Polemik Alkohol dalam Obat-Obatan 

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.

Para pengunjung setia wahdaniyah.com yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Pembahasan kali ini adalah pembahasan lanjutan mengenai alkohol dari pembahasan kami sebelumnya. Sekarang kita akan meninjau bagaimanakah pengaruh alkohol dalam obat-obatan dan bagaimana hukum menggunakan obat semacam itu.

Kami berawal dengan menjelaskan alkohol dalam obat batuk. Karena inilah obat-obatan yang sering menggunakan bahan campuran alkohol.

Alkohol dalam Obat Batuk

Batuk merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami banyak kalangan. Sehingga batuk diidentikan sebagai reaksi fisiologik yang normal. Batuk terjadi jika saluran pernafasan kemasukan benda-benda asing atau karena produksi lendir yang berlebih. Benda asing yang sering masuk ke dalam saluran pernafasan adalah debu. Gejala sakit tertentu seperti asma dan alergi merupakan salah satu sebab kenapa batuk terjadi. Obat batuk yang beredar di pasaran saat ini cukup beraneka ragam. Baik obat batuk berbahan kimia hingga obat batuk berbahan alami atau herbal. Jenisnya pun bermacam-macam mulai dari sirup, tablet, kapsul hingga serbuk (jamu). Terdapat persamaan pada semua jenis obat batuk tersebut, yaitu sama-sama mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai pereda batuk. Akan tetapi terdapat pula perbedaan, yaitu pada penggunaan bahan campuran/penolong. Salah satu zat yang sering terdapat dalam obat batuk jenis sirup adalah alkohol.

Temuan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar obat batuk sirup mengandung kadar alkohol. Sebagian besar produsen obat batuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri menggunakan bahan ini dalam produknya. Beberapa produk memiliki kandungan alkohol lebih dari 1 persen dalam setiap volume kemasannya, seperti Woods’, Vicks Formula 44, OBH Combi, Benadryl, Alphadryl Expectorant, Alerin, Caladryl, Eksedryl, Inadryl hingga Bisolvon.

Fungsi Alkohol dalam Obat Batuk Menurut Pakarnya

Menurut pendapat salah seorang pakar farmasi Drs Chilwan Pandji Apt Msc, fungsi alkohol itu sendiri adalah untuk melarutkan atau mencampur zat-zat aktif, selain sebagai pengawet agar obat lebih tahan lama. Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB itu menambahkan bahwa berdasarkan penelitian di laboratorium diketahui bahwa alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk, sehingga dapat dikatakan bahwa alkohol tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan frekuensi batuk yang kita alami.

Sedangkan salah seorang praktisi kedokteran, dr Dewi mengatakan, “Efek ketenangan akan dirasakan dari alkohol yang terdapat dalam obat batuk, yang secara tidak langsung akan menurunkan tingkat frekuensi batuknya. Akan tetapi bila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan ketergantungan pada obat tersebut.”

Berdasarkan informasi tersebut sebenarnya alkohol bukan satu-satunya bahan yang harus ada dalam obat batuk. Ia hanya sebagai penolong untuk ekstraksi atau pelarut saja. [1]

Bedakan Antara Alkohol Pelarut dan Khomr

Sebagaimana telah diketahui tadi bahwa fungsi alkohol dalam obat semacam obat batuk adalah sebagai solvent (pelarut). Oleh karenanya, sebagaimana penjelesan kami yang telah lewat mengenai alkohol, mohon alkohol yang bertindak sebagai solvent (pelarut) ini dibedakan baik-baik dengan alkohol pada khomr. Karena kedua alkohol ini berbeda.

Perlu kita ketahui terlebih dahulu, khomr adalah segala sesuatu yang memabukkan. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.”[2]

Yang jadi illah (sebab) pengharaman khomr adalah karena memabukkan. Khomr diharamkan karena illah (sebab pelarangan) yang ada di dalamnya yaitu karena memabukkan. Jika illah tersebut hilang, maka pengharamannya pun hilang. Karena sesuai kaedah “al hukmu yaduuru ma’a illatihi wujudan wa ‘adaman (hukum itu ada dilihat dari ada atau tidak adanya illah)”. Illah dalam pengharaman khomr adalah memabukkan dan illah ini berasal dari Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ (kesepakatan ulama kaum muslimin).”[3]

Inilah sebab pengharaman khomr yaitu karena memabukkan. Oleh karenanya, tidak tepat jika dikatakan bahwa khomr itu diharamkan karena alkohol yang terkandung di dalamnya. Walaupun kami akui bahwa yang jadi patokan dalam menilai keras atau tidaknya minuman keras adalah karena alkohol di dalamnya. Namun ingat, alkohol bukan satu-satunya zat yang dapat menimbulkan efek memabukkan, masih ada zat lainnya dalam minuman keras yang juga sifatnya sama-sama toksik (beracun). Dan sekali lagi kami katakan bahwa Al Qur’an dan Al Hadits sama sekali tidak pernah mengharamkan alkohol, namun yang dilarang adalah khomr yaitu segala sesuatu yang memabukkan.

Sedangkan alkohol yang bertindak sebagai pelarut sebenarnya tidak memabukkan karena kadarnya yang terlalu tinggi sehingga mustahil untuk dikonsumsi. Kalau mau dikonsumsi, maka cuma ada dua kemungkinan yaitu sakit perut, atau bahkan mati. Sehingga alkohol pelarut bukanlah khomr, namun termasuk zat berbahaya jika dikonsumsi sebagaimana layaknya Baygon.

Jadi yang tepat kita katakan bahwa alkohol disebut khomr jika memabukkan dan tidak disebut khomr jika tidak memabukkan.

Pandangan Ilmu Fiqih Mengenai Obat Beralkohol

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin menjelaskan, “Adapun beberapa obat yang menggunakan campuran alkohol, maka itu tidaklah haram selama campuran tersebut sedikit dan tidak nampak memberikan pengaruh.”[4]

Obat yang mengandung alkohol ini dibolehkan karena adanya istihlak. Yang dimaksud dengan istihlak adalah bercampurnya benda haram atau najis dengan benda lainnya yang suci dan halal yang jumlahnya lebih banyak sehingga menghilangkan sifat najis dan keharaman benda yang sebelumnya najis, baik rasa, warna dan baunya.[5]

Apakah benda najis yang terkalahkan oleh benda suci tersebut menjadi suci? Pendapat yang benar adalah bisa menjadi suci.

Alasannya adalah dua dalil berikut.

Hadits pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ

“Air itu suci, tidak ada yang dapat menajiskannya.”[6]

Hadits kedua, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ

“Jika air telah mencapai dua qullah, maka tidak mungkin dipengaruhi kotoran (najis).”[7]

Dua hadits di atas menjelaskan bahwa apabila benda yang najis atau haram bercampur dengan air suci yang banyak, sehingga najis tersebut lebur tak menyisakan warna atau baunya, maka dia menjadi suci.

Jadi suatu saat air yang najis, bisa berubah menjadi suci jika bercampur dengan air suci yang banyak. Tidak mungkin air yang najis selamanya berada dalam keadaan najis tanpa perubahan. Tepatlah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,  “Siapa saja yang  mau merenungkan dalil-dalil yang telah disepakati dan memahami rahasia hukum syari’at, niscaya akan jelas baginya bahwa pendapat inilah yang lebih tepat. Sangat tidak mungkin ada air atau benda cair yang tidak mungkin mengalami perubahan menjadi suci (tetap najis). Ini sungguh bertentangan dengan dalil dan akal sehat.”[8]

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin juga mengatakan, “Begitu pula khomr apabila dia bercampur dengan zat lain yang halal dan tidak memberikan pengaruh apa-apa, maka campuran yang ada akan tetap halal.”[9]

Di samping itu pula selain karena alasan istihlak sebagaimana dijelaskan di atas, obat yang mengandung alkohol diperbolehkan karena illah (sebab) seperti yang ada pada khomr tidak ada lagi, yaitu memabukkan. Padahal hukum berputar sesuai dengan ada tidaknya illah (sebab).

Sebagian orang mungkin ada yang salah memahami hadits berikut.

مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

“Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.”[10] Sehingga dari sini ada sebagian yang mengatakan bahwa dalam obat ini terdapat alkohol sekian persen, maka itu terlarang dikonsumsi.

Kami katakan bahwa pernyataan seperti ini muncul, di antaranya karena kurang memahami hadits di atas. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan, “Mereka menyangka bahwa makna hadits tersebut adalah jika sedikit khomr tercampur dengan minuman selain khomr, maka minuman tersebut menjadi haram. Ini bukanlah makna dari hadits di atas. Namun makna hadits yang sebenarnya adalah jika sesuatu diminum dalam jumlah banyak sudah memabukkan, maka kalau diminum dalam jumlah sedikit tetap dinilai haram.”[11] Sedangkan yang ada pada obat-obatan tidaklah demikian.

Untuk Kehati-hatian

Chilwan Pandji mengatakan, “Konsumsi alkohol berlebih akan menimbulkan efek fisiologis bagi kesehatan tubuh, yaitu mematikan sel-sel baru yang terbentuk dalam tubuh. Selain itu juga efek sirosis dalam hati, di mana jika dalam tubuh manusia terdapat virus maka virus tersebut akan bereaksi dan menimbulkan penyakit hati (kuning).”

Chilwan Pandji menambahkan bahwa pada saat ini telah ditemukan berbagai macam obat alternatif yang memiliki fungsi sama dengan obat batuk yang mengandung alkohol tersebut.[12]

Oleh karena itu, dari sisi inilah obat yang mengandung alkohol bisa kita katakan sebaiknya dijauhi. Alasannya, karena jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Padahal Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An Nisa’: 29). Di antara maksud ayat ini adalah janganlah menjerumuskan diri dalam kebinasaan yaitu yang dapat mencelakakan diri sendiri.[13] Di antara bentuknya adalah mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat membahayakan jiwa.

Begitu pula sebagaimana dikatakan oleh Chilwan Pandji di awal, berdasarkan penelitian di laboratorium diketahui bahwa alkohol dalam obat batuk tidak memiliki efektivitas terhadap proses penyembuhan batuk, sehingga dapat dikatakan bahwa alkohol tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan frekuensi batuk yang kita alami.[14]

Sebagaimana pula hasil rapat Komisi Fatwa MUI tahun 2001 menyimpulkan bahwa minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol minimal 1%  (satu persen).[15] Sehingga untuk kehati-hatian, kami sarankan untuk meninggalkan obat beralkohol jika kandungan alkoholnya di atas 1%.

Penutup

Sebagai solusi, kami sarankan menggunakan obat herbal, di mana diketahui tidak membutuhkan alkohol dalam pelarutan zat-zat aktif, tetapi dapat menggunakan air sebagai bahan pelarut. Obat batuk herbal yang berasal dari bahan alami ini pada dasarnya tidak berbahaya, dan dari segi kehalalannya sudah lebih dapat dibuktikan. Inilah solusi yang lebih aman.

Demikian sekelumit pembahasan mengenai obat beralkohol seperti obat batuk. Semoga bermanfaat.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Tips Agar Anak Kecanduan Al Qur’an

(wahdaniyah.com) – Memiliki anak yang menghafal seluruh Al Qur’an adalah impian banyak orang tua Muslim saat ini, dan memangini adalah tujuan yang sangat mulia.

Berikut 5 tips agar anak-anak kecanduan Al Quran yang bisa dipraktekkan oleh Ayah dan Bunda di rumah:

1. Berhenti Menyuruh Anak

Cara pertama yakni berhenti menyuruh anak untuk membaca Al-Qur’an. Artinya sebagai orangtua kita tidak hanya meyuruh anak tapi harus memberikan tauladan atau contoh yang baik kepada anak-anak terlebih dahulu.

Ayah bunda sebaiknya membaca Al Quran rutin setiap hari di hadapan anak-anak. Walau awalnya mereka cuek, tapi percayalah, mereka itu memperhatikan dan mulai menginstal dirinya bahwa inilah yang harus mereka lakukan juga.

2. Meluangkan Waktu untuk Membuat Halaqah Al-Qur’an

Buatlah agenda keluarga untuk membuat halaqah Al Qur’an. Setiap ba’da Shubuh atau Maghrib, misalnya, ayah bunda duduk dalam lingkaran, kemudian bergantian membaca Al-Qur’an.

3. Tadabbur Terjemahan Al-Quran

Agar anak-anaknya tertarik untuk mentadaburi Al-Qur’an, maka ayah bunda bisa mulai membiasakan tadabbur terjemahan Al Quran. Insya Allah setelah konsisten, anak-anak pun penasaran dan ingin mengikuti apa yang dilakukan ayah bunda mereka. Saat mereka mendengarkan tadabbur terjemahan Al Qur’an, anak-anak mulai mengerti makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang setiap hari mereka baca.

4. Mencoba Menghafal Al-Qur’an Bersama

Jika sebelumnya anak-anak biasa menghafal Al-Qur’an sendiri, maka untuk membuat anaknya tidak bosan untuk menghafal Al-Qur’an, maka Ayah bunda bisa mengajak anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an bersama-sama.

Agar ayah bunda pun mengetahui susahnya menghafal Al-Qur’an, dan bisa memahami apa yang anaknya lalui untuk menghafal Al-Qur’an.

5) Puji Anak Depan Suami

Untuk membuat minat anak semakin besar terhadap Al Qur’an, maka biasakan memuji setiap perkembangan anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an di depan ayahnya. Bunda biasakan sengaja memuji anak-anak di depan ayahnya, agar mereka merasa diakui dan semangatnya semakin besar untuk mempelajari Al Qur’an.

Yaps, intinya sebelum orangtua mengajak anak untuk cinta Al-Qur’an maka orangtua harus terlebih dahulu mencintai Al Qur’an, maka barulah lahir anak-anak pecinta Al Qur’an.

Selamat menjadi pendidik cerdas dan sholehah.

Selamat mencoba!

(ibm/wahdaniyah.com)

Tips Jika Terjebak Berdebat Dengan Para Munafik

Beberapa kali mungkin kita terjebak dalam debat. Kadang malah terlihat tak berujung. Akhirnya malah terjadi saling tuding, saling hina, bahkan tak jarang kata-kata kasar terlontar. Baru saja, sebelum menuliskan catatan singkat ini, saya membaca tulisan seorang saudara di akun twitternya.

Darinya, ada beberapa hal yang perlu disampaikan di sini terkait sikap seorang da’i dalam menghadapi orang-orang munafiq. Allah berfirman,

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh”. (QS al A’raaf 199)

Mengomentari ayat ini, Sayyid Quthb, dalam Zhilal, berkata, ” Inilah arahan-arahan rabbaniyah di dalam menghadapi kejahiliyahan yang sangat buruk, di dalam menghadapi kemanusiaan yang tersesat. Arahan rabbani menyeru da’i untuk berlapang dada dan toleran. Juga supaya menyampaikan perintah dengan jelas untuk melakukan kebaikan yang sudah dikenal oleh fitrah manusia dengan lapang dengan tidak mempersulit dan tidak memperberat. Juga supaya ia berpaling dari tindak kejahiliyahan, dengan tidak menjatuhkan hukuman pada mereka, tidak mengajaknya/melayaninya berdebat, dan tidak ikut bersama-sama mereka”, ujarnya.

Apabila mereka melampaui batas dan menimbulkan kebencian dengan keras kepala dan menghalang-halangi, dan setan mengembuskan kebencian itu, maka hendaklah seorang da’i memohon perlindungan pada Allah agar hatinya tenang, tenteram, dan bersabar.
Sementara itu, Ibnu Katsir, dalam tafsirnya, berkata, Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan dia menceritakan sebuah kisah mengenai Umar ketika salah satu tamunya membuatnya marah. Maka al Hur bin Qais berkata padanya, “Yaa amiral mu’minin, sesungguhnya Allah ta’ala berfirman pada nabi, ‘Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah dengan ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang bodoh’.”

Ibnu Jarir berkata bahwa sesungguhnya nabi telah memerintahkan agar dia menyuruh pada yang ma’ruf pada hamba-hambanya. Termasuk dalam yang ma’ruf itu adalah segala ketaatan, dan menyuruh berpaling dari orang-orang yang bodoh…

Mari tetap bersikap dingin menghadapi orang-orang munafiq. Sebab, Allah berkata bahwa memang seperti itulah tabiat mereka. Mereka akan tetap bersikap seperti itu hingga mereka mau mengubah apa yang ada dalam dirinya, yang kemudian berakibat pada turun tangannya Allah dalam mengubah hatinya, dalam mengubah sikapnya.

“Dan jika dikatakan pada mereka, “Marilah (kembali) pada apa yang diturunkan oleh Allah dan kepada rasulnya.” kamu pasti akan melihat orang2 munafiq itu menghalang2i kamu dengan keras”. (QS an Nisaa’ 61)

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada dalam qaum itu, sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka”. (QS ar Ra’d 13)

Menghadapi mereka, Allah memerintahkan kita untuk memberikan “qaulan baliigha” pada mereka.

“Mereka itu adalah orang2 yang Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. Krn itu, berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah pada diri mereka qaulan baliigha (perkataan yang membekas)”. (QS an Nisaa’ 63)

Pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan qaulan baliigha itu? Untuk lebih mudahnya, mari kita simak nasihat Syaikh Utsaimin berikut ini. Beliau, dalam ash Shohwatul Islamiyyah, berkata bahwa bashirah, khususnya dalam da’wah itu ada tiga: pertama, bashirah ‘alaa ilmi. Kedua, bashirah ‘alaa mad’u. Ketiga, bashirah ‘alaa da’wah.

Yang pertama, bashirah ‘alaa ilmi. Pengetahuan atau penguasaan atas ilmu. Yang ini jelas merupakan syarat da’wah pertama. Tidak perlu saya jelaskan lagi lebih jauh. Sebab apa lagi yang akan dijelaskan oleh seorang da’i selain ilmu mengenai Islam? Bukankah mereka yang tak memiliki sesuatu tak dapat memberikan sesuatu?

Mengenai hal ini, Syaikh Utsaimin berkata, Sebagian orang menghukumi sebagian perkara yang bukan merupakan kewajiban sebagai perkara yang wajib; dibangun dengan ijtihad yang keliru, ta’wil, dan syubhat yang tiada dasarnya. Apalagi menjadikan hal tersebut sebagai tolok ukur wala’ dan bara’! Apabila ia menjumpai seseorang yang berbeda pendapat dengannya, ia benci dan marah dengannya. Padahal pendapatnya sendiri telah menyelisihi al Kitab dan as Sunnah. Namun, apabila pendapat seseorang sesuai dengan pendapatnya, ia pun mencintainya.

Kedua, bashirah ‘alaa mad’u. Pengetahuan atas objek da’wah. Hal ini dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengutus Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu untuk berda’wah di Yaman. Saat itu, beliau bersabda, Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab. (Muttafaqun ‘alaih)

Kata-kata ini tentu bukan tanpa maksud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan kita mengetahui objek da’wah sebelum berda’wah padanya. Kita patut mengetahui tingkat ilmunya, kemampuannya dalam diskusi maupun debat, dan sebagainya, supaya kita kemudian mampu mengambil hatinya dan mengajaknya pada Islam. Asy Syaikh kemudian mengutip sebuah hadis berikut, Sesungguhnya kalian akan saling mengalahkan di hadapanku, dan sebagian kalian lebih cerdas dalam mengemukakan pendapat daripada sebagian yang lain. Maka aku memutuskan perkara berdasarkan apa yang kudengar. Barangsiapa yang mengajukan perkara demi mengambil hak saudaranya, janganlah diambil. Sesungguhnya barangsiapa yang berhenti dari hal itu, terputuslah api neraka baginya. (Muttafaqun ‘alaih)

Ketiga, bashirah ‘alaa da’wah. Pengetahuan atas da’wah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kami diperintah supaya berbicara kepada manusia menurut kadar akal mereka masing-masing”. (HR. Muslim).

Ini penting, sebab tidak semua manusia memiliki standar yang sama dalam menilai perkataan orang lain. Bisa jadi, karena kita membaca al Quran dan mendapati nabi Ibrahim yang merupakan khalilullah itu sampai menyebut ummatnya sesat dengan perkataan yang jelas itu (QS 21:54), lantas kita berbuat hal yang sama.

Perlu kita perhatikan kultur masyarakat yang berkembang. Jelas berbeda kultur masyarakat nabi Ibrahim dengan kultur masyarakat kita, meski model ma’shiyatnya sama saja. Sama-sama kesyirikan yang jadi masalah. Jelas berbeda kultur masyarakat Arab zaman Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan budaya masyarakat Indonesia saat ini. Dahulu, ada sebuah qabilah yang nyaman saja disebut “bani kalb”. Tapi tentu itu tak tepat bila sebutan itu disematkan—dengan alasan apa pun—pada penduduk Indonesia. Dahulu ada sahabat yang lazim dipanggil Abu Hurairah. Tak pas pula rasanya bila panggilan ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kemudian kita sematkan pada tetangga kita yang menyukai kucing.

Untuk itu, Rasul kemudian memerintahkan kita untuk berbicara—dalam rangka berda’wah, tentu—menurut kadar akal objek da’wah. Semata supaya pesan da’wah ini tak tertinggal. Supaya maksud besarnya tak terpotong.

Ada sebuah kekhawatiran dari dalam diri saya melihat da’i yang mengabaikan rambu-rambu ini: akan ada perdebatan-perdebatan tak berkualitas yang secara perlahan tapi pasti akan menurunkan izzah para da’i di mata mad’unya. Akibatnya, belum satu kalimat terlontar dari lisan kita, keengganan mereka sudah muncul terlebih dahulu. Jadilah niat kita untuk berda’wah tak terlaksana.


Syariat ini perlu disampaikan. Salah satu wasilahnya adalah dengan cara beradu argumen (QS 16:125). Berdebat, dengan kata lain. Di sisi lain, kita mudah menjumpai ayat maupun hadis yang berisi anjuran untuk meninggalkan debat. Apalagi bila debat itu mempertanyakan hukum atau syariat Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah kebesaran mereka sekali-sekali tidak akan mencapainya. Maka mintalah perlindungan pada Allah. Sesungguhnya Ia maha mendengar lagi maha melihat. (QS al Mu’min 56)

Namun, sekali lagi, penguasaan kita terhadap medan da’wah diuji di sini, di mana kita harus menempatkan diri kita di posisi pertengahan. Lembut dalam berda’wah memang dianjurkan. Tapi jelas tidak untuk setiap saat dan tempat. Serupa debat Ibrahim ‘alaihissalam muda dengan Namrudz. Atau seperti argumen-argumen Musa ‘alaihissalam di hadapan Fir’aun.

Janganlah kamu mengikuti orang2 yang mendustakan ayat2 Allah. Mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak (juga) padamu”. (QS al Qalam 8-9)

Dapatkan Hidung Mancung Tanpa Operasi Plastik

Memiliki hidung mancung tentu menjadi dambaan semua orang. Sayangnya tidak semua orang memiliki hidung mancung tersebut.

Demi mendapatkan hidung mancung, banyak orang yang melakukan operasi plastik oleh dokter yang berpengalaman. Tentu ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Banyak pula persiapan lain yang harus dilakukan sebelum tindakan operasi.

Ada pula sekelompok orang lainnya yang memancungkan hidung di salon kecantikan atau klinik kecantikan. Jika Sobat memilih cara ini, pastikan praktek tersebut dilakukan oleh dokter yang kompeten.

Tapi zaman semakin maju. Kini ada pula alat yang diciptakan khusus untuk membuat hidung mancung. Penggunaan alat ini tidak harus dilakukan di dokter, tapi bisa dilakukan secara mandiri.

Sayangnya, sejauh ini, belum ada penjelasan resmi mengenai tingkat efektifitas keberhasilan penggunaan alat ini. Walau begitu, banyak saja orang yang menggunakannya.

Bagaimana dengan Sobat?

Makan Ini, Liver Kamu Bakal Menangis Bahagia! Nomor 1 Banyak Dibenci!

Peranan hati atau liver sangat penting. Selain berfungsi mengeluarkan racun dari dalam tubuh (detoksifikasi), liver juga bertanggung jawab dalam sistem pencernaan lainnya. Karena itu liver perlu dijaga tetap sehat supaya bisa terus berfungsi normal.

Beberapa jenis makanan yang sangat baik bagi kesehatan liver sehingga jika liver adalah makhluk hidup, pasti ia akan menangis bahagia karena ia diperhatikan dengan baik.

1. Bawang putih

Banyak yang membenci bawang putih karena baunya yang menyengat. Tapi jangan salah, meski bau, bawang putih ini sangat bagus buat kesehatan liver.

Penelitian tahun 2016 yang terbit dalam jurnal Advanced Biomedical Research menemukan bahwa konsumsi bawang putih bisa mengurangi berat badan dan kadar lemak pada pasien penderita penyakit liver jenis NAFLD (Non-alcoholic fatty liver disease).

Seperti diketahui, kondisi berat badan berlebih dan tingginya kadar lemak bisa menyebabkan gangguan hati. Karena itu, bagi yang membenci bawang putih coba deh mulai sedikit demi sedikit dibiasakan menambahkan bawang putih dalam menu sehari-hari.

2. Buah beri

Jenis buah beri seperti strawberry, blueberry, raspberry, atau cranberry mengandung antioksidan tinggi berupa senyawa polifenol yang mampu melindungi hati dari kerusakan. Tak hanya itu, konsumsi buah beri juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh kamu. Hal ini berdasarkan hasil penelitian dalam World Journal of Gastroenterology.

3. Jeruk bali

Tak hanya enak saat dibuat rujak, ternyata jeruk bali manfaatnya luar biasa lho buat liver kamu. Hal ini diungkapkan dalam World Journal of Gastroenterology.

Dalam jeruk bali terdapat dua antioksidan utama yaitu naringin dan naringenin. Keduanya mampu melindungi sel-sel hati dari kerusakan hingga mencegah peradangan. Selain itu, konsumsi jeruk bali juga mampu mengurangi lemak pada hati yang berbahaya serta meningkatkan enzim yang merangsang pembakaran lemak.

Stop Kebiasaan Saat Hamil! Ternyata Membuat Bayi sumbing!

Bibir sumbing masih sering menjadi kejadian atau masalah yang banyak terjadi dan cukup serius di Indonesia. Beberapa faktor penyebab bibir sumbing ternyata sebagian besar masih banyak dilakukan akibat kebiasaan buruk dari orang tua.

Bibir sumbing merupakan suatu kelainan atau ketidaksempurnaan yang terletak pada bagian bibir. Bayi yang terlahir dengan kondisi seperti ini disebabkan oleh beragam faktor selama proses kehamilan.

Kelainan formasi bibir akibat terganggunya fusi (menyatunya) selama masa pertumbuhan intra uterine (dalam kandungan). Gangguan fusi ini terutama terjadi pada trimester pertama kehamilan yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Faktor gen penyebab bibir sumbing yang dibawa penderita dapat berupa, Mutasi gen dan Kelainan kromosom (75% dari faktor keturunan resesif dan 25% bersifat dominan).

Faktor eksternal penyebab bibir sumbing yaitu faktor usia ibu, obat-obatan, kekurangan asam folat, penyakit infeksi Sifilis, virus rubella, radiasi, stres emosional, Trauma dan kondisi ibu hamil yang mengalami rasa mual dan muntah berlebihan, berisiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing.

Berikut beberapa penyebab umum terjadinya bibir sumbing pada bayi, simak

1. Faktor Keturunan

  • Ini adalah salah satu hal yang mungkin jadi penyebab bibir sumbing. Selain itu, faktor lingkungan juga berpengaruh pada risiko bibir sumbing.

2. Penyakit Saat Hamil

  • Mengalami infeksi virus Rubella atau campak saat hamil juga berpotensi menyebabkan cacat pada bibir.

3. Kurang Nutrisi Asam Folat

  • Kurang nutrisi asam folat juga berpotensi untuk memiliki anak berbibir sumbing. Mengonsumsi vitamin tambahan dan banyak makanan bergizi juga penting untuk pencegahan cacat janin.

4. Kebiasaan Merokok

  • Kebiasaan merokok ataupun menjadi perokok pasif karena dapat meningkatkan risiko cacat pada janin termasuk cacat pada bagian bibir.

5. Konsumsi Obat-obatan

  • Obat-obatan yang salah dikonsumsi saat hamil juga berisiko untuk menyebabkan bibir sumbing. Maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun.

Bayi yang cacat sejak lahir karena bibir sumbing bisa disembuhkan dengan jalan operasi bedah. Namun alangkah lebih baiknya jika kita bisa mengantisipasi kecacatan seperti bibir sumbing sebelum kelahirannya ke dunia.

Semoga Bermanfaat.

Bahaya di Balik Nikmatnya Makan Bakso Keseringan

Berapa porsi ideal mengonsumsi bakso yang benar?

Macam-macam menu Bakso

Bakso menjadi salah satu makanan favorit orang Indonesia. Kuahnya yang gurih dan segar bisa menjadi alternatif hidangan yang cocok disantap saat musim panas atau dingin.

Namun, adakah dampaknya jika sering mengonsumsi bakso?

Menurut dokter spesialis gizi klinik dr. Raissa E Djuanda, M.Gizi, SpGK, sebaiknya mengonsumsi bakso tidak lebih dari satu porsi atau satu mangkuk per hari. Batasi jumlah bakso hanya enam butir saja dengan ukuran sedang dan perbanyak tambahan sayuran.

Meski enak, konsumsi bakso yang tidak dibatasi bisa berisiko buruk bagi tubuh. Raissa menjelaskan, konsumsi bakso berlebih bisa meningkatkan kolesterol dalam darah. Sebab, dalam satu porsi bakso mengandung sekitar 100 miligram (mg) kolesterol.

“Sedangkan menurut American Heart Association, batasan kolesterol sehari adalah 200 mg pada orang yang berisiko dan 300 mg pada orang  yang tidak berisiko,” ujar Raissa dalam program Ayo Hidup Sehat di tvOne, Rabu, 12 Juni 2019.

Apalagi jika bakso yang dikonsumsi juga diberi tambahan lain, seperti jeroan yang memiliki kolesterol tinggi. Selain kolesterol meningkat, Anda juga bisa berisiko mengalami obesitas jika makan bakso berlebihan.

Kalori bakso diperkirakan 370 kalori, tapi jika di dalam satu mangkuk juga ada tambahan mi, bihun, dan tahu goreng, kalorinya bisa mencapai 500 kalori. Karena itu, ketika makan bakso, bijaklah dalam memilih isiannya. Dan, dengan jumlah kalori yang sedemikian tinggi, jangan lagi beranggapan bakso sebagai panganan selingan.

“Bakso bisa menjadi sumber energi yang cukup baik karena kalorinya yang tinggi. Kalori akan dipakai sebagai energi untuk aktivitas sehari-hari,” kata Raissa.

Karena itulah bakso lebih cocok dijadikan sebagai makanan utama. Meski begitu, perhatikan juga bakso yang Anda konsumsi, apakah terbuat dari bahan yang baik dan bebas bahan kimia tambahan seperti formalin atau boraks.

Bahan kimia seperti formalin atau boraks bisa meningkatkan risiko penyakit kanker jika dikonsumsi terlalu sering. Di samping itu, sering mengonsumsi bakso juga bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Di dalam kuah bakso ada kandungan natrium yang cukup tinggi, mencapai 600 mg. Padahal, dalam satu hari, kita hanya membutuhkan sekitar 1.500 mg. Jika makan dua mangkuk bakso, maka jumlah natriumnya sudah mencapai batas normal.

Buah-Buahan Ini Hampir Punah, No 1 Banyak Yang Belum Pernah Memakannya

Indonesia termasuk negara yang banyak memiliki jenis buah-buahan. Namun, sekarang ini ada beberapa buah-buahan yang keberadaannya mulai sulit ditemukan. Padahal buah-buahan tersebut memiliki khasiat yang bagus bagi kesehatan tubuh.

Berikut 5 buah yang sudah jarang ditemukan:

1. Buah Nam naman

Buah namnam mempunyai manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Ini dikarenakan buah namnam itu mempunyai kandungan nutrisi yang cukup lengkap seperti vitamin dan juga mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Buah nam-naman dapat mengobati diare, sumber vitamin C, melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan air seni, mengatasi kencing batu, hipertensi, dan untuk program diet.

2. Buah Kepel

Buah kepel termasuk buah langka, dimana keberadaannya saat ini sudah jarang ditemukan. Buah ini memiliki kulit cokelat dengan daging berwarna jingga. Tak hanya rasanya yang manis, buah kepel juga mempunyai banyak manfaat bagi tubuh kita. Buah ini dapat mengatasi masalah bau badan, mencegah peradangan ginjal serta melancarkan buang air kecil.

3. Buah Cempedak

Buah cempedak memang sekilas nampak seperti buah nangka. Buah ini memang masih satu famili dengan nangka, yaitu famili Moraceae. Ciri dari buah cempedak yakni dagingnya berwarna kuning, memiliki cita rasa manis dan aromanya hampir sama dengan buah durian. Buah cempedak tergolong buah langka. Buah cempedak ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Diantaranya menurunkan kadar kolesterol, mengatasi tumor, meningkatkan kekebalan tubuh, mengobati malaria, melancarkan sistem pencernaan, dan mampu meningkatkan kesehatan mata

4. Buah Jamblang atau Duwet

Untuk Kamu yang hidup di era 90-an pastinya sudah familiar dengan buah ini. Duwet atau yang biasa dikenal sebagai jamblang merupakan buah langka yang cukup sulit ditemukan saat ini. Buah ini berukuran kecil, warnanya hitam agak keunguan, sedangkan rasanya asam-manis. Biasanya masyarakat mengonsumsinya dengan tambahan garam. Buah Duwet juga memiliki khasiat bagi kesehatan, diantaranya sebagai obat diabetes, sariawan, asma, diare dan batu kronis.

5. Buah Matoa

Matoa merupakan buah khas asal Papua. Umumnya berbuah hanya sekali dalam setahun pada Juli sampai Oktober. Rasa manisnya mirip seperti buah kelengkeng dan juga rambutan. Buah matoa berwarna merah keunguan dengan sedikit warna hijau. Bentuknya lonjong seperti sawo.

Berkhasiaf sebagai antioksidan, obat ambeien, mencegah penuaan dini, hipertensi, mengontrol kadar gula, menghilangkan stres, melancarkan pencernaan, sebagai sumber tenaga, mengeluarkan racun, dan mencegah munculnya jerawat.

Diantara 5 buah diatas, buah apakah yang belum sobat wahdaniyah coba?

*semoga bermanfaat.

Limbah Kulit Jeruk Ternyata Membuat Roti Sehat

Foto: InstagramKendal – Kulit jeruk biasanya dibuang. Karena rasanya pahit dan tak enak dimakan. Peneliti memanfaatkan limbah ini untuk membuat roti sehat.

Beragam jeruk biasa dipakai untuk meracik minuman seperti jus atau cocktail. Ampas jeruk yang sudah diambil sarinya ini umumnya berakhir di tempat sampah. Ternyata limbah jeruk ini bisa dimanfaatkan untuk membuat roti lebih sehat.

Dikutip dari food and wine (12/6) studi terbaru di Italia mengungkapkan bahwa tambahan 2% serat bllod orange dan lemon dalam tepung gandum durum bisa dimanfaatkan untuk membuat roti berserat tinggi.

Limbah Kulit Jeruk Ternyata Bisa Dipakai Untuk Membuat Roti Sehat
Temuan ini dipublikasikan di Journal Frontriers of Nutrition yang bisa memecahkan dua masalah sekaligus. Pertama, untuk menjawab pertanyaan apakah ada cara menambah asupan serat tanpa harus makan kacang lentil saja tiap hari.
Kedua, untuk mengatasi limbah makanan yang tiap hari makin bertambah di dunia.

Studi ini menjelaskan bahwa di selatan Italia, industri jeruk menghasilakn setengah juta ton serat jeruk atau ‘pastazzo’ setiap tahun. ‘Setelah melalui sejumlah pencucian dan pemurnian, sangat mungkin membuat tepung jeruk yang kaya akan serat diet yang bisa ditambahkan dalam produk makanan.’ungkap penulis studi ini.

Limbah Kulit Jeruk Ternyata Bisa Dipakai Untuk Membuat Roti Sehat
Lalu bagaimana penambahan serat jeruk itu pada produk roti? Apakah akan mempengaruhi tekstur dan mempengaruhi daya simpan roti? Kira-kira roti akan terasa kayak jus jeruk? Jawabannya, dengan tamabhan serat jeruk roti menjadi makin enak.

Situs Bakery and Snacks menuliskan roti dengan serat jeruk memang punya rasa jeruk tetapi tidak terlalu berbeda dengan roti lainnya. Juga tak mempengaruhi volume, berat dan struktur remah. Semuanya nyaris sama dengan roti biasa. Bahkan roti dengan serat jeruk ini tahan lebih lama daripada roti biasa.

Studi ini tak sekedar meneliti efek tambahan serat jeruk untuk menambah citarasa tetapi lebih dari itu.

‘Akhirnya pemakaian serat jeruk pada pembuatan roti dapat dipertimbangkan sebagai alternatif bahan yang ramah lingkungan, dan valorisasi limbah pengolahan jeruk dan produk sampingannya,’ demikian kesimpulan penelitian.

Tentu saja banyak orang tak keberatan makan roti dengan sedikit aroma jeruk sekaligus menyelamatkan lingkungan.

Menu Makanan Bayi Sehat Umur 6-12 Bulan

Menu makanan  bayi sehat umur 6-12 bulan ini kami ambilkan dari dokumentasi dari situs balita-anda. Dengan adanya menu makanan bayi sehat ini semoga dapat membantu para ibu untuk memberikan hidangan makanan terbaik bagi buah hatinya.

A. Nasi Tim Hati (Menu Makanan bayi sehat umur 6-12 bulan)

menu makanan bayi yang pertama ada nasi tim dengan campuran hati ayam.

BAHAN menu masakan untuk bayi sehat

600 ml air
2 sendok makan beras
25 gram hati ayam, iris kecil-kecil
25 gram tempe
50 gram labu kuning
1 iris tomat matang
1 sendok teh minyak

CARA MEMBUAT :

  • Masak air bersama beras, hati ayam serta tempe, aduk perlahan hingga mengental.
  • Masukan labu kuning, tomat dan masak sambil diaduk hingga matang.
  • Tambahkan minyak, aduk hingga tercampur rata. Angkat dan biarkan hingga dingin.
  • Saring atau masukan kedalam blender dan haluskan.
  • Tuang dalam mangkuk dan sajikan segera.

Catatan :

  • Pilih hati ayam yang masih utuh, tidak hancur, terutama empedunya. Bila empedu pecah hati akan terasa pahit.
  • Untuk 2 porsi (1 porsi = 209 kalori)

B. TIM TAHU LEZAT

Menu makanan untuk bayi sehat yang kedua ini adalah kita namai Tim tahu lezat.

BAHAN :

50 gr wortel diparut
50 gr tahu dihancurkan
50 gr tepung beras merah/putih
500 cc air
20 gr daun bayam diiris halus
50 gr tomat diiris kecil
Gula pasir secukupnya

CARA MEMBUAT :

  • Masukkan wortel, tahu, tepung beras, dan air dalam mangkuk tahan panas kemudian ditim.
  • Selama ditim mangkuk harus ditutup, sambil sekali-kali isinya diaduk.
  • Setelah setengah masak masukan bayam lalu aduk lagi kemudian masak sampai tim betul-betul lunak, kemudian angkat.
  • Haluskan dengan blender kalau ada, kemudian saringlah dan hidangkan dengan air tomat.

CARA MEMBUAT AIR TOMAT :

  • Rendam tomat dalam air panas yang baru mendidih kira2 10 menit, lalu angkat, hancurkan dan saring, tambahkan 100 cc air dan sedikit gula.
  • Balita dibawah usia 6 bulan dapat disaring / dihaluskan terlebih dahulu.
  • Untuk 1 porsi (1 porsi : 252 kalori).

C. Bubur Beras Merah 

Menu makanan bayi sehat yang ketiga ini kita namai Bubur beras merah.

Bahan: 

100 gr beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan ayak
600 kaldu ayam
5 sdm susu formula 1
100 gr pepaya matang, haluskan
5 sdm air jeruk manis

Cara Membuat: 

  • Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang di atas api sambil diaduk hingga matang. Angkat.
  • Tambahkan susu formula 1, aduk rata.
  • Tambahkan pepaya dan air jeruk manis, aduk rata. Berikan pada bayi selagi hangat. Untuk: 2 porsi

D. BUBUR KENTANG BROKOLI

Menu makanan bayi sehat yang keempat kita nama bubur kentang brokoli

BAHAN :

40 gr daging ayam, cuci, buang lemaknya, potong kecil
100 gr tahu potong kecil-kecil
200 gr kentang, kupas, potong kecil
40 gr wortel, kupas, potong kecil
120 ml air
25 gr brokoli, petik sesuai kuntum, potong kecil

CARA MEMBUAT :

  • Masukkan daging ayam, tahu, kentang dan wortel kadalam panci. Tambahkan air, lalu masak sampai mendidih. Tutup dan biarkan selama 30 menit.
  • Masukan brokoli masak dalam keadaan tertutup selama 10 menit atau sampai brokoli lunak, angkat.
  • Masukan dalam blender dan haluskan, tuang dalam mangkuk dan biarkan dingin.
  • Hidangkan segera.

Catatan :
Agar kentang tidak berubah warna, setelah dikupas dan dibersihkan bagian lekuknya, rendam
segera dengan air sebelum diolah lebih lanjut
Untuk 2 porsi (1 porsi = 155 kalori)

Itulah 4 menu makanan bayi sehat yang kami kira dapat dengan mudah bahan-bahannya dapat ditemukan di pasar-pasar dengan harga terjangkau. Dengan sedikit resep ini semoga dapat membantu para ibu membuat santapan lezat bagi si kecil.