Umat Islam Jangan Merasa Dipojokkan

Mahfud MD berpose bersama Pengasuh Pesantren Nurul Jadi dan Pengurus ISNU Jawa Timur

Probolinggo, NU Online
Umat Islam saat ini mengalami euforia. Hal ini ditandai dengan terakomodasinya kegiatan Islam dalam berbagai agenda kenegaraan baik di daerah maupun di pusat. Tidak hanya itu, orang Islam yang potensial dengan keimanan yang kokoh, tersebar diberbagai instansi pemerintahan.

“Jadi saudara sekarang jangan merasa ‘umat Islam kok dipojokkan terus, kita harus ambil alih kekuasaan’. Ambil alih dari mana wong ini sudah Islam yang berkuasa,” jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Muhammad Mahfud MD saat menjadi narasumber dalam Seminar Islam Wasathiyah, Pancasila dan Islam Syariah di aula Madrasah Aliah Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (5/7).

Menurut Mahfud, “keberkuasaan” Islam bisa dilihat dari umat Islam yang begitu luas memasuki segala sektor kehidupan. Sekarang santri bisa jadi bupati, gubernur, menteri, dan jabatan penting lainnya. Dulu, umat Islam dianggap kelas dua.

“Kalau dulu tidak bisa santri (NU) jadi menteri kecuali menteri agama,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, posisi penting di jajaran kepolisian juga banyak diisi muslim yang taat. Polisi yang dulu dikesankan sebagai sosok yang menakutkan, kasar dan bahkan seakan tidak kenal agama, sekarang sudah lain. Tidak sedikit polisi yang jadi ustadz, muballigh, dan sebagainya.

Ia lalu menyebut Kapolri Tito Karnavian sebagai sosok yang islamnya cukup kuat. Bahkan di rumah Kapolri, setiap Rabu sore digelar pengajian, mengumpukan anak-anak yatim untuk dibina. Di sisi lain, Kapolres Gunugkidul, Fu’adi, dikenal sebagai sosok polisi yang hafal Al-Quran. Demikian juga Kapolda Sumatera Selatan, Mapoldanya dijadikan markas pengajian. Sedangkan Gus Miek bersama Gus Wijoyo Kusumo mengembangkan tradisi semaan Al-Quran bersama Kapolda Jawa Tengah.

Sementara di kampus-kampus dengan masjidnya yang megah-megah, kegiatan keislaman juga lancar. Umat Islam juga diberi akses luar biasa untuk menempuh pendidikan mana saja, bahkan disediakan beasiswa.

“Jangan bilang Islam dipojokkan. Tidak usah berteriak-teriak mendirikan negara Islam, memberlakukan syariat Islam, dan sebagainya. Lakukan saja perintah-perintah Islam yang substantif itu,” pungkasnya.

Bahaya Mandi 2 Kali Sehari Benar-benar Tak Sehat, Sebenarnya

Hay guys kita kali ini akan memberikan informasi yang menarik dan anda tunggu-tunggu, kita akan bahas soal aturan mandi dalam sehari yang sesungguhnya.

Mandi dua kali sehari ternyata tidak baik untuk kesehatan, mau tau alasannya? Yuk langsung aja kita baca.

Ilmuwan menemukan bahwa kulit warga suku Yanomami (suku terpencil) memiliki kompleksitas bakteri yang tinggi, akibat jarang mandi. Itu menjadi antibiotik alami untuk mereka dan menghindarkan dari banyak penyakit.

Ilmuwan pun menelaah dari sisi ilmiah, bahwa kompleksitas bakteri yang dialami itu terjadi karena sekumpulan mikro bioma, mikro bioma tersebut membuat sistem imun, pencernaan, dan fungsi hati berjalan lancar.

Saat kompleksitas bakteri berkurang, virus akan lebih mudah menyerang tubuh. Apalagi jika seseorang tinggal di daerah iklim tropis dan lembab, kondisi ideal bagi bakteri jahat untuk berkembang.

Walau ilmuwan itu tidak benar-benar menyarankan orang untuk jarang mandi, namun mereka membeberkan bukti ilmiah kebaikannya untuk kulit.

Kulit bisa terjaga kelembabannya dengan baik jika tak sering mandi, maksimal paling sering adalah sekali sehari.

Terimakasih atas kunjungan Anda semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda semua sampai jumpa di lain waktu dan artikel salam sejahtera untuk kita semua.

Disiksa Dan Dipaksa Mendengar Jeritan Wanita-Wanita Yang Diperkosa, Syria Bagai Neraka!

“Saya bekerja di tanah saya ketika mereka [pemerintah Suriah] menangkap saya dan semua orang di sekitar saya yang bekerja pada waktu itu. Saya ditahan selama 40 hari. Itu sangat sulit. Mereka menuduh saya terlibat dengan kelompok-kelompok bersenjata .

Mereka terus bertanya padaku di mana para pejuang berada di daerah kami, yang berasal dari Tentara Pembebasan Suriah.

Mereka menanyakan kami semua pertanyaan yang sama. Mereka akan mengalahkan kita. Mereka akan memperkosa wanita di ruangan lain dan membuat kita mendengar suara mereka, jeritan mereka. Mereka tidak membiarkan kami tidur.

Saya berada di sebuah ruangan dengan empat orang lain, teman saya dan saudara laki-laki saya bersama kami pada saat itu. Saudara ipar saya juga ditangkap. Itu penangkapan kolektif dan acak. Kami bisa mendengar mereka menyiksa mereka di kamar sebelah kami.

Kakak ipar saya meninggal karena penyiksaan. Mereka memukulinya sampai mati di suatu tempat di ruangan lain.

Saya dibebaskan setelah beberapa waktu. Saya kembali ke desa saya, saya tidak punya tempat lain untuk pergi.

Pada Juni 2014, ISIL (Negara Islam Irak dan Levant, juga dikenal sebagai ISIS) muncul di daerah kami.

Beberapa bulan kemudian pada bulan September, ketika saya bekerja di tanah lagi, para pejuang datang. Mereka menginginkan informasi tentang rezim dan Tentara Pembebasan Suriah. Setiap interogator akan menuduh saya sesuatu yang berbeda. Saya ditahan selama sembilan bulan hingga Agustus tahun lalu.

Mereka menempatkan saya di salah satu rumah aman bersama dengan 200 orang lainnya. Itu adalah bandara militer tua di luar kota. Ada orang-orang dari semua provinsi di seluruh Suriah. Penyiksaan adalah rutinitas sehari-hari.

Mereka membantai empat orang yang berada di ruangan yang sama dengan saya. Mereka berasal dari Raqqa yang memiliki informasi atau mengkritik mereka dalam Raqqa. Mereka dituduh sebagai agen.

Setiap dua atau tiga hari mereka memberi kami sedikit makanan – cukup untuk membuat kita tetap hidup. Kami tidur di lantai. Ada toilet di kamar yang sama. Itu menjijikkan.

Mereka akan mengalahkan kita. Mereka akan memperkosa wanita di kamar lain dan membuat kita mendengar jeritan mereka.

Pernah Zina? Begini Cara Taubatnya

Zina adalah salah satu dosa besar dan perbuatan yang dibenci Allah. Mendekati zina saja sudah dilarang apalagi melakukannya?

Namun sayangnya tak sedikit umat muslim yang terjerat dalam zina. Lebih miris lagi, banyak kaum muda yang juga melakukannya.

Lalu jika sudah pernah berzina, bagaimana cara menebus dosanya agar diampuni oleh Allah? Dalam artikel ini Ayo Membaca akan memberikan artikel bagaimana cara bertaubat dari zina.

 

Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa setidaknya ada 6 hal yang harus dilakukan untuk bertaubat dari zina. Berikut ini penjelasannya:

1. Menyesali dengan sungguh-sungguh terhadap kesalahan yang dia lakukan

Hal pertama yang harus dilakukan untuk bertaubat dari zina adalah benar-benar menyesal dengan kesalahannya. Penyesalan ini penting sebab dengan penyesalan seseorang akan memahami bahwa apa yang dilakukan adalah salah dan dibenci Allah sehingga menumbuhkan niat bertaubat.

2. Meninggalkan dosa zina dan semua pemicu zina

Konsekuensi dari dosa zina adalah meninggalkan dosa zina dan semua pemicunya. Dia harus menghindari jauh dari pasangan zinanya, kecuali setelah menikah. Menjauhi berbagai aktifitas yang mendekatkan kepada zina. Baik demgan melihat foto ataupun video yang tidak pantas dan melakukan aktifitas yang mendekatkan zina lainnya.

3. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa zina

Tanamkan bahwa dosa ini berbahaya. Karena bisa menghalangi anda untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, cepat atau lambat. Taubat yang bemar akan menjauhkan orang untuk melakukan dosa yang sama.

4. Dekatkan diri dengan banyak beribadah kepada Allah

Perbanyaklah doa dan ibadah. Perbaiki diri dengan cara menambah keimanan dan ketaqwaan. Dengan iman dan taqwa, seseorang akan terjaga dari perbuatan zina dan maksiat lainnya. Setidaknya dirikanlah shalat 5 waktu.

5. Carilah lingkungan yang baik

Cari teman yang baik yang bisa membimbing Anda untuk menjadi muslim yang baik. Karena lingkungan bisa menjadi pengaruh terbesar bagi kehidupan kita. Anda bisa sibukkan diri anda dengan belajar agama. Semoga ini bisa menguras suasana kotor yang timbul tenggelam dalam pikiran anda.

6. Rahasiakanlah!

Rahasiakan dosa ini kepada siapapun sampai mati… Rahasiakan sekalipun dengan orang terdekat anda.Menceritakan hal ini kepada orang lain justru akan menimbulkan masalah baru. Simpan kejadian ini untuk diri anda sendiri, karena orang lain tidak memiliki kepentingan dengannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508)

Itulah cara bertaubat dari zina sesuai dengan penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits. Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Kuatkanlah niat dan lekaslah bertaubat. Ingatlah bahwa kematian semakin dekat dan jangan sampai telat dalam bertaubat. Janganlah pernah mendekati zina dan lekaslah menikah jika memang sudah memenuhi syarat.

Semoga sedikit artikel ini di atas dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan renungan. Jangan pernah lelah berbuat baik. Salam membaca dan salam inspirasi!

Inilah Muslim Jepang Pertama

Kisah Maharaja Meiji Membawa Islam Ke Jepun

umat islam di jepun
Islam adalah salah satu agama minoriti terkecil di Jepun, yang mempunyai lebih ramai penganut di negara ini daripada kepercayaan Bahá’í, tetapi kurang daripada agama Kristian. Dari sekitar 126.8 juta penduduk Jepun, peratusan umat Islam di negara ini dianggarkan sebanyak kurang daripada 1%.

Terdapat kisah-kisah terpencil umat Islam di Jepun sebelum abad ke-19. Hari ini, umat Islam terdiri daripada kebanyakan komuniti imigran, serta masyarakat etnik Jepun yang lebih kecil.

Antara kisah tentang Islam di Jepun adalah ketika mana seorang maharaja Jepun memanggil Islam ke Bumi Matahari Terbit ini.

Maharaja Mutsuhito atau digelar sebagai Maharaja Meiji selepas kematiannya lahir pada 3 November 1852. Beliau merupakan putera kepada Maharaja Komei dan gundik diraja iaitu Nakayama Yoshiko.

maharaja meiji jemput islam ke jepun
(Maharaja Meiji)

 

Ketika berusia seawal 15 tahun, Maharaja Meiji sudah menaiki takhta bagi menjadi pemerintah Jepun yang ke-122.

Beliau dilihatkan sebagai maharaja yang bertanggungjawab ke atas pemodenan dan pembangunan di Jepun.

Beliau juga telah memindahkan ibu negara Jepun pada November 1867, yang sebelumnya terletak di Kyoto ke Edo yang kini dikenali sebagai Tokyo.

Dengan permulaan era Renaissance Jepun, yang dikenali sebagai era Meiji bermula pada tahun 1868, hanya dua negara di Asia menikmati kemerdekaan, iaitu Empayar Uthmaniyyah dan Jepun.

Kerana keduanya berada di bawah tekanan dari negara-negara Barat, mereka memutuskan untuk mewujudkan hubungan baik antara mereka dan akibatnya mereka mula bertukar-tukar lawatan.

Semasa Maharaja Meiji sedang membangunkan Jepun, beliau terasa negaranya kekurangan sesuatu.

sultan abdul hamid ii
(Sultan Abdul Hamid II)

Berikutan itu, beliau memutuskan untuk menulis surat kepada Khalifah Islam dari Dinasti Uthmaniyyah di Istanbul iaitu Khalifah Abdul Hamid II.

Surat yang dihantar kepada Khalifah Abdul Hamid II oleh Maharaja Meiji berbunyi begini:

“Kita berdua adalah Maharaja Timur dan sudah tentu menjadi tuntutan keperluan sesama kita dan rakyat kita untuk bersahabat dan saling berhubung.

Sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Barat sesama mereka, tatkala Barat itu juga melihat kita sebagai ’satu’ iaitu ‘orang Timur’. Beta melihat orang Barat menghantar pendakyah mereka ke negara ini untuk menyebarkan agama mereka kerana kebebasan beragama yang ada di sini.

Beta melihat tuan tidak melakukan perkara yang sama. Beta mahu tuan menghantar pendakwah-pendakwah ke negeri ini untuk mengajar dan menyebarkan agama tuan, yang boleh menjadi asas ikatan moral antara kita!”.

Menerima surat ini, Khalifah Abdul Hamid II bersetuju untuk menghantar rombongan ke Jepun. Pelayaran ke Jepun diwakili delegasi Islam dari Istanbul pada 14 Julai 1889.

Rombongan itu tiba di Yokohama pada 7 Jun 1890, diketuai oleh laksamana Uthman Pasha menaiki kapal Ertugrul, dilengkapi dengan 607 anak kapal dan 57 orang pegawai.

surat maharaja meiji kepada sultan abdul hamid ii
surat maharaja meiji kepada sultan abdul hamid ii

Misi yang dirancang berjaya dicapai dan mereka juga mengadakan pertemuan dengan Maharaja Meiji. Delegasi Turki memutuskan untuk pulang namun dihalang oleh Jepun kerana ketika itu musim taufan dan badai sedang melanda.

Namun delegasi Turki tetap dengan keputusan mereka dan memulakan perjalanan pulang pada 15 September 1890.

Malangnya, kapal tersebut dilanda badai ketika masih berada di perairan Jepun, membuatkan lebih daripada 550 orang termasuk saudara Khalifah Abdul Hamid II, terbunuh.

Mangsa yang terselamat dibawa di atas kapal dua kapal Jepun ke Istanbul.

Para syuhada dikebumikan di tempat kejadian dan sebuah muzium dibina tidak jauh dari tapak kemalangan.

Jepun dan Turki masih memperingati tragedi ini sehingga hari ini di tempat yang sama kemalangan setiap 5 tahun walaupun perubahan kerajaan yang berubah untuk berabad lamanya.

Kapal Ertugrul bukan sahaja karam bersama umat Islam yang berjuang menyebarkan agama tetapi juga tenggelam bersama mesej umat Islam kepada Khalifah di Turki.

shotaro noda atau abdul halim noda orang jepun pertama memeluk islam(Abdul Halim Noda)

Bersama-sama mereka yang terselamat, seorang pemuda Jepun yang merupakan wartawan bernama Shotaro Noda yang mengutip derma di Jepun untuk keluarga mangsa terbunuh, pergi ke Istanbul dan menyerahkan sumbangan kepada pihak berkuasa Turki.

Dia juga sempat bertemu dengan Khalifah Abdul Hamid II, yang mana memintanya untuk tinggal di Istanbul dan mengajar pegawainya bahasa Jepun.

Semasa Shorato tinggal di Jepun, dia bertemu dengan Abdullah Guillaume, seorang Muslim Inggeris dari Liverpool yang memperkenalkannya kepada Islam.

Yakin bahawa Islam adalah agama kebenaran, Shotaro memeluk Islam dan memilih untuk dinamakan Abdul Haleem. Dengan ini, Abdul Haleem Noda dianggap sebagai orang Islam Jepun yang pertama.

torajiro yamada
torajiro yamada

Tak lama kemudian, seorang lagi warga Jepun yang dikenali sebagai Torajiro Yamada pergi ke Istanbul pada tahun 1893 untuk memberi sumbangan yang dikumpulkannya ke rumah keluarga para syuhada di Turki.

Torajiro kemudiannya menjadi orang Jepun kedua yang memeluk Islam, dengan menggunakan nama Khaleel atau mungkin Abdul Khaleel.

Khaleel tinggal di Istanbul selama beberapa tahun dan menjalankan perniagaan serta mengekalkan hubungan mesra dengan Turki selepas pulang ke rumah sehingga kematiannya.

Orang Jepun ketiga yang memeluk agama Islam adalah seorang saudagar Kristian bernama Ahmad Ariga.

japanese muslim islamic japan

Dia melawat Bombay, India pada tahun 1900.

Pemandangan indah sebuah masjid di sana menarik perhatiannya, membuatkan dia masuk ke masjid tersebut dan mengisytiharkan penukarannya kepada Islam.

Dalam tempoh ini, sejumlah pedagang Muslim India tinggal di Tokyo, Yokohama, dan Kobe, mereka dianggap sebagai komuniti Islam pertama di Jepun.

Rujukan:

1. Islam Center Japan

2. Putegha

3. Interpals

Hukum Membayar Zakat Secara Online dalam Islam

Hukum Membayar Zakat Secara Online dalam Islam

Pesatnya perkembangan teknologi informasi tidak dapat kita hindari. Berbagai bidang kehidupan pun kini tidak dapat dilepaskan dari teknologi seperti mengirim pesan, mengirim uang, memesan makanan, dan lain-lain. Hampir semuanya dilakukan secara daring atau online.

Salah satu yang kini dilakukan secara daring atau online adalah membayar zakat. Bagaimana sebenarnya hukum membayar zakat secara online? Untuk mengetahuinya, ada baiknya kita pahami kembali arti zakat dalam Islam dan hukum-hukum dasar kewajiban membayar zakat.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara’. Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan merupakan rukun Islam ketiga setelah membaca dua kalimat syahadat dan shalat. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Muzzamil ayat 20 yang artinya,

“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat”. (QS. Al Muzzamil : 20).

Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al Bayyinah ayat 5 yang artinya :

“Mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan aga dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah : 5).

Dari dua ayat di atas, nyatalah bahwa sebagai muslim kita diwajibkan untuk membayar zakat. Kewajiban untuk berzakat juga dituangkan dalam hadits nabi, salah satunya yang bersumber dari Ibnu Umar ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :

“Islam didirikan atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba sekaligus rasul utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji ke baitullah, dan puasa ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut kesepakatan para ulama, pelaksanaan zakat harus mengacu pada syarat wajib dan syarat sah yang telah ditetapkan. Syarat wajib zakat adalah beragama Islam, merdeka, baligh, berakal, kepemilikan harta yang penuh, mencapai nishab, dan mencapai haul.

Adapun syarat sah zakat adalah niat yang menyertai pelaksanaan zakat dan tamlik yakni memindahkan kepemilikan harta kepada penerimanya.

Unsur lain yang juga penting namun tidak harus adalah cara penyerahan zakat. Cara penyerahan zakat meliputi pernyataan zakat dan doa penerima zakat.

Jika menilik kembali pola pembayaran zakat di masa Rasulullah, cara penyerahan zakat saat itu dilakukan dengan akad penyerahan. Akad penyerahan zakat ini dimaksudkan agar dapat diketahui siapa yang membayar zakat, siapa yang belum membayar zakat, dan siapa yang menolak membayar zakat.

Namun, di era serba digital seperti sekarang, cara penyerahan zakat tidak lagi melalui akad penyerahan. Hal ini ditegaskan oleh Syaikh Yusuf Al-Qardhawi yang menyatakan bahwa seorang pemberi zakat tidak harus menyatakan secara eksplisit kepada mustahik bahwa dana yang diberikan adalah zakat.

Karena itu, jika seorang pemberi zakat tidak menyatakan kepada penerima zakat bahwa yang ia berikan adalah zakat, maka zakatnya tetap sah. Dengan demikian, jika pemberi zakat menyalurkan zakat secara daring atau online melalui lembaga amil zakat terpercaya, maka sah dan diperbolehkan hukumya dalam Islam.

Yang perlu diperhatikan bagi muslim yang ingin membayar zakat secara daring atau online adalah memilih lembaga amil zakat yang terpercaya.

Kemudian, melakukan konfirmasi ke lembaga amil zakat yang bersangkutan dan disertai dengan konfirmasi dalam bentuk pernyataan secara tertulis setelah membayar zakat ke rekening yang telah ditentukan oleh lembaga amil zakat. Konfirmasi ini dimaksudkan untuk memudahkan amil mendistribusikan zakat kepada mereka yang berhak menerima zakat.

Demikian ulasan singkat tentang hukum membayar zakat secara online. Semoga bermanfaat.

Bingung Darah Haid atau Istihadhah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz, saya mau bertanya.
Sejak saya menggunakan suntik KB 3 bulan sekali, haid saya sangat tidak teratur. Dalam satu kali periode suntik, hanya terjadi satu kali haid. Misalnya: suntik tanggal 5 Desember dan jadwal suntik berikutnya adalah tanggal 27 Februari. Nah, di tanggal 27 Januari saya baru mendapat haid, dan itu darahnya keluar terus-menerus dan baru berhenti hingga saya suntik KB kembali. Saya merasa bingung untuk ibadah-ibadah saya.

Yang ingin saya tanyakan:
Tanggal 27 Januari, saya keluar darah, tapi hanya berupa bercak-bercak kecoklatan saja. Kadang ada, kadang ga ada. Artinya, tidak keluar terus-terusan.

Apakah itu darah haid atau istihadhah? Kalau saya beranggapan itu darah istihadhah, karena warnanya yang merah dan tidak berbau busuk. Karena itu saya tetap shalat seperti biasa.

Tetapi memang lama-kelamaan akan keluar darah dalam jumlah banyak, yaitu darah haidnya dan keluar darah banyak itu sekitar 5 atau 6 hari dan setelah itu darah tersebut hilang saya pun mandi besar. Tapi beberapa hari kemudian datang lagi , hanya saja darahnya itu sedikit-sedikit, meninggalkan bercak coklat di celana dalam dan itu berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Jadi bagaimana ustadz saya menentukan apakah darah yang pertama keluar itu darah haid atau bukan?

Kalau kata bidan saya, darah yang pertama keluar itu darah haid, tunggu selama 15 hari, nah kalau setelah 15 hari dari hari pertama darah keluar masih terus keluar darah juga itu merupakan darah penyakit dan kita sudah suci dan boleh shalat kembali.

Benarkah itu ustadz yang dikatakan bidan saya?
Mohon jawabannya ustadz, karena masalah ini sangat membingungkan saya.
Terima kasih, semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah

Dari: Ratna Rahayu

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Kaidah dalam masalah ini:

Yang jadi tolok ukur adalah ciri fisik darah. Jika cirinya adalah ciri darah haid, maka itu darah haid dengan catatan keluar minimal selama sehari. Kalau kemarin keluar selama satu jam terus hari ini juga cuma satu jam maka itu bukan tergolong darah haid.

Cara Menyembuhkan Darah Istihadhah

Darah istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita di luar masa atau siklus haid. Kita bisa mengetahui bahwa darah yang keluar bukanlah darah haid dari adanya jeda antara waktu haid hingga waktu suci, dan waktu keluarnya darah istihadhah itu. Pendarahan ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai metroragia.
Darah istihadhah berwarna merah terang, tidak kental dan tidak berbau seperti darah haid. Secara umum darah istihadhah akan terlihat seperti darah yang keluar saat tubuh kita terluka dan mengenai pembuluh darah.

Dalam Islam sendiri, telah terdapat penjelasan mengenai darah istihadhah. Pertama, darah istihadhah keluar tanpa terputus.

Seperti yang diadukan oleh Fathimah binti Abi Hubaisy radhiallahu ‘anha kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat shahih al Bukhari, “Ya Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak suci”, atau dalam riwayat lainnya, “Aku didatangi istihadhah maka aku tidak suci”.

Kedua, darah istihadhah keluar dengan terputus, atau ada jeda sebentar, dari waktu haid.

Dalam hadis, terdapat kisah ketika Himnah binti Jahsy radhiallahu ‘anha yang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku didatangi darah istihadhah yang banyak” (Musnad Ahmad, Sunan Abu Daud dan Sunan al Tirmidzi dan beliau (al Tirmidzi) mensahihkannya).

Dengan keluarnya darah istihadhah, para muslimah seringkali kesulitan untuk menghitung masa haidnya. Mereka pun merasa ragu untuk melakukan sholatnya, karena merasa dirinya belum memasuki masa suci.

Jika dalam ilmu kedokteran darah istihadhah dianggap sebagai gangguan hormonal dan diobati dengan obat-obatan atau terapi medis lainnya, lain halnya dengan pandangan Islam terhadap darah istihadhah ini.

Dari hadits Hamnah binti Jahsy yang menanyakan tentang pendapat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai dirinya yang mengalami istihadhah sementara dia dilarang sholat dan puasa,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini hanya disebabkan gangguan setan, maka jadikanlah masa haidmu 6 dan 7 hari dengan sepengetahuan Allah, kemudian mandilah, hingga rasanya dirimu telah suci dan bersih, maka sholatlah selama 24 atau 23 hari dan berpuasalah. Demikian itu sah bagimu. Selanjutnya lakukanlah itu pada tiap bulan sebagai haid dan sucinya perempuan lain pada waktu masing-masing.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melanjutkan, “Dan jika kau sanggup mengundurkan sholat Dhuhur dan melakukan sholat Ashar, maka mandilah dan lakukan sholat Dhuhur dan Ashar secara jama’ atau merangkap. Kemudian kau undurkan pula sholat maghrib dan majukan sholat isya, dengan mandi dan menjama’ kedua sholat, lalu di waktu subuh kau mandi pula lalu sholat. Demikianlah, oleh karena itu beramallah, sholatlah dan puasalah kau bila mampu berbuat. Cara yang terakhir inilah yang lebih saya sukai” (HR Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi yang mengatakan, ‘hadis ini shahih’.Katanya lagi, ‘Dan ketika saya tanyakan pendapat Bukhari, ia menjawab hadis ini hasan lagi shahih’.)

Langkah Menyembuhkan Darah Istihadhah

Dari hadits di atas, kita bisa mengetahui bahwa ternyata dalam pandangan Islam, darah istihadhah merupakaan salah satu bentuk gangguan setan atas wanita. Darah ini disertai oleh setan yang membuat wanita merasa ragu dengan ibadahnya, terlebih lagi juga bisa mengganggu hubungan antara istri dengan suaminya. Untuk itu, kita perlu bisa mengatasi darah istihadhah demi menjaga ketenangan dalam beribadah.

Berikut ini akan dibahas 13 cara menyembuhkan darah istihadhah yang bisa kita lakukan:

  1. Menjaga wudhu

Menjaga wudhu merupakan cara kita untuk menjaga kesucian diri kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mencontohkan untuk menjaga wudhu. Dengan menjaga wudhu, kita akan lebih suci dan terjaga dari gangguan syaitan.

  1. Memperbaiki hubungan dengan Allah

Secara medis, seseorang yang mengalami haid berkepanjangan dan tidak normal biasanya akan didiagnosa mengalami stress dari kegiatannya sehari-hari atau sumber lainnya. Maka, Islam pun memberi panduan untuk kita menjauhkan diri dari stress. Salah satunya adalah dengan mendekatkan diri kita dengan Allah. Perbanyak ibadah dan doa yang membuat kita semakin dekat dengan Allah. Dengan begitu, hati dan pikiran kita pun akan terasa lebih tenang dan terhindar stress.

  1. Banyak berdoa

Cobalah untuk mengamalkan doa, “Bismillahilladzi la yadurru maas mihi syai’un fil ardhi wa la fissamai wahuwassami ul’adzimDoa ini memiliki arti “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Doa ini hendaknya dibaca di awal pagi dan petang. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, disebutkan “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan petang hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya”.

  1. Banyak hadir ke majelis ilmu

Banyak menghadiri majelis ilmu, membuat kita semakin dekat dengan Allah. Selain itu, hadir ke majelis ilmu akan menambah ilmu kita sehingga bisa membedakan antara yang hak dan yang bathil, yang membuat hidup kita terasa lebih tenang.

  1. Membaca al Quran

Membaca al Quran bisa membentengi diri kita dari gangguan dan godaan setan. Selain itu, membaca al Quran juga bisa membantu membuka hati kita dan membuatnya tenang mendengarkan ayat-ayat dari Allah.

  1. Bersedekah

Sejalan dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang darah istihadhah yang telah dibahas di awal, bersedekah atau beramal merupakan perbuatan yang dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak hanya itu, Allah juga mencintai orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Bersedekah juga berarti kita memelihara harta dan mensucikan jiwa, yang juga bisa melindungi diri kita dari gangguan setan.

  1. Berpuasa

Selain bersedekah, hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam di atas juga menganjurkan untuk berpuasa. Puasa bisa menjadi jalan untuk mendekatkan diri pada Allah dan memohon perlindungan Allah dari gangguan dan godaan setan.

  1. Selalu berdzikir

Berdzikirlah meski dalam keadaan berhadas. Al Quran merupakan dzikir yang terbaik dan pakaian untuk jiwa kita. Lakukan juga amalan lain seperti al Mathurat dan al Manzil.

  1. Sholat dhuha

Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah bisa sebagai cara bertaubat dan memohon untuk diampuni dosa-dosanya, hingga dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. Dengan demikian, Allah pun akan melindungi kita dari segala gangguan setan dan sekutunya.

  1. Selalu berprasangka baik

Darah istihadhah yang termasuk darah penyakit akan membuat wanita waspada dengan kondisi tubuhnya. Hal ini kemudian akan membuat wanita mengambil langkah untuk pengobatan dan menjaga kesehatan dirinya. Selain itu, kita hendaknya juga berprasangka baik kepada Allah karena apapun sakit dan ujian yang kita alami tidak lain bisa menjadi sebab gugurnya dosa kita.

  1. Berkonsultasi pada dokter

Jangan lupa untuk berkonsultasi kepada dokter sebagai salah satu bentuk usaha pengobatan yang kita lakukan. Dokter mungkin akan memberi obat atau terapi tertentu namun kita harus percaya bahwa kesembuhan datangnya hanya dari Allah.

  1. Ruqyah diri sendiri

Cobalah untuk melakukan ruqyah, yaitu dengan menempelkan tangan kanan di bagian perut bawah dan bacakan doa ruqyah. Sebelum itu, niatkan hati kita untuk memohon kesembuhan dari Allah untuk penyakit tersebut. Lalu, tiupkan pada perut bagian bawah. Selain itu, bisa juga mencoba membacakan ayat-ayat ruqyah kepada air secukupnya, lalu gunakan air tersebut untuk minum dan juga membersihkan sehabis buang air kecil.

  1. Muhasabah diri

Alih-alih menyalahkan takdir atau keadaan, sebaiknya kita bermuhasabah diri. Menyalahkan takdir dan keadaan bisa membuat diri kita semakin stress, yang mungkin akan berpengaruh juga pada darah istihadhah. Sementara bermuhasabah bisa membuat kita menerima keadaan, introspeksi diri dan menenangkan hati.

Semoga kita selalu dikaruniai kesehatan dan dalam lindungan Allah subhanahu wa ta’alaAammiin..

Wallahu a’lam bishawab.

Doa Mustajab di Waktu Sahur

Sebagian kita mengira bahwa waktu sahur hanyalah waktu untuk menyantap makanan. Padahal waktu tersebut bisa pula kita gunakan untuk memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala, untuk memohon setiap hajat-hajat kita.

Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

Di waktu sahur inilah Allah SWT menurunkan berkah rahmat dan nikmat-Nya dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa di waktu sahur. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ads

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata : “Siapa yang berdoa kepada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta kepada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (9 : 182) menerangkan,

“Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu.”
(Syarh Shahih Muslim, 9 : 182)

Sementara itu, Ibnu Hajar mengatakan,

“Doa dan istighfar di waktu sahur adalah diijabahi (dikabulkan).”
(Fathul Bari, 3 : 32)

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa kepada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku di setiap malamnya.”
(HR. Muslim)

Dali-dalil di atas menunjukkan keberkahan waktu sahur yang merupakan sepertiga malam terakhir. Sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa waktu sahur atau sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan beristighfar karena waktu sahur merupakan waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan.

Allah SWT pun akan mencintai hamba-Nya yang memperbanyak berdoa pada-Nya. Salah satu tanda Allah sayang pada hamba-Nya yang rajin berdoa pada-Nya adalah memberi bonus berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdosa.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman yang artinya,

“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu.”
(HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan shahih)

Karena itu, ketika tiba waktu sahur, hendaknya tidak terfokus pada makan sahur saja yang merupakan salah satu amalan sunnah saat bulan Ramadhan melainkan tetap menyempatkan diri untuk mengisinya dengan berbagai jenis amalan baik di waktu sahur lainnya seperti shalat tahajjud, membaca Al Qur’an, dzikir, berdoa, tadharru atau bermohon dengan sungguh-sungguh sambil merendahkan diri kepada Allah SWT serta memohon ampunan atas segala dosa-dosanya.

Dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya,

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”
(QS. Adz-Dzaariyat : 17-18)

Allah SWT juga berfirman dalam Al Qur’an yang artinya,

“(Juga sebagai) orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.”
(QS. Ali Imran : 17)

Dari ulasan singkat mengenai doa mustajab di waktu sahur di atas disimpulkan bahwa waktu sahur adalah waktu yang paling tepat untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan karena waktu sahur yang merupakan sepertiga malam terakhir adalah salah satu waktu terkabulnya doa. Adapun doa yang diperbanyak di waktu ini adalah doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Demikianlah ulasan singkat tentang doa mustajab di waktu sahur. Artikel lain yang dapat dibaca antara lain doa ketika Ramadhan akan berakhir, hukum berdoa tidak mengangkat tangan, dan hukum berdoa setelah sholat. Semoga bermanfaat.

5 Pola Asuh Orangtua, Jadikan Anak Seperti Bill Gates

didik anak

Setiap anak memiliki bakat masing-masing yang butuh dipupuk.
Siapa yang nggak kenal Bill Gates, penemu Miscrosoft yang mampu mengubah dunia? Salah satu pria terkaya tersebut lahir di Seattle, Washington pada 28 Oktober 1955. Selain pebisnis, ia juga seorang filantropis dan penulis terkenal di Amerika Serikat.

Gates pernah dikritik karena dianggap taktik bisnisnya anti kompetitif. Sedangkan sebagai filantropis, ia melakukakn beberapa usaha kegiatan peduli sosial dengan menyumbang dana besar ke berbagai organisasi amal dan program penelitianm.

Banyak orang yang mengagumi sosok pria berdaraah campuran Inggris, Jerman, Skotlandia, dan Irlandia. Bill Gates juga dikagumi karena banyak melakukan keputusan-keputusan besar dalam hidupnya.

Bahkan ia mengundurkan diri dari jabatan sebagai pejabat eksekutif tertinggi Microsoft. Para orang tua pun pasti ingin anaknya bisa sukses seperti Bill Gates. Tapi apa saja cara mendidik anak agar bisa mengikuti jejak sang hartawan tersebut?
Dikutip dari cnbc.com pada Kamis (23/5) , berikut ini lima cara mendidik anak agar bisa seperti Bill Gates.

1. Tidak terlalu membatasi anak.

didik anak

Para orangtua diimbau untuk tidak mengekang anak. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara pikiran. Biarkan anak untuk memikirkan sesuatu yang ia temukan dari lingkungan.
Bill Gates adalah tipe anak yang sering keluar rumah. Pada usia 13 tahun, ia sering begadang untuk menikmati teknologi tanpa batas di Universitas Washington.

2. Mengerti kebutuhan anak.

Meskipun sering keluar rumah, Bill Gates mempunyai kebiasaan mengurung diri di kamar. Ibunya pernah kesulitan untuk mengajak makan bersama di meja makan. Ketika ditanya oleh sang ibu, Bill Gates mengatakan bahwa ia sedang berpikir. Mendengar jawaban tersebut, beberapa saat kemudian Bill Gates dibawa ke psikolog. Beberapa psikolog mengatakan bahwa Bill Gates remaja hanya memerlukan lebih banyak waktu.

3. Cara mendorong anak.

didik anak

Sang anak baiknya diberikan fasilitas yang layak untuk mengembangkan kemampuan. Bukan melulu mendukung segala aktivitas yang disukai, namun juga mendorong hal yang tak disukai sang anak. Hal ini sangat mendukung kebutuhan sang anak karena bisa mengenalkan anak dengan dunia baru.

4. Tidak memaksakan kehendak.

Anak yang mempunyai banyak ide dalam otaknya tidak boleh dipaksa untuk mengikuti kehendak orang tua. Terlebih saat anak mulai menentukan keputusan besar dalam hidup. Hal ini diterapkan oleh orang tua Bill Gates. Mereka kebingungan saat anak memutuskan untuk keluar dari Harvard. Padahal orangtua sangat ingin anak bisa berkuliah hingga sarjana. Saat ayah Gates mendukung keputusan sang anak, tak lama berselang Gates pindah ke Seattle bersama rekannya Paul Allen untuk fokus mendirikan Microsoft.

5. Konsep berbagi.

didik anak

Berbagi dengan sesama adalah salah satu prinsip diterapkan di rumah Bill Gates oleh Mary, sang ibu. Hal tersebutlah yang menjadi peran penting keberhasilan Bill Gates. Akhirnya, tradisi yang dilakukan orangtua diwarisi oleh Bill Gates dengan mendirikan Gates Fondation.

Berburu Lailatul Qadar di Bulan Ramadan, Kapan Waktunya?


Tak terasa hari ini umat muslim telah lebih dari hari ke 20 Ramadan. Artinya, di 10 hari terakhir Ramadan selanjutnya bisa saja terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadar.
Apa Itu Lailatul Qadar?

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan penuh ketulusan serta keikhlasan akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Semua doa akan terkabulkan dan seseorang yang senantiasa memperbanyak ibadah di malam ini akan memperoleh keistimewaan tersendiri dalam dirinya.

Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat mulia. Dalam surat Al-Qadr, di dalam Al-Quran dijelaskan jika malam ini adalah malam yang penuh kemuliaan. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemualiaan. Dan tahukah dirimu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan-Nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu malam (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr, 1-5).

Melansir dari laman tirto.id, dalam Buku Saku Sukses Ibadah Ramadan yang diterbitkan oleh LTN PBNY (2017:35), disebutkan jika al-Qadr merupakan keputusan hukum terhadap sesuatu. Dikutip dari Syarah al-Jami’ ash-Shaghir oleh Faidil al-Qadir, malam ini malaikat menulis takdir-takdir yang terjadi di malam tersebut sampai 1 tahun ke depan.

Kapan Lailatul Qadar Tiba?
Dalam beberapa riwayat dijelaskan jika malam Lailatul Qadar umumnya terjadi pada satu malam di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Malam yang paling utama adalah malam-malam ganjil atau malam 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadan.

“Carilah Lailatur Qadar pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh hari akhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)

“Aku melihat mimpimu sekalian bertepatan dengan malam tujuh (hari) terakhir (Ramadan), barang siapa mencarinya, maka carilah ia pada malam tujuh terakhir. (HR. Muslim).

Sebuah riwayat dari Anas, menyebutkan jika Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh aku keluar untuk mengabarkan pada kalian tentang Lailatul Qadar. Dan sungguh fulan dan fulan bertengkar, maka Lailatul Qadar diangkat. Mungkin ini lebih baik bagi kalian. Carilah Lailatul Qadar di malam 27, 29 dan 25.” (HR. Bukhari).

Buat Sahabat wahdaniyah ingin bertemu dengan malam Lailatul Qadar??, cobalah  memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri pada Allah lebih baik lagi mulai malam 21 Ramadan yang bisa jadi jatuhnya Lailatul Qadar. Marhaban ya Ramadan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.