Barshisha, Ahli Ibadah

Barshisha, Ahli Ibadah yang Berzina, Membunuh, Akhirnya Sujud pada Setan

Bedanya dengan kisah Juraij, kisah ini adalah tentang seorang rahib yang tergoda dengan wanita akhirnya menzinainya.

Ibnu Jarir menceritakan, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Ibrahim Al-Mas’udi, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari bapaknya, dari kakeknya, dari Al-A’masy, dari ‘Umarah, dari ‘Abdurrahman bin Yazid, dari ‘Abdullah bin Mas’ud mengenai ayat,

 

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ, فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا ۚوَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

 

“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam”.  Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hasyr: 16-17)

Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa ada seorang wanita menjadi pengembala kambing dan ia memiliki empat orang saudara. Suatu saat ia tinggal di shawma’ah (pertapaan rahib atau rumah ibadah seorang biara). Waktu berlalu, akhirnya rahib tadi menghampiri wanita tersebut, hingga ia hamil. Setan pun menghampirinya.

Setan berkata kepada rahib tersebut, “Sudahlah bunuhlah dia, lalu kuburkanlah. Engkau adalah orang yang dikenal jujur dan ucapanmu pasti didengar.” Lantas rahib tersebut membunuh wanita tadi, lalu ia menguburkannya.

Diceritakan bahwa setan lantas mendatangi saudara-saudaranya dalam mimpi mereka. Setan berkata kepada mereka dalam mimpi, “Rahib tersebut yang biasanya berada di rumah ibadahnya tega berzina dengan saudara kalian, hingga ia hamil, lantas ia membunuhnya, kemudian menguburkannya di tempat ini dan ini.”

Ketika datang pagi, salah seorang dari empat saudara tersebut mengatakan, “Demi Allah, semalam aku telah bermimpi suatu mimpi yang baiknya aku ceritakan kepada kalian ataukah tidak.” Mereka berkata, “Jangan, tetap ceritakan kepada kami.”

Lantas diceritakanlah hal tadi. Salah seorang dari mereka berkata, “Demi Allah, aku juga sama telah bermimpi seperti itu.” Salah seorang dari mereka berkata lagi, “Demi Allah, aku bermimpi yang sama pula.” Mereka berkata lagi, “Demi Allah, ini pasti telah terjadi sesuatu.”

Akhirnya mereka bergerak dan meminta tolong kepada raja mereka untuk mengatasi rahib tersebut. Mereka lantas mendatangi rahib tadi, kemudian mendudukkannya lantas membawanya pergi.

Kemudian setan mendatangi rahib tadi lantas berkata, “Aku yang telah menjerumuskan engkau dalam kejahatan ini, tentu yang bisa menyelamatkanmu darinya hanyalah aku. Maka sekarang sujudlah padaku dengan sekali sujud, maka aku akan menyelamatkanmu dari masalah besarmu.”

Kemudian rahib tadi sujud kepada setan. Ketika raja mereka datang, setan pun berlepas diri dari rahib tersebut. Rahib tersebut tetap dikenakan hukuman atas tindakan kejahatannya, ia pun dibunuh.

Demikian pula riwayat yang sama dari Ibnu ‘Abbas, Thawus, dan Muqatil bin Hayyan.

Ada juga riwayat dari Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dengan versi yang lain. Ibnu Jarir berkata, telah menceritakan kepada kami Khallad bin Aslam, telah menceritakan kepada kami An-Nadhr bin Syumail, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Ishaq, aku mendengar ‘Abdullah bin Nahik, aku mendengar ‘Ali berkata, “Ada seorang rahib (pendeta) yang dikenal rajin ibadah, sudah berlangsung selama 60 tahun.

Setan ingin menggoda dan menjauhkannya (dari ibadah). Setan lantas pergi kepada seorang wanita dan membuat wanita itu menjadi gila. Wanita tersebut memiliki beberapa saudara. Setan berkata kepada saudara-saudaranya, “Coba kalian bawa saudara perempuan kalian kepada pendeta ini, di mana ia bisa mengobati saudara perempuan kalian.”

Lantas mereka membawa saudara perempuan mereka kepada rahib, kemudian diobatilah oleh rahib. Wanita itu terus berada dalam proses pengobatan dan berada di sisi rahib. Suatu saat, rahib tersebut berada di sisi wanita tadi. Lantas ketika itu ia tertarik dengannya, kemudian ia mendatangi dan menghamilinya. Kemudian tak berpikir lama, rahib tersebut membunuhnya.

Saudara-saudara dari wanita tersebut pun datang. Setan lantas berkata pada rahib tersebut, “Aku ini temanmu, aku bisa membantumu, aku bisa melakukan sesuatu untukmu, namun taatlah padaku, aku akan lepaskan engkau dari masalahmu. Cukup engkau sujud kepadaku dengan sekali sujud.” Rahib tadi pun akhirnya sujud kepada setan. Setelah itu setan pun berkata, “Aku berpaling darimu. Aku sendiri sangat takut kepada Allah Rabbul ‘Alamin.” Itulah yang disebutkan dalam ayat,

 

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ, فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا ۚوَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

 

“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam”.  Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.”(QS. Al-Hasyr: 16-17).LihatAl-Bidayah wa An-Nihayah. Cetakan Tahun 1436 H. Al-Hafizh Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasyi Ad-Dimasyqi. 3:44-46.

 

Pelajaran dari Kisah

Pertama: Jangan ikuti langkah setan

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (169)

 

Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)

 

Kedua: Setan adalah musuh manusia sehingga tidak boleh dijadikan teman, tidak boleh diikuti.

Allah Ta’ala berfirman,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.” (QS. Al-Maidah: 51)

Dalam ayat lain disebutkan pula,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang.” (QS. Al-Mumtahanah: 1)

Berarti dari sini, kita diperintahkan untuk mencari teman yang baik, bukan teman yang buruk yang menjadi temannya setan.

 

Ketiga: Setan mengajak pada dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar.

Yang dimaksud dengan as-suu’ dalam surah Al-Baqarah 168-169 adalah amalan kejelekan di bawah al-fahsya’. Adapun al-fahsya’ adalah dosa-dosa besar yang dianggap jelek oleh akal dan syari’at. Berarti as-suu’ adalah dosa kecil, sedangkan al-fahsya’ adalah dosa besar.

Kalau dalam diri kita ada niatan untuk melakukan dosa kecil maupun dosa besar, maka ketahuilah, itu adalah jalan setan. Maka mintalah pada Allah perlindungan dari maksiat atau dosa tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

 

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.” (QS. Al-A’raf: 200)

 

Keempat: Setan sudah bersumpah akan menyesatkan manusia dari berbagai macam arah.

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْۖوَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 16-17)

 

Kelima: Ada enam langkah setan dalam menyesatkan manusia.

Langkah pertama: Diajak pada kekafiran, kesyirikan, serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya

Inilah langkah pertama yang ditempuh oleh setan, barulah ketika itu ia beristirahat dari rasa capeknya. Setan akan terus menggoda manusia agar bisa terjerumus dalam dosa pertama ini. Jika telah berhasil, pasukan dan bala tentara iblis akan diangkat posisinya menjadi pengganti iblis.

Langkah kedua: Diajak pada perbuatan bidah

Jika langkah pertama tidak berhasil, manusia diajak pada perbuatan bidah. Perbuatan ini lebih disukai oleh iblis daripada dosa besar atau pun maksiat lainnya. Karena bahaya bidah itu:

(1) membahayakan agama seseorang,

(2) membahayakan orang lain karena yang lainnya akan ikut-ikutan berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunan,

(3) orang yang berbuat bidah akan sulit sadar untuk taubat karena ia merasa amalannya selalu benar,

(4) bidah itu menyelisihi ajaran Rasul,

(5) bidah juga mengajak untuk menyelisihi ajaran Rasul, hingga seseorang bisa terjerumus dalam kekafiran dan kesyirikan.

Setan yang menggoda seperti ini pun akan diangkat sebagai pembantu iblis jika telah berhasil menyesatkan manusia dalam hal ini.

Langkah ketiga: Diajak pada dosa besar (al-kabair)

Kalau langkah kedua tidak berhasil, setan akan mengajak manusia untuk melakukan dosa besar dengan berbagai macam bentuknya. Lebih-lebih jika pelaku dosa besar adalah seorang alim (berilmu) dan diikuti orang banyak. Setan lebih semangat lagi menyesatkan alim semacam itu supaya membuat manusia menjauh darinya. Maksiat semacam itu pun akan mudah tersebar. Bahkan akan dirasa pula bahwa maksiat itu malah mendekatkan diri kepada Allah.

Yang berhasil menyesatkan manusia dalam hal ini, dialah yang nanti akan menjadi pengganti iblis, tanpa ia sangka. Dosa besar lainnya yang dilakukan oleh orang lain masih lebih ringan dibanding dosa besar yang dilakukan oleh seorang alim. Jika bukan seorang alim beristigfar kepada Allah dan bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya, bahkan kejelekan yang ia perbuat akan diganti dengan kebaikan. Adapun dosa besar yang diperbuat seorang alim, maka kezaliman itu berlaku juga pada orang beriman lainnya, aurat dan kejelekannya akan terus dibuka. Ingatlah bahwa Allah dapat melihat apa yang ada dalam setiap jiwa.

Langkah keempat: Diajak dalam dosa kecil (ash-shaghair)

Jika setan gagal menjerumuskan dalam dosa besar, setan akan mengajak pada dosa kecil. Dosa kecil ini juga berbahaya.

Dalam hadits disebutkan, “Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil. (Karena perumpamaan hal tersebut adalah) seperti satu kaum yang singgah di satu lembah…” (HR. Ahmad, 5:331, no. 22860. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Maksudnya adalah setiap orang dari kaum tersebut datang dengan kayu bakar hingga apinya pun menyala dan bertambah besar. Maka dosa kecil jangan dianggap remeh. Bisa jadi pelaku dosa besar yang penuh rasa takut lebih baik keadaannya dari pelaku dosa kecil (yang menganggap remeh dosa).

Langkah kelima: Disibukkan dengan perkara mubah (yang sifatnya boleh, tidak ada pahala dan tidak ada sanksi di dalamnya)

Karena sibuk dengan yang mubah mengakibatkan luput dari pahala. Jika setan tidak berhasil menggoda dalam tingkatan kelima ini, maka seorang hamba akan benar-benar tamak pada waktunya. Ia akan tahu bagaimanakah berharganya waktu. Ia pun tahu ada nikmat dan ada akibat jelek jika tidak menjaganya dengan baik.

Jika tidak mampu dalam langkah kelima, maka setan beralih pada langkah yang keenam.

Langkah keenam: Disibukkan dalam amalan yang kurang afdal, padahal ada amalan yang lebih afdal

Setan akan menggoda manusia supaya ia luput dari pahala amalan yang lebih utama dan ia terus tersibukkan dengan yang kurang afdal. Ia akan luput dari hal yang utama dan luput dari amalan yang utama. Setan akan mendorong untuk melakukan amalan yang kurang afdal, akhirnya ia menganggapnya itulah yang baik.

Langkah setan yang keenam ini jarang yang mau memperhatikannya. Karena kita ketika terdorong melakukan suatu kebaikan, maka pasti menganggapnya itu baik dan dianggap sebagai suatu qurbah (pendekatan diri kepada Allah). Hampir-hampir kita mengatakan bahwa hal semacam ini tidak mungkin didorong oleh setan karena setan tidak mungkin mengajak kepada kebaikan. Akhirnya kita menganggapnya pun baik dan menganggap bahwa ini semua didorong oleh Allah.

Kita bisa jadi tidak mengetahui kalau setan itu bisa mengajak pada 70 pintu kebaikan. Dari pintu-pintu tersebut ada satu pintu yang diarahkan pada kejelekan. Dan bisa pula kita dilalaikan dari kebaikan yang lebih besar dari 70 pintu tersebut, yaitu ada yang lebih utama dan ada yang lebih afdal. Yang mengenal hal ini hanyalah yang mendapatkan cahaya petunjuk dari Allah sehingga bisa mengenal bagaimanakah cara mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, juga bisa mengenal bagaimanakah tingkatan-tingkatan beramal secara prioritas.

Jika seorang hamba tidak mampu menjaga diri dari enam hal di atas, maka pasukan setan dari kalangan manusia dan jin akan mengganggunya dengan berusaha membuatnya kafir, sesat, dan terjerumus dalam bidah. Waspadalah!

Pembahasan di atas disarikan dari Badai’ Al-Fawaid karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, 2:799-802.

 

Keenam: Berobat dengan lawan jenis hanya ketika darurat.

Tetap didahulukan yang melakukan pengobatan pada pria adalah dari kalangan pria, begitu pula wanita dengan sesama wanita. Ketika aurat wanita dibuka, maka yang pertama didahulukan adalah dokter wanita muslimah, lalu dokter wanita kafir, lalu dokter pria muslim, kemudian dokter pria kafir. Jika cukup yang memeriksa adalah dokter wanita umum, maka jangalah membuka aurat pada dokter pria spesialis. Jika dibutuhkan dokter spesialis wanita lalu tidak didapati, maka boleh membuka aurat pada dokter spesialis pria.

Lihat penjelasan Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 5693.

 

Ketujuh: Kita jangan merasa percaya diri dengan ibadah kita yang banyak, apalagi jika jauh dari ilmu.

 

Kedelapan: Ahli ibadah dapat ditaklukkan dengan wanita.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

 

Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096 dan Muslim, no. 2740)

Berdasarkan hadits di atas, Ibnu Hajar mengatakan bahwa wanita adalah godaan terbesar bagi para pria dibanding lainnya. (Fath Al-Bari, 9:138). Hal ini dikuatkan oleh firman Allah Ta’ala,

 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ

 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita.” (QS. Ali Imran: 14)

 

Kesembilan: Berdoalah kepada Allah agar tidak terjerumus dalam zina.

Contoh yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamuntuk meminta perlindungan pada Allah agar tidak terjerumus dalam zina atau perselingkuhan.

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

 

“ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN SYARRI SAM’II, WA MIN SYARRI BASHARII, WA MIN SYARRI LISANII, WA MIN SYARRI QALBII, WA MIN SYARRI MANIYYI”

(artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, dari kejelekan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelekan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Semoga Allah beri taufik dan hidayah.

Referensi:

  1. Ahkam Al-Qur’an Al-Karim. Cetakan pertama, tahun 1428 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madar Al-Wathan.
  2. Al-Bidayah wa An-Nihayah. Cetakan Tahun 1436 H. Al-Hafizh Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasyi Ad-Dimasyqi.
  3. Badai’ Al-Fawaid. Cetakan ketiga, Tahun 1433 H. Ibnul Qayyim. Penerbit Dar ‘Alam Al-Fawaid.
  4. Fatawa AlIslam Sual wa Jawab. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid.

Satu Keluarga Mualaf di Masjid Cheng Ho Jakabaring

Satu keluarga masuk islam mulai ayah, ibu dan anaknya mengucapkan syahadat bersama di masjid Cheng Ho Jakabaring Palembang.

ateng-mengucap-dua-kalimat-syahadat
Ateng alias Suyono seorang ayah, bersama Ong Mei Lu istrinya serta lois Fernando, sang anak secara bergantian mengucap dua kalimat syahadat.

Dimulai dari Lois, dilanjutkan Suyono lalu Ong Mei Lu yang secara bergilir mengucap dua kalimat syahadat.

Suasana pengucapan dua kalimat syahadat berjalan dengan khidmat.
Proses pembacaan dua kalimat syahadat dipimpin oleh H Ahmad Affandi sebagai ketua pembina iman tauhid Islam (PITI) Sumatera Selatan.

Sebelumnya, Hermanto Wijaya, pengusaha terkenal dari Palembang, juga resmi memeluk Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Jumat sore (3/5) di Masjid Citra Grand City.

Herman Deru, gubernur periode 2003-2008, Syahrial Oesman, walikota Kemas H. Halim, kepala MUI Sumatera Selatan Aflatun Muchtar, Ustad Sodikun dan yang lainnya menghadiri upacara sakral tersebut.

“Saya tidak banyak bicara, hidayahlah yang memangil untuk masuk Islam dan ini sudah pangilan hati. Terasa hati lebih sejuk dan tenang,” ujar Hermanto, pemilik toko elektronik Jaya Raya di kawasan 16 Ilir.

Pria kelahiran Palembang 7 February 1956 ini menceritakan, masa kecil rumahnya dekat dengan masjid, dan sekarang rumahnya berada di depan masjid. Kesehariannya juga banyak berinteraksi dengan Muslim. Hal tersebut mempengaruhi jiwanya untuk masuk Islam.

“Prosesnya butuh dua tahun untuk masuk agama Islam. Terlebih saya sudah mengalami tiga fase hidup enak, lalu tahun 1998 krisis moneter, dan ketiga kebakaran toko,” katanya.

Menurutnya, banyak teman Muslim yang membantunya saat kebakaran. Perjalanan hidup ini membutuhkan proses yang menjelaskan keluarga dan etnisitas keputusan yang diambil.

“Keluarga semua menerima, hanya jika ingin keluarga semua Islam butuh proses dan waktu,” katanya.
Setelah resmi memeluk Islam, Hermanto Wijaya pertama kali mulai salat Ashar berjamaah di Masjid Raya Citra Grand City.
Proses wudhu dan shalat diajarkan oleh ustadz. “Saya sangat senang bisa salat di sini,” katanya.

“Ini hanya proses pembelajaran, squat kami juga ada di sana, tetapi squat belum sampai ke bawah, dan jika pembacaan ulama perlu dipandu ustad, bisa privat belajar bertahap,” katanya.

Momentum mualaf berdekatan bulan Ramadan, Hermanto mengatakan akan belajar berpuasa.

“Saya akan puasa, tapi kayaknya belum bisa full karena proses pembelajaran, Dan tentu saya akan naik Haji namun bertahap,” katanya. Ia juga menyatakan bahwa sudah sunat 30 tahun lalu saat muda.

Gubernur Herman Deru memberi Hermanto Wijaya syal favoritnya. “Saya sering memakai syal saat jadi bupati,” kata HD.

HD mengaku terkagum saat Hermanto Wijaya ingin masuk Islam. Dia bahkan memuji keseharian Hermanto Wijaya, yang sejak dulu berperilaku layaknya seorang Muslim.

“Saya bertemu dengan pak Hermanto, sejak tahun 1996. Waktu itu saya bertanya kepada beliau mengapa tidak masuk Islam. Karena perilaku waktu itu sudah sangat muslim,” kata HD saat berpidato.

Dia menambahkan: Terima kasih telah bergabung dengan agama Islam. Bahkan HD mengingatkan mereka semua untuk rajin beribadah. Karena mereka yang lahir sudah Islam terkadang malu pada mualaf lebih rajin beribadah.

“Saya rasa cukup, Ini saya serahkan sertifikat sah dari negara, bahwa bapak Hermanto Wijaya sekarang memeluk agama Islam.” ungkapnya.

Sebagai gubernur, ia menghadiri prosesi resmi, di mana dua kalimat syahadat dibacakan. Menurutnya, ada saksi yang paling penting kecuali masyarakat. Adalah Allah SWT, menyaksikan acara khusus ini.

“Semoga om Hermanto menjadi muslim taat, juga menyukai habluminannas dan juga tetap menjalankan habluminAllah dengan baik,” ungkapnya

Tak hanya gubernur, turut pula hadir selebgram Palembang, Amir Meletek Dewek dan Cek Maria. Ratusan masyarakat juga terlihat antusias ingin menjadi saksi dari momen bersejarah bagi Hermanto Wijaya.

Sehabis salat Jumat, masyarakat tidak langsung pergi dari masjid namun memilih untuk duduk dan menunggu proses pengucapan dua kalimat syahadat dimulai.
Di sela proses pembacaan dua kalimat syahadat, Hermanto sempat ditanya apakah masuk Islam karena ada paksaan ?

“Tidak ada, saya masuk Islam tanpa paksaan. Melainkan murni dari dalam hati saya,” tegasnya.

