Mengurangi Migrasi Sampah Plastik Pada Suasana Mudik


Tatkala musim mudik tiba, seperti menjelang lebaran tahun ini, pada saat yang bersamaan migrasi sampah plastik pun terjadi. Karena orang dari kota ke desa melakukan mudik, tidak lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh atau buah tangan, yang biasanya menggunakan kemasan unsur plastik.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, beberapa pihak menyarankan alternatif penanganan sejak hulu hingga hilir, dihimpun dari berbagai sumber, antara lain dengan cara berikut ini:

1.Perubahan paradigma penanganan

Pola dan gaya hidup masyarakat berubah dari waktu ke waktu, karena berbagai tuntutan dan situasi lokal dan global, apresiasi kenyataan ini, dalam pengelolaan sampah juga perlu perubahan paradigma.

Sejauh ini pola penanganan sampah mengikuti alur kumpul, angkut, buang, taruh ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Untuk efektivitas dapat menjadi pilah, kumpul, salurkan, simpan (residu ke TPA).

2.Gerakan sosial sadar sampah

Komitmen bersama untuk dibangun sebuah gerakan sosial mudik tanpa sampah plastik, diharapkan dapat mengendalikan migrasi sampah plastik dari kota ke daerah.


Selama arus mudik 2019 ini, Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Tubagus Soleh, memperkiarakan, pemudik yang menggunakan sepeda motor diprediksi akan menyumbangkan banyak polusi sampah plastik dibanding kendaraan lain. “Pengguna motor kadang enggak mau ribet, enggak mungkin (botol minuman) disimpan lagi, pasti dibuang,” ujarnya kepada awak media.

3.Mengurangi kemasan plastik

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta mengajak masyarakat yang akan mudik pulang kampung agar tidak meninggalkan sampah plastik di sepanjang jalur mudik.

“Masyarakat diusahakan tidak membawa kantong kemasan sekali pakai serta menghindari pembelian air mineral kemasan,” kata Tubagus.

4.Pemantauan rest area

Terungkap dalam Forum Tematik Bakohumas KLH, tentang “Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik”, Syaiful Rochman, Penanggung Jawab Program Less Waste Even dan Pemimpin Redaksi greeners.co masih tentang cara anntisipasi sampah plastik menyarankan agar dilakukan monitoring di rest area selama masa mudik.

Pemantauan ini hendaknya ditindaklanjuti dengan anjuran dan ajakan untuk mengurangi penggunaan makanan atau minuman dengan kemasan plastik sekali pakai.

5.Pengamanan lokasi acara

Pada umumnya mengiringi tradisi mudik, kemudian akan terlahir aneka acara-acara gebyar, karena serangkaian dengan momen idul fitri, serempak di berbagai kawasan.Ilustrasi hemat penggunaan plastik —

Sebuah even, apabila terjadi semakin tinggi jumlah pengunjungnya, akan semakin tinggi potensinya dalam menimbulkan timbunan sampah.

Alternatifnya menyiapkan fasilitas pengendalian sampah sejak awal oleh penyelenggara dan penyedia jasa lokasi acara, terhadap peserta kegiatan. Atau penyajian aneka makanan-minuman yang tidak menggunakan unsur plastik.

Demikian beberapa hal yang dapat mengurangi sampah plastik di saat musim mudik. Mudik asyik, lingkungan resik. Setuju?***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *