Jenggot Bukan Ciri Teroris

Jenggot Bukan Ciri Teroris

Merebaknya aksi-aksi terorisme di tanah air, berujung pada munculnya stereotip-stereotip di tengah masyarakat tentang ciri teroris. Diantaranya bahwa lelaki berjenggot adalah ciri dari teroris. Karena diantara pelaku terorisme ternyata memang berjenggot. Maka dalam artikel ini perlu kami jelaskan bahwa berjenggot adalah ajaran Islam yang jauh sudah disyariatkan sebelum para teroris lahir.

 

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam Berjenggot Lebat

Ketahuilah bahwa manusia yang paling mulia, teladan dan junjungan kita semua, Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau berjenggot lebat. Dari Jabir radhiallahu’anhu beliau berkata:

كانَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم قد شَمِطَ مُقدَّمُ رأسِهِ ولحيتِهِ، فإذا ادَّهَنَ ومشَطَ لم يتبيَّنْ، وإذا َعِثَ رأسُهُ تَبَيَّنَ، وكانَ كَثِيرَ الشَّعرِ واللّحيةِ، فقالَ رجُلٌ: وَجهُهُ مِثْلُ السَّيْفِ؟ قال: لا، بلْ كانَ مِثْلَ الشَّمسِ والقَمَرِ مُسْتدِيراً؛ قال: ورأيتُ خَاتمهُ عِندَ كَتِفِهِ مِثْلَ بَيْضَةِ الحمامَةِ يُشْبِهُ جَسَدَهُ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah ada sedikit uban di bagian depan rambut kepala dan jenggotnya. Jika beliau meminyaki dan menyisir rambutnya, uban itu tidak nampak. Tapi ketika rambutnya kering, uban itu nampak. Dan beliau adalah orang yang lebat rambut dan jenggotnya. Ada yang bertanya: ‘apakah wajah beliau seperti pedang?’. Jabir menjawab: ‘Tidak, justru wajahnya seperti matahari dan bulan yang bersinar’. Jabir juga mengatakan: ‘dan aku melihat tanda kenabian di pundak beliau, bentuknya seperti telur merpati yang warnanya hampir sama seperti warna kulit beliau‘” (HR. Muslim no. 2344).

Padahal beliau adalah suri teladan terbaik dan kita diperintahkan Allah untuk meneladani beliau. Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al Ahzab: 21).

Maka bagaimana mungkin berjenggot dijadikan sebagai ciri teroris? Apakah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah teroris?

 

Jenggot Adalah Sunnah Para Nabi dan Rasul

Ketahuilah bahwa para berjenggot adalah sunnah (kebiasaan) para Nabi dan Rasul terdahulu. Padahal kita ketahui bersama bahwa para Nabi dan Rasul tidak semua dari Jazirah Arab.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berjenggot. Berdasarkan sebuah hadits dari Jabir radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ورأيتُ إبراهيمَ صلواتُ اللهِ عليه . فإذا أقربُ من رأيتُ به شبهًا صاحبُكم ( يعني نفسَه )

Aku pernah melihat Ibrahim shalawatullah ‘alaihi. Dan orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian (yaitu Nabi sendiri)” (HR. Muslim no. 167).

Hadits ini menunjukkan bahwa rupa Nabi Ibrahim ‘alahissalam itu mirip dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, dan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam berjenggot.

Nabi Nuh ‘alaihissalam berjenggot. Dalam sebuah riwayat yang dikeluarkan Al Baihaqi dalam Dalail An Nubuwwah, dari Hisyam bin Al ‘Ash, bahwa Heraklius menggambarkan sifat-sifat para Nabi dan diantaranya ia mengatakan:

في صفة نوح – عليه الصلاة والسلام – انه كان حسن اللحية

Tentang sifat Nabi Nuh ‘alaihis shalatu was salam, ia memiliki jenggot yang bagus” (Al Baihaqi dalam Dalail An Nubuwwah, 1/385. Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya [3/484] mengatakan: “sanadnya laa ba’sa bihi”).

Nabi Harun ‘alaihissalam berjenggot. Lihatlah ketika Nabi Harun menjelaskan kepada Nabi Musa ‘alaihimassalam yang marah kepada beliau:

قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي إِنِّي خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي

Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang jenggotku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku“” (QS. Thaha: 94).

Kesimpulannya, berjenggot adalah sunnah para Nabi dan Rasul. Syaikh Hamud At Tuwajiri mengatakan:

وإذا علم إن إعفاء اللحية ثابت عن النبي – صلى الله عليه وسلم – من قوله وفعله وأنه من هديه الذي هو خير الهدي، فليعلم أيضًا أن إعفاءها من سنن الأنبياء والمرسلين وهديهم

“Jika telah diketahui bersama bahwa memanjangkan jenggot adalah sunnah yang shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dalam perintah beliau dan perbuatan beliau, dan beliau adalah orang petunjuknya adalah sebaik-baik petunjuk, maka ketahuilah bahwasanya memanjangkan jenggot itu juga sunnah para Nabi dan Rasul serta merupakan ajaran mereka” (Ar Radd ‘ala Man Ajaaza Tahdzibal Lihyah, 6).

Kesimpulan

Membiarkan dan memanjangkan jenggot bagi laki-laki adalah ajaran Islam yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam dan para ulama sepakat mewajibkannya dan melarang mencukurnya habis jenggot. Maka tidak layak menjadikan jenggot sebagai ciri teroris.

Hanya kepada Allah lah tempat mengadu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *