Kriteria yang dijelaskan di atas terpenuhi oleh sebuah desa yang ada di Pulau Bali. Yup, Desa Penglipuran. Desa ini resmi menjadi desa wisata sejak 1993 silam. Di awal peresmiannya sebagai desa wisata, Penglipuran mendapatkan penghargaan Kalpataru.

Desa Panglipuran memiliki total luas 112 hektar yang terdiri dari 12 hektar area rumah penduduk, 49 hektar ladang, dan 37 hektar hutan bambu, Desa Panglipuran menjadi daftar wisata yang tidak boleh kita lewatkan.

Desa yang dihuni sekitar 1000-an jiwa ini akan memanjakan kita dengan suasana yang sejuk dan damai. Menyusuri Desa Penglipuran kita akan menemukan lorong jalan gang yang bersih, nyaman, dan tenang. Penduduk yang sangat ramah, bahkan kita dipersilakan mampir ke rumahnya untuk sekedar beristirahat.

Uniknya, tidak ada pemandangan lalu lalang kendaraan bermotor. Yup, kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang masuk ke sini. Rupanya peraturan desalah yang mengharuskan meletakkan kendaraan bermotornya di garasi belakang rumah yang memiliki jalur berbeda.

Kesadaran masyarakat yang sangat tinggi untuk menjaga lingkungan, begitu jelas terlihat ketika tak ada sampah sedikitpun di setiap sudutnya. Terdapat pula bak sampah di setiap sudutnya. Selain itu, masyarakat yang hendak merokok juga tak boleh sembarangan, perokok harus pergi ke tempat khusus yang sudah disediakan untuk merokok.

 

Waktu Terbaik ke Penglipuran

Dikutip dari berbagai sumber, nama Desa Penglipuran berasal dari kata pengeling dan pura, artinya mengingat tempat suci (para leluhur). Oleh sebab itu, warga Desa Panglipuran sangat menjaga falsafah kehidupan adat yang harus dilestarikan. Hal ini sebagai perwujudan upaya melestarikan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Bali yang dikenal sebagai umat Hindu yang religius.

Pemandangan di dalam desa sangat mempesona. Terlihat rumah-rumah warganya yang masih bergaya tradisional, berderet rapi dari ujung ke ujung. Setiap rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang disebut Angkul-angkul. Meskipun semua rumah di desa ini seragam tapi tampak beberapa perbedaan.

Nah, bagi Anda yang ingin berkunjung di Desa Panglipuran maka harus mengetahui letak di mana desa ini berada. Desa Penglipuran terletak sekitar 45 km dari Denpasar. Tepatnya di kelurahan Kubu, kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, Bali.

Untuk mendapatkan waktu terbaik untuk datang ke Desa Panglipuran adalah ketika menjelang Hari Raya Galungan, atau setelah Hari Raya Galungan. Karena hari tersebut kita akan melihat barisan penjor, sebuah pohon bambu panjang yang ujungnya dihiasi dan ditancapkan di depan rumah.