Debat ‘Simbol Illuminati’ Masjid Al Safar : Bentrok Akal Sehat Vs Paranoia

Ridwan Kamil sempat dikritik karena meladeni debat penggila teori konspirasi yang menyerang masjid garapan firma arsitek miliknya.

Gubernur Jabar itu membalas telak berbagai serangan tersebut.

Gubernur Jawa Barat yang lama menekuni karir sebagai arsitek, Ridwan Kamil, sepekan belakangan meramaikan grup WhatsApp om dan tante kita yang biasa mengirim forward pesan berantai. Dia dituduh berafiliasi dengan Ordo Illuminati, gara-gara desain masjid garapan firma arsitek miliknya, Urbane Indonesia.

Video ceramah ustaz bernama Rahmat Baequni yang viral di media sosial adalah penyebab gosip ini memanas sejak akhir Mei 2019. Dalam video yang viral, Rahmat menjabarkan kalau Masjid Al-Safar di Rest Area KM 88 B Jalan Tol Purbaleunyi arah Jakarta, “sarat bermuatan” bentuk phalus dan segitiga bermata satu ala Illuminati.

Di hari pertama kerja setelah libur panjang Lebaran, dialog terbuka antara Ridwan Kamil dan Rahmat Baequni digelar di Masjid PUSDAI, Bandung, difasilitasi oleh Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat.

Membuka debat, Rahmat berkukuh bahwa segitiga mata satu di masjid itu menyerupai bentuk di gereja-gereja. Di Masjid Al-Safar simbol itu ada di mana-mana, mulai dari pintu masuk hingga mihrab.

“Kok menaranya kayak gini? Ini menara atau phalus? Kok kayak di Mesir?” ujar Rahmat.
“Kenapa Firaun membangun piramida? Untuk menunjukkan kalau dia Tuhan. Maka segitiganya mengarah ke empat penjuru mata angin kan? Itu piramida.”

Segitiga bermata satu Illuminati/Dajjal adalah simbol sensitif di Indonesia, setelah palu-arit yang lekat dengan Komunisme. Ridwan Kamil bukan satu-satunya orang yang pernah dituduh diam-diam menyusupkan simbol Illuminati dalam karya.

 

Musisi Ahmad Dhani pernah merasakan tudingan serupa gara-gara sampul album Dewa 19 dihiasi gambar piramida. Tuduhan makin kencang ketika sampul album Cintailah Cinta bergambar satu mata. Kamu yang penasaran (dan lagi nganggur) bisa simak kanal YouTube ini. Di dalamnya ada delapan seri video, mencoba membuktikan Ahmad Dhani = pendukung iluminati.

Di Sulawesi, selepas tsunami Palu dan Donggala, sempat heboh dugaan penyelipan simbol Illuminati di anjungan Pantai Manakkara, Mamuju. Jika dilihat dari angkasa, anjungan tersebut memang menyerupai mata satu sih. Berbeda dengan Dhani yang setelah diterpa gosip justru semakin terkenal, nasib anjungan ini berakhir dengan pembongkaran oleh pemerintah setempat.

Illuminati adalah gerakan yang besar di kalangan penggemar teori konspirasi. Organisasi rahasia ini dianggap mendalangi berbagai peristiwa besar di dunia, mulai dari pembunuhan Presiden AS JFK dan peristiwa terorisme 9/11. Yang paling seru, menurut teori-teori konspirasi di sisi gelap Internet, gerakan Illuminati berhasil menggaet Beyoncé dan Jay-Z menjadi anggotanya.


Daripada ngikuti kabar sumir, mending nonton dokumenter VICE soal pemuja setan betulan di Kolombia:


Jika benar,keberhasilan merekrut dua artis papan atas itu jelas milestones buat divisi marketing Illuminati mengingat Jay-Z adalah artis hip-hop miliarder pertama di dunia.
Namun, pemasaran Illumunati di Indonesia buruk karena kadung dianggap kelompok pemuja setan atau dajjal atau apa saja. Dari sini bisa kita pahami mengapa Ustaz Rahmat murka melihat tempat peribadahannya disisipi agenda penguasaan dunia.

Balik ke Ridwan Kamil, sang gubernur meresponsnya dengan memberi kuliah desain setara 2 SKS. Kata Ridwan lewat Twitter-nya, Masjid Al-Safar adalah hasil eksperimen berbasis teori arsitektur bernama folding architecture. Initnya sih, teori ini membuat bentuk bangunan seolah-olah seperti kertas yang terlipat. Hasilnya, pelipatan bangunan menimbulkan bentuk-bentuk segitiga seperti yang dijelaskan Baequni.

Walaupun debat terbuka digelar, debat ini sudah terlajur toxic. Kumparan menyebut diskusi berlangsung riuh, karena penjelasan Ridwan Kamil disambut jemaah yang hadir di Masjid PUSDAI dengan dua respons. Satu sisi bersorak mendukung, yang satunya bersorak tidak terima. Netizen yang pro ilmu arsitektur juga menyayangkan, bahkan mengkritik, kenapa Kang Emil mau meladeni debat macam ini.

Di forum itu Ridwan Kamil meminta penghakiman kepada dirinya tidak standar ganda. Kalau masjid buatannya dipermasalahkan, mestinya Masjid Nabawi di Madinah, Masjid Raya Jakarta, sampai lambang Front Pembela Islam juga dipermasalahkan.

“Kalau lingkaran, segitiga enggak boleh, maka kita harus konsisten, bintang lima juga dilarang. Apa yang terjadi? Maka semua lambang yang ada di masjid dan bulan sabit maka harus dilarang. Berarti lambang Pancasila dilarang. Lambang FPI dilarang. Itu kalau konsisten bentuk itu dilarang,” papar Ridwan Kamil, dikutip dari Kumparan.

Ridwan juga membuat sanggahan yang lumayan telak, bahwa mihrab yang dituduh berbentuk segitiga sebenarnya berbentuk trapesium karena memiliki empat sisi.

Waduh, apa habis ini ILC bakal bikin bincang-bincang yang mengundang para matematikawan? Tapi susah juga sih. Debat ini berawal dari spektrum yang sejak berabad-abad lalu tidak mau akur. Antara akal sehat, alias rasio, dengan iman. Kalau posisinya sudah mengimani bahwa Illuminati ada di mana-mana, ilmu geometri tak ada harganya dibanding video YouTube.

Apalagi debat ini jadi makin ramai lantaran dipengaruhi sentimen agama yang kuat di Jawa Barat, serta ditunggangi banyak buzzer politik, mengingat Ridwan Kamil berpotensi maju dalam kontestasi pilpres 2024.

Saya sebagai netizen biasa penikmat jalannya debat punya harapan pribadi: semoga Illuminati asli yang ada di Garut segera memberi tanggapan. Organisasi era Abad Pencerahan ini kan didirikan untuk melawan waham klenik dan mistis. Kata illuminati sendiri berarti orang yang mendapat pencerahan atau pengetahuan.

Sekarang mereka dituduh punya hubungan sama dajjal lah, memuja setan lah. Mestinya sih mereka kesal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *