Kisah Hijrah Yuki ‘Pas Band’ Membuatnya Kecanduan

Kisah Hijrah Yuki ‘Pas Band’ Membuatnya Kecanduan

yuki pas band hijrah

Yuki ‘Pas Band’ menghabiskan lebih dari setengah hidupnya dalam band. Namun sekarang ia telah berhijrah dan menemukan titik balik dalam hidupnya.

Kecelakaan mobil yang pernah menimpanya jadi peringatan besar. Yuki sekarang ingin menghabiskan sisa hidupnya fokus dalam agama.

“Memang manusia ini harus dipaksa, manusia ini kann terlalu bebal, sombong yang merupakan sifat mannusia. Sombong bikin solusi sendiri, dikasih otak itu dipikir untuk ngotot menyelesaikan masalah sehingga kita lupa ada Allah Yang Punya Kuasa,” ungkapnya saat ditemui di perilisan Album Indonesia Menghafal Al Qur’an, Bintaro Pesanggrahan, Tanggerang Selatan, Sabtu (11/5/2019).

Keselamatan dan hidayah tidak bisa kita dapatkan karena manusia terlalu bebal. Padahal, menurutnya semua penyelesaian itu ada di tangan Allah.

Ia mengaku bahwa sudah berada di luar jalur ketetapan Allah. Perasaan itu pun begitu signifikan hingga membuatnya tersadar dan mengubah diri.

“Jika kita merasa kotor, Yang Maha Suci akan memperlihatkan kesuciannya. Jika kita merasa tak berdaya, maka Yang Maha Agung ini akan menunjukkan keagungannya,” tutur Yuki.

Hal itu yang membuatnya kecanduan. Perasaan yang juga membuatnya takut.

“Jadi kecanduan petunjuk Allah, jadi kecanduan akan fasilitas-Nya yang diberikan kepada saya dalam hidup, dan ketakutan bahwa Allah tak akan memberikan yang saya butuhkan dalam hidup ini, akan membuat saya pusing, dan stres. Itu saya sangat takut,” katanya.

Yuki ‘Pas Band’ hidup 80% untuk agama

Yuki ‘Pas Band’ jarang terlihat di panggung kini lebih dekat dengan Tuhan. Bahkan, dia mengatakan persentasenya bisa 80%.

Meski begitu, Yuki mengaku masih tampil dengan Pas Band. Dia juga menyebutkan menerima paling banyak dua kali panggung sebulan.

Panggung dihitung sesuai pekerjaan, satu panggung bisa dua hari, saya hanya  memiliki empat hari dengan Pas Band, 26 hari sisanya khusus untuk agama, “kata Yuki ketika berpartisipasi dalam rilisan album Indonesia Menghafal Al-Quran.

Teman satu bandnya mengerti karena tiap personel memiliki kegiatan masing-masing. Sehingga ia bisa fokus pada agama.

“Teman-teman saya masih punya pekerjaan, jadi karena teman-teman punya pekerjaan, saya menghabiskan waktu di agama jadi saya tidak ingin ditusuk, ditikam dari belakang,” tambahnya.

 

Melihat ke belakang, Yuki pertama kali melintasi jamaah Tabligh. Saat itu, ia menghabiskan tiga hari hingga hatinya tersentuh. Meski berhijrah, Yuki juga mengatakan dia tidak meninggalkan dunia.

 

“Sejujurnya saya jatuh cinta pada Allah dan agama . Saya masuk tiga harian dalam jamaah tabligh masjid, lalu saya jatuh cinta hingga berniat dalam hati menyisakan sisa hidup saya untuk agama bukan urusan yang lain. Urusan yang lain tetap tapi nomor 4-10, pertama keduanya hanya Allah dan Rasullulah,” jelasnya .

 

Bahkan, niat Yuki pada 2008 adalah untuk berhijrah. Puncaknya saat mengalami kecelakaan.

 

“2008 saya belajar agama, merasa hidup saya bukan ini yang dikejar. Cari dunia, cari tabungan, cari ketenaran, tidak seperti itu. Saya pikir saya salah. Batin sudah terganggu kayaknya salah. Tapi setelah saya kecelakaan baru, semua berubah,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *