Biografi Tokoh Dunia: Elijah Muhammad, Pemimpin Gerakan Muslim Kulit Hitam Amerika

Biografi Tokoh Dunia: Elijah Muhammad, Pemimpin Gerakan Muslim Kulit Hitam Amerika

Elijah Muhammad adalah salah satu pemimpin gerakan Muslim paling berkembang di Amerika Serikat.

Dia adalah pemimpin pergerakan Nation of Islam atau NOI dan sempat menjadi mentor bagi Malcolm X, Louis Farrakhan, hingga Muhammad Ali.

Terlahir dengan nama Elijah Robert Poole pada 7 Oktober 1897 di Sanderville, Georgia. Elijah adalah anak ketiga dari 13 bersaudara. Dia lahir di tengah keluarga sederhana, bahkan cenderung kekurangan.

Sang ayah, William Poole Sr adalah seorang pendeta dan petani penggarap sawah dengan dibantu istrinya Mariah Hall, yang juga ibu dari Elijah.
Elijah hanya sempat mengenyam pendidikan sekolah hingga kelas III, sebelum akhirnya memilih berhenti saat kelas IV sekolah dasar, untuk membantu orangtuanya bekerja di ladang.

Elijah hidup pada masa ketika orang kulit hitam diremehkan dan banyak dijadikan budak. Saat remaja, Elijah telah menyaksikan beberapa kali aksi pembunuhan kejam orang kulit hitam oleh sekelompok warga kulit putih.

Pada 1917, saat berusia 20 tahun, Elijah menikah dengan Clara Evans yang berusia 18 tahun dan dari pernikahan mereka lahirlah enam anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Pada tahun 1923, Elijah pindah bersama keluarga besarnya ke Detroit, Michigan, untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Selama berada di Detroit, Elijah berpartisipasi dalam berbagai pergerakan kaum kulit hitam. Hingga akhirnya pada Agustus 1931, dia bertemu dengan Wallace

Fard Muhammad atau dikenal dengan Wallace D Fard. Fard adalah pendiri kelompok gerakan yang disebut Nation of Islam atau NOI. Melalui Fard, Elijah mulai mengenal Islam. Fard lalu juga memberinya nama Muhammad.

Tak hanya Elijah, tetapi beberapa anggota keluarganya juga bergabung dengan NOI, salah satunya sang adik, Kalot Muhammad yang kemudian menjadi pemimpin kelompok paramiliternya yang bernama Fruit of Islam (FOI).

Pada 1934, Wallace menghilang dan Elijah menggantikannya memimpin gerakan itu.
Namun hal itu tidak diraihnya dengan mudah karena dia harus bersaing dengan sejumlah calon potensial lainnya, termasuk saudaranya sendiri.

Setelah meraih kursi kepemimpinan NOI, perlawanan dari para pesaingnya tak berakhir, bahkan semakin sengit bahkan sampai pada ancaman pembunuhan.
Khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarganya, Elijah memilih meninggalkan Detroit dan pindah ke Chicago. Namun karena ancaman masih tetap ada, mereka kembali pindah ke Milwaukee, Wisconsin dan kemudian ke Washington DC.

Pada 1942, Elijah Muhammad sempat ditahan karena menolak perintah wajib militer selama Perang Dunia II, namun kemudian dibebaskan dengan jaminan.
Dia kemudian pindah kembali ke Chicago atas saran pengacaranya demi menghindari aksi perburuan kulit hitam. Selama dalam pelariannya, Elijah masih terus memimpin NOI.

Dia kemudian mengajak para pengikutnya untuk menolak perintah wajib militer seperti yang dilakukannya. Atas tindakannya itu, Elijah didakwa melakukan penghasutan dan dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun sejak 1942 hingga 1946 di penjara federal di Milan, Michigan.

Meski berada di balik jeruji penjara, Elijah, dengan bantuan istri dan orang-orang kepercayaannya, tetap memimpin organisasi dan pergerakan NOI melalui surat yang dia tulis di dalam penjara.

Perkembangan NOI selama ditinggalkan Elijah di penjara berjalan stagnan. Saat Elijah menyelesai masa hukumannya, anggota NOI hanya tersisa kurang dari 400 orang.
Barulah setelah Elijah kembali memimpin langsung, pertumbuhan organisasinya kembali meningkat bahkan berlipat.

Tempat beribadahannya pun meningkat dari hanya empat pada 1946 menjadi 15 pada 1955 dan 50 yang tersebar di 22 negara bagian pada 1959.

Organisasi NOI di bawah kepemimpinan Elijah meningkat pesat karena dirinya mampu memenuhi kebutuhan warga kulit hitam dengan tempat tinggal dan pekerjaan untuk pemuda kulit hitam.
Pada 1970, NOI telah memiliki usaha toko roti, salon potong rambut, kedai kopi, toko kelontong, persewaan mesin cuci, usaha perumahan, peternakan dan usaha lainnya.

NOI juga memiliki usaha perbankan dan pendidikan dengan sekolah di 47 kota di AS pada 1974.
Akhir Kehidupan Di usai 70-an tahun, kondisi kesehatan Elijah mulai menurun. Pada 30 Januari 1975, dia dibawa ke rumah sakit di Chicago karena menderita komplikasi antara gangguan jantung, diabetes, radang paru-paru dan asma.

Elijah dinyatakan meninggal di usia 77 pada 25 Februari 1975 karena gagal jantung dan dimakamkan di Pemakaman Mount Glenwood Memory Gardens. Posisinya sebagai pemimpin organisasi NOI digantikan oleh salah satu putranya, Warith Deen Mohammed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *