Satu Doa untuk Mengurai Semua Masalah yang Mendera

(wahdaniyah.com) – Tatkala para pemuda yang terdesak dan harus mengungsi di suatu tempat asing demi mempertahankan aqidah mereka, tibalah mereka di sebuah gua. Tentu untuk tinggal beberapa saat lamanya disana mereka membutuhkan banyak hal seperti makanan, selimut,kasur, toilet dan lain sebagainya. Rasanya mustahil mendapatkan kebutuhan semua itu di sebuah gua yang terpencil di tengah hutan belantara.

Satu Doa untuk Mengurai Semua Masalah yang Mendera

Tapi para pemuda tidak menjabarkan permintaan tersebut kepada Allah. Mereka mencukupkan hanya dengan satu permintaan yang khusyu’ dan penuh keyakinan kepada Allah yang Maha Kuasa untuk menyelesaikan masalah dan kesulitan mereka dengan sebaik-baiknya.

(إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا)
[Surat Al-Kahf 10]

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”

Allah SWT langsung merespon doa mereka dengan memberikan penyelesaian yang sangat indah, yakni menidurkan dan menjaga mereka selama 309 tahun lamanya. Masya Allah..

Sahabat….

Ada seorang suami yang merasa mempunyai masalah yang sangat ruwet dalam keluarganya karena kesalahannya sendiri yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Satu Doa untuk Mengurai Semua Masalah yang Mendera

Istri yang terus memaki makinya dan sakit sakitan, anak anak yang susah diatur, beban kebutuhan hidup yang semakin banyak dan mendesak, kekhawatiran-kekhawatiran muncul dibenaknya dan semakin membuat ruwet pikiran sampai pada puncaknya dia merasa harus menyudahi hubungan pernikahannya dengan istri tercinta.

Lalu dia mendengar kisah Ashabul Kahfi dan langsung mempraktekkan doa tersebut.

Allah SWT merespon doanya dengan menurunkan rahmatNya. Tetiba ada rasa kangen mendera hati sang suami tersebut. Sekonyong-konyong hilang rasa ruwet tersebut dan dengan ringannya sang suami mengungkapkan perasaan rindu pada istri tercinta via WA.

Di seberang sana sang istri yang sebelumnya terus mengirimkan kalimat hinaan dan cacian spontan terdiam. Sejurus kemudian kalimatnya melembut. Masya Allah…

Sang suami merasa seperti tidak pernah punya masalah dalam hidupnya. Yang ada hanya rasa rindu yang membara dan ingin segera menemui sang kekasih sejati yang tetap selalu setia menemaninya walau hatinya terasa hancur saat ini.

Sang suami sudah tidak ingat lagi kata kata cacian dan hinaan istrinya terhadapnya, yang diingat adalah senyum sipu dan pelukan hangatnya yang selama ini menjadi penenang jiwanya.

Namun sayang sungguh sayang tiba tiba dia ingat dengan tugas luar kota pada sore itu, sedikit tercekat namun dia harus rela menunda kepulangannya dan balik arah menuju bandara.

Mungkin secara riil masalahnya belum selesai akan tetapi rohmat ALLah telah mengurai kekakuan hati suami istri tersebut hingga membuat sang suami kembali bersemangat menatap masa depan keluarga nya dan timbul keyakinan bahwa dia masih dapat mempertahankan bahtera rumah tangganya bersama istri tercinta.

Sahabat…

Jangan lupa berdoa dengan sepenuh kekhusyukan kepada Allah dengan doa yang singkat itu. Semoga Allah SWT segera memberikan jalan keluar pada setiap masalah yang kita hadapi.
Aamiiin.

Sharing Terapi Qur’an

(ibm/wahdaniyah.com)

Biasakan Baca Doa Ini Agar Selamat di Hari Perhitung Amal

Hari perhitungan amal adalah hari ketika Allah mengingatkan dan memberitahukan kepada manusia tentang amalan kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan di dunia. Pada hari itu akan dibalas setiap amal yang diperbuat di dunia. Sekarang kita sedang menikmati dunia yang kadang lupa akan beratnya hari perhitungan.

doa selamat dunia akhirat

Dunia adalah ladang kita untuk menanam benih yang akan dipanennya kelak di akhirat. Jika selama di dunia kita memupuk kebaikan, kelak di akhirat kita akan menikmati hasilnya. Sebaliknya, jika kita terlalu mencintai dunia, kelak kesengsaraanlah yang kita petik di akhirat. Dalam QS Al Anbiya ayat 1 diingatkan:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

Telah semakin dekat kepada manusia hari menghisab amal mereka, sedang mereka dalam lalai (dengan dunia berpaling dari akhirat)

Sungguh merugi mereka yang sudah diberi kesempatan tapi tidak menyadari posisi mereka di dunia ini. Terlena oleh kesenangan dunia membuat mereka sedikit meluangkan waktu untuk bermunajat kepada Tuhan. Bermunajatlah kepada-Nya seakan kita akan meninggal dunia esok hari. Isilah tabungan amal kita dengan berbagai macam kebaikan, hingga esok kita dapat menikmati jerih payah kita di dunia.

Jika kita sudah semaksimal mungkin mengisi celengan kehidupan ini dengan amal yang baik, maka selanjutnya adalah kita pasrahkan kepada-Nya. Tidak dengan menyebutkan atau mengupdate dalam tiap status di sosial media. Cukup Allah yang menjadi saksi perjuangan hidup kita. Al Qur’an menyebutkan salah satu doa untuk kita semua agar bisa selamat pada hari pemebalasan. Doa tersebut tersurat dalam QS Ibrahim ayat 41:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang beriman pada hari terjadinya penghakiman (hari kiamat).

Doa tersebut bisa dibaca sebagai permintaan kita agar diselamatkan oleh-Nya pada hari hisab esok. Bukan berarti mengajarkan kita untuk tidak menabung amal baik, tetapi sebagai pelengkap setelah melakukan segalanya. Suatu ikhtiar agar Allah memberikan belas kasihan-Nya saat itu.

Harapannya, Allah menerima semua amal baik kita, dan menerima keselamatan pada hari pembalasan. amin