SILATURAHMI JOKOWI DAN PRABOWO

SILATURAHMI JOKOWI DAN PRABOWO

Sejak muncul tanda-tanda terjadinya aksi demo 22 Mei di Bawaslu, masyarakat telah mengharapkan supaya Jokowi dan Prabowo untuk segera bertemu. Pasalnya, mereka dianggap sebagai simbol dari pihak-pihak yang tengah berseteru. Pengumuman pemenang Pilpres 2019 dari KPU memang bikin pendukung Prabowo emosi. Apalagi ketika muncul narasi dugaan kecurangan dalam gelaran tersebut.
Lantas menyerukan soal “People Power” sebagai aksi untuk menuntut keadilan.Oleh karenanya, ketika ada aksi demo 22 Mei kemarin banyak orang yang beranggapan kalau Jokowi dan Prabowo berkenan bertemu, maka suasana menjadi kondusif. Hal ini sebagai pertanda bahwa orang-orang yang sedang dipuja-puja habis-habisan saja bisa berteman dengan baik. Lha kok, para pendukungnya malah terpolarisasi sebagai Cebong dan Kampret, serta saling mencurigai satu sama lain.Maka dari itu, pertemuan Jokowi dan Prabowo dianggap sebegitu pentingnya. Penting banget malah. Masalahnya, di manakah tempat yang tepat untuk terselenggaranya silaturahmi di antara mereka? Pasalnya, tempat ini harus netral adanya dan jangan sampai terafiliasi dengan salah satu pihak.Daripada terus bingung enaknya silaturahmi di mana, mari Mojok bantu dengan jelantrahkan satu per satu.

Pertama, angkringan. Angkringan telah dikenal sebagai tempat bercengkrama yang bisa bikin suasana jadi lebih adem dan tentrem. Dengan suasana malam nan khusyuk dan lampu kuning yang syahdu, maka setiap hal yang diperbincangkan bisa disampaikan dengan lebih tenang.

Angkringan juga merupakan simbol bertemunya berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pertemuan Jokowi dan Prabowo tidak hanya untuk mendamaikan pendukungnya. Mereka juga bisa pula sambil ngobrol ngalor ngidul soal bagaimana cara terbaik untuk membangun bangsa kita tercinta.

Sambil bercanda ria dan saling lempar olokan tanda keakraban. Uhhh, betapa menyenangkannya kita bisa melihat persahabatan mereka. Meski mungkin, mereka beberapa kali harus mengulang omongan karena hilir mudiknya kendaraan yang lewat. Apalagi kalau yang lewat adalah motor dengan knalpot blombongan.

Harga: 9/10. Harga makanan dijual murah.

Makanan: 8/10. Makanan yang disajikan rata-rata enak, bahkan untuk gorengan dan sate-satenya bisa minta disajikan hangat.

Kebersihan: 7/10. Kebersihan memang bukan menjadi fokus utama. Namun, nyatanya ketulusan tidak selalu datang dari tempat-tempat yang terlihat bersih, bukan?

Kedua, Indomart Point. Terkadang kita memang perlu berterima kasih pada Indomart. Meski dia kapitalis, tapi telah menyediakan tempat nyaman bernama Indomart Point. Hadir 24 jam penuh dengan kursi yang nyaman, dan colokan di mana-mana. AC yang menyala dengan suhu pas, sering kali bikin kita betah berlama-lama di sana. Apalagi, untuk duduk di sana kita tak butuh beli banyak makanan.

Cukup air mineral satu botol dengan harga tidak sampai Rp5 ribu, kita bisa berada di sana berjam-jam tanpa harus merasa sungkan atau takut diusir. Belum lagi fasilitas kamar mandi yang bersih dan mumpuni. Maka, nikmat tempat mana lagi yang perlu didustakan?

Tempat ini juga sering dijadikan andalan meeting point orang-orang yang pengin bertemu. Supaya Jokowi dan Prabowo dapat bertemu dengan mudah tanpa takut kesasar, oleh karenanya kami mengusulkan bertemu di Indomart Point saja. Tentu saja tempat ini gampang ditemukan di Google Map masing-masing. Selain itu, kursi yang banyak tidak perlu membuat keduanya antri duduk. Mereka pun bisa duduk dan mengobrol berlama-lama di sana tanpa perlu khawatir diusir oleh petugas—meski tidak memesan apa-apa.

Harga: 6/10. Harga makanan di Indomart Point memang lebih mahal daripada Indomart biasa. Akan tetapi, sebanding dengan fasilitas yang diberikan.

Makanan: 7/10. Makanan yang disajikan semuanya cepat saji. Kurang merengkuh nilai-nilai kearifan lokal yang digaung-gaungkan keduanya.

Kebersihan: 9/10. Petugas kebersihan tidak pernah lelah untuk membersihkan secara berkala.

Ketiga, Co-working Space. Sejak awal, Jokowi dan Prabowo selalu mengatakan pengin merengkuh milenial. Mboh, milenial sing endi. Nah, kalau memang niat tersebut masih terpatri dalam hati, tidak ada salahnya untuk silaturahmi di co-working space saja. Melihat bagaimana para milenial bekerja ditemani segelas plastik es kopi. Bangunan co-working space biasanya memang didesain menjadi tempat yang nyaman untuk mengobrol maupun bekerja. Oleh karenanya, Jokowi dan Prabowo tidak perlu lagi mempertanyakan efektivitas tempat ini untuk silaturahmi mereka.

Harga: 7/10. Harga makanannya mahal. Mahal banget malah. Namun, sebanding dengan tempat dan wifi yang kenceng.

Makanan: 7/10. Meski mahal, porsi makanannya nggak banyak-banyak amat. Terkadang juga nggak ada rasanya, soalnya mereka jarang pakai micin.

Kebersihan: 9/10. Ruangannya bersih dan tidak sedikit yang wangi~

Keempat, jembatan. Siapa yang tidak terkagum-kagum dengan senja di atas jembatan? Melihat pantulan si sinar matahari di atas air, tentu meninggalkan rasa mak semriwing-nya sendiri. Coba bayangkan jika Jokowi dan Prabowo berboncengan dan mengobrol di atas jembatan sambil melihat senja? Melihat mereka mengobrol, tertawa, sambil sesekali menunjuk-nunjuk ke salah satu sudut. Daya magis apakah yang terlahir dari peristiwa itu? Sungguh, sebuah keromantisan yang begitu paripurna.

Harga: 10/10. Gratis. Hanya modal ketertiban, supaya nggak diklaksonin sama kendaraan yang lewat.

Makanan: Nggak bisa dinilai, soalnya nggak jual makanan. Kecuali kalau ada pedagang cilok keliling lewat.

Kebersihan: Tergantung. Beberapa jembatan banyak sampah. Beberapa yang lain, nggak banyak sampah.

Kelima, pantai. Sedikit berbeda dengan jembatan, di pantai Jokowi dan Prabowo tidak hanya melihat air tapi juga bisa bermain-main dengan air. Suasana ini akan lebih cair bagi keduanya, jika mereka memilih ngobrol sambil bermain kuda di pantai. Selain itu, tentu saja aktivitas ini dapat mengakomodasi passion Prabowo terhadap olahraga berkuda. Lantaran dalam situasi tersebut posisinya Jokowi dinyatakan menang oleh KPU, bolehlah beliau bersikap lebih perhatian dikit ke Prabowo. Ya, itung-itung sebagai cara untuk ngayem-ayem. Iya, toh?

Harga: 6/10. Biasanya tiket masuk pantainya nggak mahal-mahal amat. Yang mahal, sewa kudanya.

Makanan: 8/10. Minum kelapa muda untuk menikmati deburan ombak, sepertinya sudah cukup.

Kebersihan: Tergantung. Beberapa pantai banyak sampah. Beberapa yang lain, nggak banyak sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *