Kesehatan Reproduksi Dalam Islam

Kesehatan Reproduksi Dalam Islam

Kesehatan reproduksi di dalam Islam sangat diperhatikan. Salah satu isu mengenai kesehatan reproduksi di dalam agama Islam adalah masalah aborsi. Tingkat aborsi illegal di negara berkembang khususnya di Indonesia masih cukup tinggi dan menjadi sorotan dalam pandangan para ulama yang sangat serius dalam memperhatikan masalah kesehatan reproduksi.

Tindakan aborsi illegal ini lebih banyak dilakukan oleh wanita berusia antara 20 hingga 25 tahun. Kebanyakan adalah wanita yang tidak menikah atau remaja yang belum cukup memahami mengenai kesehatan alat reproduksi dengan baik dan dari sumber yang tepat.

Islam memberi banyak ruang dan dukungan atas akses kesehatan reproduksi terutama pada kaum perempuan. Sebagai agama yang melindungi kaumnya, posisi perempuan, terutama para ibu, dalam Islam sangat dimuliakan. Oleh karena itu, posisi perempuan harus dijaga lewat norma-norma sosial.

 

Pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi merupakan salah satu bentuk dukungan Islam agar kaum perempuan dapat menjadi ibu yang sehat dan bertanggung jawab. Umat Islam, baik laki-laki maupun wanita, sebaiknya mau belajar lebih banyak mengenai kesehatan reproduksi agar norma-norma sosial dalam Islam bisa ditegakkan dan dijalankan secara harmonis dengan ajaran-ajaran Islam lainnya.

Islam sebagai pedoman hidup tentunya memiliki kaitan erat dengan kesehatan reproduksimengingat Islam memiliki aturan-aturan dalam kehidupan manusia yang bertujuan untuk mencapai kondisi yang sesuai dengan persyaratan kesehatan reproduksi. Sejak berabad-abad yang lalu, sebenarnya aturan-aturan dalam Islam di Al Quran telah mengajarkan berbagai hal mengenai kesehatan reproduksi antara lain mengenai seksualitas, kontrasepsi, kehamilan, menyusui dan juga mengenai aborsi. Jika aturan-aturan tersebut dipatuhi oleh umat Muslim, maka kesejahteraan umat manusia dapat tercapai dengan baik.

Dalam menjaga kesehatan reproduksi umat Muslim, Islam telah lama melarang hubungan seksual pra nikah, hubungan seksual melalui dubur dan mulut. Hubungan seksual antara pasangan sejenis dan juga hubungan seksual dengan binatang. Dalam rangka menjaga kesehatan reproduksi, hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti juga sangat tidak diperbolehkan di dalam Islam.

Kepatuhan akan segala larangan tersebut dapat membuat kesehatan reproduksi umat Muslim terjaga begitu pula kesehatan fisik dan mentalnya serta hubungan sosial antar umat. Larangan-larangan tersebut telah dijelaskan secara detail lewat surat-surat di dalam Al Quran, hadist dan melalui para ulama.

Kesehatan reproduksi dalam pandangan Islam diakui oleh dunia sangat jelas dan detail namun disampaikan dengan cara yang simple sehingga dapat dimengerti dengan mudah oleh umat Muslim. Misalnya dalam masalah kehamilan, dijelaskan dengan gamblang bagaimana sebuah kehamilan bisa terjadi. Informasi mengenai kesehatan reproduksi berupa perawatan genital juga disampaikan dengan baik melalui banyak ayat. Selain itu, hak-hak perempuan dalam kesehatan reproduksi juga sangat diperhatikan dalam agama Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *