Sejarah Islam – Religion History

islam religion history

Islam adalah salah satu agama resmi di Indonesia dan satu-satunya agama yang dianut mayoritas penduduknya. Meskipun islam bukan agama pertama yang masuk ke Indonesia, pengaruh Islam terlihat jauh lebih besar. Lalu, apakah anda penasaran dengan sejarah lahirnya agama Islam?

Agama Islam dikategorikan agama samawi atau agama langit yang dibawa oleh Nabi Muhammad atas perintah Allah SWT. Kata “Islam” juga berarti yang berasal dari Bahasa Arab “Aslama” yang berarti aman. Selain itu, Islam juga berarti kedamaian dan keselamatan berdasar pada penyerahan diri kepada Allah SWT.

islam religion history – Sejarah Berdirinya Agama Islam
Pada sekitar tahun 570 lahirlah anak Muhammad yang akan menjadi Nabi akhir zaman dari salah satu agama besar dunia, Islam. Beliau lahir dalam keluarga klan Quraisy, suku penguasa Mekah, sebuah kota di wilayah Hijaz di Arabia barat laut. Lalu diangkat oleh Allah SWT menjadi rasul. Setelah itu, Nabi Muhammad menyebarkan Islam ke semua orang Arab.

Awalnya situs Kaabah, sebuah tempat suci kuno, Mekah, di Arabia selatan, menjadi pusat penting perdagangan abad keenam dengan kekuaan bangsa Sassani, Bizantium, dan Ethiopia. Akibatnya, kota ini didominasi oleh keluarga pedagang yang kuat, di antaranya para lelaki Quraisy unggul.

Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah di Mekah, atau pada tanggal 20 April 571 Masehi. Beliau yatim piatu dengan ayahnya, Abdulla bin Abu Muthalib, yang meninggal saat berdagang. Sedangkan ibunya bernama Aminah binti Wahab, yang meninggal pada usia tujuh tahun.

Sekitar tahun 590, Nabi Muhammad, yang saat itu berusia dua puluhan, membantu pedagang bernama Khadijah, aktif terlibat dengan kafilah dagang ke utara. Beberapa waktu kemudian dia menikahinya, dan memiliki dua putra, namun meninggal saat kecil, dan empat putri yang melanjutkan generasinya.

Pada usia 40, Nabi Muhammad sering menyendiri dan bertafakur di Gua Hira. Hingga 17 Ramadhan 11 SH atau 6 Agustus 611, ia dikunjungi malaikat Jibril yang datang untuk menyampaikan wahyu pertama dari Allah SWT. “Baca dengan (sebutkan) nama Tuhanmu yang menciptakan, Menciptakan manusia dari segumpal darah.” (Al-Quran 96: 1-2). Dengan wahyu tersebut, nabi Muhammad dipilih sebagai rasul oleh Allan SWT.

Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam Menyebarkan Islam

Sebagai rasul pilihan, Nabi Muhammad berkewajiban untuk menyebarkan ajaran dan mengabarkan kebenaran kepada semua orang di dunia. Sejak saat itu, Nabi Muhammad bertekad untuk melaksanakan tugasnya dan menyebarkan ajaran Islam ke seluruh dunia.

Pada awalnya, beliau mengajarkan kepercayaan tersebut pada orang terdekatnya secara tertutup. Perlahan, dakwah beliau mulai disampaikan secara terbuka, hingga ada yang menerima dan juga sangat menolaknya. Karena Quran menolak politeisme dan menekankan tanggung jawab moral manusia, dalam penjelasan yang kuat, Tantangan hebat tersebut datang dari kaumnya sendiri, suku Quraisy.

Konflik mengakibatkan kekejaman terhadap kaum Muslim dan ancaman kematiannya, Nabi Muhammad ke luar Mekah menuju kota Yathrib (yang kemudian menjadi Madinah). Di sana, nabi Muhammad lebih diterima, di mana banyak warga Yathrib bersedia memeluk agama yang diajarkan.

Strategi dakwah nabi Muhammad SAW adalah:

Menanamkan iman pada sahabat
Nabi Muhammad SAW memperkenalkan tauhid pada para sahabat dan umatnya sebagai dasar kehidupan manusia dimana esensi penciptaan manusia adalah untuk menyembah Allah SWT. Maksud dari ajaran ini adalah ketika seseorang beriman kepada Allah SWT, maka berkewajiban menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membela kepentingan agama Islam. Maksud inilah yang membuat para sahabat Nabi Muhammad SAW rela berkorban demi membela Islam.

Dakwah secara bertahap
Dalam berdakwa, beliau menggunakan tahapan dan strategi yang jelas, beliau memulai dari keluarganya sendiri sebelum menyebarkan ke lingkunga terdekat, dan kemudian dilanjutkan ke masyarakat luas sedikit demi sedikit.

Selain itu, rasul juga mengajak para sahabat yang disegani bangsa Quraisy untuk berpartisipasi dalam menyebarkan Islam. Rasul juga mengajarkan nilai-nilai Islam dan cara menjalankan ibadah secara bertahap, seperti shalat, puasa, zakat, sedekah, haji, dan sebagainya.

Manfaatkan potensi yang ada
Nabi Muhammad SAW menggunakan potensi manusia dalam dakwahnya. Salah satunya dengan menikahi Khadijah dan mengajak pamannya yang memiliki kekayaan berlimpah untuk menyediakan dana berdakwahnya. Selain itu, rasul juga memiliki sahabat yang memiliki pengaruh besar dalam suku Quraisy.

Mereka adalah orang yang membantu dan melindungi rasul selama perang. Nabi Muhammad juga menggunakan potensi intelektual sahabatnya demi langkah penyebaran Islam, seperti Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Masud.

Keunggulan diplomasi dan tuduhan Nabi Muhammad (SAW) membuat umat Islam memasuki fase yang sangat menentukan. Ketika perang antara Madinah dan Mekah terjadi, banyak orang di Mekah yang sebelumnya menolak ajaran Islam berbalik memeluk Islam.

Setelah kota Mekkah ditaklukan, usaha keras Nabi Muhammad SAW pun mulai berbunga di bangsa Arab, dimana pada akhirnya hampir seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam pada saat beliau meninggal dunia.

Sejarah Berdirinya Agama Islam di Dunia

Setelah kematian Nabi Muhammad SAW, beliau digantikan bukan dengan nabi melainkan dengan khalifah. Ada empat khalifah yang manjadi pengganti Nabi Muhammad SAW, disebut dengan Khulafaur Rasyidin. Khalifah ini adalah sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW yaitu Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Mereka berempat memiliki tugas penting yakni untuk memastikan bahwa umat Islam tetap menjalankan perintah agama Islam yang telah diajarkan sebelumnya. Hasilnya, agama Islam telah berkembang secara luas ke seluruh dunia seperti sejarah Kerajaan Champa.

Setelah masa Khulafaur Rasyidin berakhir, muncullah kekaisaran Arab seperti Bani Abbasiyah, Bani Umayyah, dan Kekaisaran Utsmaniyah yang menghubungkan daya dari keempat khalifah pertama Islam. Peningkatan kekuatan dinasti tersebut sejalan dengan menguatkan pengaruh agama Islam ke Eropa dan Afrika, seperti sejarah berdirinya Al-Azhar.

Indonesia juga mengenal sejarah pendirian Islam sejak awal abad ketujuh Masehi. Namun, dampak awalnya tidak terlalu besar karena hanya melalui perdagangan, muslim yang saat itu berlayar ke Indonesia untuk berhenti selama beberapa waktu atau hanya sementara.

Hal ini dikarenakan pada saat itu, pengaruh Hindu Budha tersebut jauh lebih besar dengan banyaknya kerajaan yang berkuasa seperti Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Kutai, Kerajaan Majapahit, dan sebagainya hingga adanya sejarah kerajaan Aceh.

Tetapi pada akhirnya, kerajaan Hindu-Budha runtuh dan Islam perlahan berkembang di Nusantara. Pengenalan Islam berawal masuk dari Semenanjung Melayu ke Nusantara, dan berlanjut sampai beberapa abad kemudian hingga adanya sejarah berdirinya HMI dan sejarah Bank Islam di Indonesia.
Warisan Nabi Muhammad berupa ajaran Islam telah sangat berkembang di Indonesia hingga sekarang dengan pengaruh yang sangat besar. Nabi Muhammad akan terus dihindangkan pahalanya, jasa beliauakan diingat selamanya.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *