) dan Ilmu Dunia (agama). Pengelempokan ini menimbulkan penilaian, mana yang lebih unggul. Tentu saja karena kita umat Islam lebih banyak fokus pada Akherat, karena memang itulah tujuan hidup manusia, Hal ini menyebabkan Ilmu Akherat lebih diunggulkan (Wallahu A’lam). Akhirnya Umat Islam lebih terdorong untuk menuntut ilmu-ilmu Agama dibandingkan Ilmu-ilmu keduniaan.
Kondisi ini lambat laut berlangsung selama berabad-abad, setelah Huru hara perang salib di daerah barat Asia selama 200 tahun, sehingga kurang stabilnya kondisi. Ditambah Serangan ganas Mongol dari Timur yang menghancurkan khazanah ilmu di Baghad dan kota-kota lain yang merupakan pusat para sarjana Islam pada waktu itu. Kondisi ini membuat Umat Islam lebih cenderung untuk fokus pada ilmu agama. Sedangkan Ilmu Dunia menjadi stagnan dan banyak ditinggalkan.
Kondisi sebelumnya, nampak berbeda dimana umat Islam memiliki semangat yang luar biasa dalam menuntut Ilmu. Perluasan kekuasan di Dunia Islam ke segala penjuru, membuatnya menemukan khazanah-khazanah kuno dari Yunani, Persia, India dan tempat lainnya, dimana saat itu Dunia sedang berada pada masa kegelapan. Ilmu-ilmu dunia tidak lagi dikembangkan selama berabad-abad. Sementara di Dunia Islam Al-Quran dan Sunnah Rasul menekankan pentingnya menuntut ilmu.
ilmuwan besar muslim berpengaruh

Semangat umat Islam untuk menuntut Ilmu begitu besarnya dan disisi lain penguasa saat itu sangat mendukung, sehingga dalam waktu yang bisa dikatakan singkat, munculah cabang-cabang ilmu baru hasil kolaborasi atas pengembangan ilmu-ilmu kuno dari berbagai sumber. Dari sumber sejarah mengatakan bahwa saat itulah cikal bakal Ilmu Modern muncul, yaitu metode ilmiah. Dalam khazanah Ilmu-ilmu kuno Sebelumnya belum ditemukan metode Ilmiah. Dengan adanya metode ilmiah inilah akhirnya banyak penemuan-penemuan didunia muslim saat itu. Namun di sisi ekonomi nampaknya penemuan-penemuan besar seperti konsep piston, jam air, tidak menjadi komoditi penting sehingga perkembangannya tidak signifikan dan mungkin akhirnya hanya tersimpan di gudang.

kondisi ini berbeda dengan Eropa abad 16 masehi

7 Abad Sebelumnya sekitar akhir abad 9 masehi, kondisi dunia Eropa masih dalam kegelapan karena tak ada perkembangan Ilmu pengetahuan. Masyarakat diliputi oleh berbagai macam takhayul. Kondisi ekonomi dari hasil pertanian tidak banyak memberikan hasil. Hingga akhirnya ditemukan mata bajak yang bisa mempercepat proses pengolahan tanah. Lambat laun Para petani ini semakin makmur kondisi ekonominya. Orang-orang kaya akhirnya terkadang melakukan perjalanan jauh ke dunia Arab, yang saat itu terlihat sangat maju dibanding dunia Eropa.
 Di sisi lain perang salib yang berkepanjangan terus berlangsung selama 200 tahun. Kondisi tersebut, tentunya menyebabkan persentuhan-persentuhan Eropa dengan Dunia Arab Islam yang “lebih Modern”. Meskipun perang berkecamuk antara Eropa dan Dunia Islam, namun di sisi lain perekonomian tetap berlangsung antara masyarakat Eropa dan Arab. Ya mungkin seperti saat inilah, dengan kondisi yang sebaliknya.
bazar di Atena - muslim
Bazar di Atena

Singkat cerita akhirnya Orang-orang eropa pun belajar Ilmu di pusat-pusat Ilmu pengetahuan dunia Islam saat itu. Dan menemukan manuskrip-manuskrip kuno dari dunianya pada masa lampau. Dengan belajar ilmu dari dunia Islam serta mempelajari sendiri manuskrip kuno, Setelah berabad-abad kondisi Eropa mulai berubah.

Sentimen Agama

Perang Salib membuat sentiman agama muncul di dunia Islam, Para pedagang Islam “mencekik” pedagang Eropa. komoditi-komoditi yang banyak diminati eropa yang berasal dari dunia Timur Jauh, harus melewati pedagang Arab dulu dan harganya menjadi sangat mahal. Orang-orang Eropa dengan keahliannya berlayar, melakukan sejumlah pelayaran dengan tujuan India melalui samudera melewati Cape Town (semenanjung Afrika) dan berhasil hingga Melayu. Keberhasilan ini diikuti oleh para pedagang Eropa, sehingga bisa mendapatkan komoditi penting tanpa harus melewati Arab.
ilustrasi kapal vasco de gamma
ilustrasi kapal Vasco De Gamma
Di saat yang sama Ilmu Pengetahuan di Dunia Eropa juga semakin maju. Dunia Eropa nampak semakin kaya yang diikuti dengan Kemajuan di bidang Teknologi. Penemuan mesin uap akhirnya mengawali Era Industri. Sementara di Dunia Islam berlaku sebaliknya.

Ilmuwan Besar Muslim di Mata Eropa

Keberhasilan Eropa menuju era Industri, tidak terlepas dari perkembangan Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam (khususnya lagi Andalusia, Spanyol). Hal ini dapat terlihat dari beberapa Ilmuwan muslim yang namanya tersohor di Eropa, beberapa diantaranya yang memiliki nama besar di bidang ilmu Pengetahuan yaitu:

Ibnu Sina (Avicena)

Nama Lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Asli bin Sina. Lahir pada tahun 370 Hijriyah atau 980 Masehi di Desa Khormeisan, Afsyanah dekat Bukhara, sekarang di wilayah Uzbekistan dan wafat tahun 1037 M. Seperti anak-anak muslim lainnya kala itu, pelajaran awal yang harus ia pelajari adalah tentang Al-Quran. Lalu ia pun belajar ilmu lainnya.
Ibnu Sina berasal dari keluarga bermzhab Ismailiyah, dimana sangat akrab dengan pembahasan Ilmiah yang disampaikan bapaknya. Sejak kecil Ibn Sina telah mempelajari sastra dan ilmu agama seperti tafsir, fikih dan tasawuf. Karena keceredasaanya, ia telah banyak menguasai Ilmu saat usia 10 tahun. Setelah itu Ibnu Sina mempelajari ilmu logika, hitung, pengobatan dan filsafat.

ibnu sina qanun fi attib
Ibnu Sina Hidup di masa dunia Islam, banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Secara intensif Teks Yunani dari Plato hingga Aristoteles diterjemahkan dan dikembangkan lebih maju oleh para ilmuwan. Suasana dan kondisi wilayahnya sangat mendukung dalam perkembangan ilmu dan budaya. Pada masa itu Ibnu Sina memiliki akses untuk belajar di perpustakaan besar di wilayah Balkh, Khwarezmia, Gorgan, Kota Ray, Kota Isfahan dan Hamedan. Selain fasilitas perpustakaan besar yang memiliki banyak koleksi buku, pada masa itu hidup pula beberapa ilmuwan muslim seperti Abu Raihan Al-Biruni seorang astronom terkenal, Aruzi Samarqandi, Abu Nashr Mansur seorang matematikawan terkenal dan sangat teliti, Abu al-Khayr Khammar seorang fisikawan dan ilmuwan terkenal lainya.

Selama hidupnya Ibnu Sina telah menulis 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Kebanyakan memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Karya besarnya yang sangat monumental adalah berjudul Qanun fi al-Thibb (Canon of Medicine). karya besar lainnya seperti buku filsafat yang berjudul asy-Syifa dan juga al-Isyarat wat-Tanbihat. Pada tahun 1955, Ibnu Sina dinobatkan sebagai Father of Doctors (Bapak
kedokteran)

Ibnu Rusyd (Averoes)

Abu Walid Muhammad bin Rusyd, tahun 520 Hijriah (1128 Masehi) lahir di Kordoba (Andalusia/spanyol). Dilahirkan dari keluarga terpandang, ayah dan kakeknya adalah hakim-hakim terkenal. Sejak kecil Ibnu Rusyd telah mempelajari ilmu fikih, ilmu hitung dan kedokteran di Sevilla, lalu pulang ke kordoba untuk studi, meneliti dan menulis. Usia 18 tahun hijrah ke Maroko mendalami teologi (ilmu Tauhid) berpaham Asy’ariyah. Sehinga ia menjadi ahli dalam bidang syari’at, kedokteran dan filsafat.
Menurut Ernest Renan (1823-1892) karya Ibnu Rusyd mencapai 78 judul yang terdiri dari 39 judul tentang filsafat, 5 judul tentang kalam, 8 judul tentang fiqh, 20 judul tentang ilmu kedokteran, 4 judul tentang ilmu falak, matematika dan astronomi, 2 judul tentang nahu dan sastra.
Beberapa karyanya seperti; Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid. Buku fiqh Islam yang berisi perbandingan mazhab (aliran-aliran dalam fiqh dengan menyebutkan alasan masing-masing), Fashl al-Maqal Fi Ma Baina al-Himah Wa asy-Syirah Min al-Ittishal. Buku yang menjelaskan adanya persesuaian antara filsafat dan syari’at. Buku yang terkenal dalam lapangan ilmu filsafat dan ilmu kalam. Tahafut al-falasifah, merupakan pembelaan Ibnu Rusyd terhadap kritikan al-Ghazali terhadap para filosof dan masalah-masalah filsafat, dan masih banyak karya lainnya.

Ibnu Haitham (AlHazen)

Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham lahir di Basrah (Irak) pada 354 H, bertepatan dengan 965 Masehi dan wafat pada tahun 1039 genap usia 74 tahun.Sejak kecil ia amat giat menuntut ilmu terutama Alquran, matematika, dan ilmu pengetahuan alam. Mula-mula di Basrah, lalu merantau ke Ahwaz dan Baghdad untuk memperdalam ilmu-ilmu tersebut. Ibnu Haitham remaja mulai meneliti alam semesta dan mulai melakukan percobaan ilmiah, hasilnya ditulis menjadi buku. Ia pun pergi ke Mesir untuk meneliti aliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan ilmu falak. Ia menjadi pengajar Universitas al-Azhar. Ibnu Haitham menetap di Cairo, dan wafat sekitar tahun 1039 M.
Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler menciptakan mikroskop serta teleskop. Beliau merupakan orang pertama yang menulis dan menemui pelbagai data penting mengenai cahaya.

konsep kamera obscura
Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan dari matematika, sains, dan ketuhanan. Ketiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai, dan untuk menguasainya seseorang harus memaksimalkan masa mudanya untuk mempelajarinya dengan sepenuhnya.
Beberapa kitab karya Ibnu haytham:
Al-Jami’ fi Usul Al-Hisab, yang mengandung teori-teori ilmu matematika dan Analisa Matematika;
Kitab Al-Tahlil wa Al-Tarkib, mengenai ilmu geometri;
Kitab Tahlil Al-Masa’il Al-Adadiyah, tentang algebra;
Maqalah fi Istikhraj Simat Al-Qiblah, mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;
Maqalah fima Tad’ullaih, mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak; dan
Risalah fi Sina’at Al-Syi’r, mengenai teknik penulisan puisi.

Selain ketiga ilmuwan besar tersebut ada banyak lagi ilmuwan  besar lainnya yang sangat berpengaruh di dunia Eropa seperti:

Jabir Bin Hayyan (Gebert)
Al-Kindi (al-kindus)
Az Zahrawi (Abulcasis)
Al-Khawarizmi (AlGorisma)
Ibnu Zakaria Al-Razi (Razes)
Ibnu Bajjah (Avempace)

Anda dapat menemukan biografi lengkap masing-masing tokoh tersebut lewat internet dengan mudah, melalui mesin pencari, terutama google. Kita akan memperoleh sumber tulisan yang luar biasa tentang biografi para ilmuwan besar tersebut bagaimana mereka menjalani kehidupannya.

Kesimpulan

Dengan membaca biografi para ilmuwan besar muslim ini, semoga kita terinspirasi untuk terus bersemangat memajukan peradaban yang sesuai dengan tuntunan syariah. Satu hal yang kami kira perlu dicontoh, bahwa mereka semua masa kecilnya telah terlebih dahulu belajar Al-Qur’an. Pemahaman Agama telah kuat di dalam diri mereka baru mereka belajar ilmu-ilmu seperti filsafat dan logika. Hal ini menghasilkan karya-karya original yang kritis dan logis serta tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Jadi agama menjadi pondasi dasar cara berfikir para ilmuwan besar muslim masa itu. Berbeda dengan dunia eropa awal abad pencerahan, dimana para ilmuwannya harus berhadapan dengan otoritas agama hingga harus dibunuh.

mempelajari alquran sejak kecil

Intinya dengan melihat sejarah Islam, kita akan sedikit tahu apa yang dimaksud dengan nur(cahaya) Allah. Ilmu itu adalah cahaya.

(sumber rujukan; buku Dari puncak Baghdah Sejarah Dunia Versi Islam, wikipedia Id, dan web-web lainnya yang membahas tentang biografi masing-masing ilmuwan muslim).

7 Peninggalan Sejarah Islam Yang Hebat

Kalau kita berbicara tentang sejarah Islam tentunya akan mendapatkan begitu banyak peninggalan-peninggalan yang besar dan hebat. 14 abad umat Islam telah melakoni kehidupan yang membentuk peradabannya. Ini tentunya membuatnya berada pada pencapaian-pencapaian tertentu.
Alquran dan Sunnah Rasul tentu tidak bisa disetarakan dengan apapun di dunia ini dan tidak bisa disebut sebagai peninggalan, karena keduanya masih dipakai sebagai petunjuk muslim. Sehingga Keduanya bukan yang kami maksudkan disini.
Dari begitu banyak peninggalan sejarah Islam berikut ini kami sebutkan 7 diantaranya yang bisa disebut peninggalan besar dan hebat.

1. Universitas Al Qarawiyyin

universitas alqarawiyin Fez maroko
Universitas AlQarawiyyin atau Jami’ah AlQarawiyyin berada di kota Fez Maroko yang didirikan pada 859 M. Pada tahun 1998, Guiness World of Record menempatkan universitas ini sebagai Universitas tertua dan pertama yang menawarkan gelar kesarjanaan. Cikal bakal universitas ini berasal dari aktivitas diskusi yang digelar di Masjid antara penduduk setempat dan juga para pendatang yang berasal dari Qairawan atau Tunisia. Selain itu juga digunakan sebagai tempat untuk membahas perkembangan politik. Lambat laun apa 
yang dibahas mencakup berbagai macam bidang ilmu.

2. Benteng AlHambra, Granada Spanyol

benteng alhambra spanyol andalusia
Kota Granada merekam jejak peradaban Islam yang gemilang di Eropa. masih banyak bekas peninggalan dinasti Umayah II yang masih berdiri di kota Granada, salah satunya adalah Istana dan Benteng Al Hambra. Benteng ini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Spanyol, karena keindahan arsitekturnya yang khas.

Baca Juga Tentang
a. Sejarah Islam Lengkap – Rujukan Online
b. Daftar Isi Sejarah Peradaban

3. Masjidil Haram

masjdil haram peninggalan sejarah Islam terhebat
Masjidil Haram adalah masjid dimana Ka’bah berdiri yang menjadi tempat suci umat Islam. Masjid ini menjadi masjid terbesar dan tersuci di Dunia. selama 24 jam terus menerus masjid ini tidak pernah sepi dari orang beribadah. Dan tentunya akan begitu ramai saat musim ibadah Haji. Kesucian dan kesibukannya membuat masjid ini terus menerus dipugar untuk mendukung kenyamanan Ibadah Haji.

4. Mushaf Alquran tertua di Uzbekistan

mushaf alquran tertua di dunia
Sebuah mushaf Ustmani, AlQuran Tertua di Dunia masih tersimpan di sebuah perpustakaan di wilayah Hasimam, sebuah tempat yang cukup jauh dari hiruk pikuk kota dan pengunjung. Namun halaman dari Mushaf tertua ini hanya tersisa sekitar 250 lembar. Didekatnya terdapat sebuah masjid yang menyimpan berbagai macam peninggalan Islam  di Asia tengah. 

5. Ilmu Kedokteran Ibnu Sina

kitab kedokteran kuno - ibnu sina
Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan dan filsuf abad ke 10 Masehi yang banyak disebut sebagai bapak ilmu kedokteran modern. Di Barat dikenal dengan nama Avicena. Salah satu peninggalan monumental Ibnu Sina adalah kitab Qanun fi Altib, atau sering disebut The Canon of Medicine. Kitab ini menjadi rujukan kedokteran selama berabad-abad hingga abad 17. Avicena lahir dari kota Afsyanah di wilayah Uzbekistan saat ini.

6. Pedang tertajam Di Dunia

pedang tertajam di dunia - pedang damaskus
Saat perang salib pasukan eropa dikejutkan oleh pedang yang mampu menembus baju zirahnya. Pedang ini adalah pedang Damaskus. Cirinya dapat terlihat pada pola tanda air mirip seperti keris. Setelah diteliti oleh para ilmuwan ditemukan adanya karbon nanotube pada pedang Damaskus. Tanpa disadari pembuatannya menggunakan menggunakan teknologi nano saat menempa pedang.

7. Sistem Aljabar

kitab kuno aljabar alkhawarizmi
Sebelumnya perhitungan matematika masih terbilang rumit dan tidak praktis. Simbol angka-angka masih menggunakan angka romawi. Di dunia Islam ilmu-ilmu matematika kuno dari romawi dan persia serta India dikembangkan hingga munculah ilmu matematika dengan sistem Aljabar.

Mari Sejenak Kita Baca Sepenggal Tulisan di Fanspage Islamwiki berikut ini:

Itulah 7 diantara peninggalan Islam yang hebat. Dan jika kita mencoba mengaitkannya satu sama lain, akan tampak satu benang yaitu Ilmu Pengetahuan. Karunia Allah kepada manusia di bumi adalah Ilmu Pengetahuan. Dengan Ilmu manusia dapat berkuasa di muka bumi ini. Begitu pentingnya ilmu dalam Islam, sehingga banyak kitab yang menjadikannya Ilmu sebagai bab tersendiri. Seperti Kitab Hadits Bukhari yang salah satu babnya membahas tentang hadits-hadits yang berhubungan dengan ilmu. (sumber: onthespot – trans7(tv))