Kisah Gadis Katolik Membeli Pizza untuk Rider Ojol Buka Puasa 

Aksi perempuan katolik yang memberi makan buka puasa pada pengemudi ojek online telah menarik perhatian. Kisah viral di media sosial ini dipuji di tengah sejumlah kasus intoleransi.

gadis dermawan

Kisah viral ini telah dibagikan di media sosial di Facebook lebih dari 20.000 kali. Unggahan menunjukkan percakapan pelanggan bernama Agnes Claudia, yang memesan pizza melalui aplikasi ojek online.

Ternyata Agnes memberikan pizza kepada pengemudi ojek online untuk berbuka puasa. Saat abang ojek mengucapkan terima kasih dan selamat berbuka, Agnes meluruskan bahwa dia seorang Katolik.

Berbagi dengan sesama, sudah tertanam dalam jiwa Agnes. Perempuan yang tinggal di Jakarta Barat ini mengatakan, ayahnya terus mengajari nya untuk berbagi.

Bahkan ketika Agnes membuka usaha sampingan jasa titipan (jastip) luar negeri, dia berjanji menyisihkan sebagian profitnya untuk amal. Ini adalah ungkapan syukurnya kepada Tuhan.

“Karena saya percaya, bahwa setiap order yang masuk itu ada campur tangan oleh Tuhan. Ada aja order yang masuk, ada aja rejeki luar biasa seperti itu,” katanya.

Memberi Diam-Diam tapi Jadi Viral

Niat berbagi itu terus disimpannya. Hingga Selasa (7/5) sore kemarin, ketika pulang kerja dari Cikupa, Tangerang, ke Jakarta Barat, dia melihat banyak ojek di jalanan. Sekejap, ia punya ide untuk memberikan pizza kepada pengemudi ojek, Erik Rinaldo.

“Saya pikir kalau dia bawa makanan, buat orang rumah, buat keluarganya makan kan bisa jadi berkah buat keluarga dia. Jadi , ‘mau ah kayak gini,’ coba iseng,” ujar perempuan yang menjalankan bisnis keluarga di industri kawat ini.

gadis baik

Selalu diajarkan beramal sang ayah, Agnes Claudia (ketiga dari kiri) rutin mendukung kegiatan sosial. Dalam foto ini, Agnes berpartisipasi kegiatan di Sekolah Kami, sekolah bagi kaum dhuafa di Bekasi, saat Natal 2018.

Pemberiannya secara rahasia. Tapi malam itu, tanpa sepengetahuannya, kisah Agnes sudah diunggah ke Facebook dan jadi ramai.

“Lho, saya terkejut banget. Lho, saya kan nggak berbicara ke siapa pun. Nggak ada yang tahu satupun karena kan niatan saya mau lakukan secara rahasia,” kisahnya.

Di dunia maya, tak sedikit yang memuji Agnes. Di Facebook, akun Santi Kuswoyo menyebut pemberi pizza ‘berhati mulia’ sementara akun Maia Jordy mengatakan ‘indahnya perbedaan’.

Kisah Agnes Jadi Inspirasi Toleransi

Kisah pizza Agnes muncul di tengah berbagai kasus intoleransi sejak awal 2019. Di Bekasi, kelompok warga menolak rencana pembangunan candi. Sementara pada April, sejumlah perusakan simbol salib di pemakaman Bethesda, Yogyakarta, disusul penolakan seorang Katolik tinggal di Bantul.

Setara Institute mencatat bahwa 2.240 kasus pelanggaran beragama  dalam 11 tahun terakhir.

Namun masih banyak orang yang menjunjung kerukunan antaragama. Terbukti dengan Agnes telah menerima banyak pesan dukungan di media sosial.

Perempuan jemaat gereja St Fransiskus Assisi, Jakarta Barat, mengatakan ‘kaget dan tersentuh’ aksi kecilnya bisa jadi inspirasi.

“Kami do good, be good, tanpa melihat background dia siapa. Tentu akan lebih indah jika kita benar-benar hidup berdampingan. Saling toleransi sesama, menghargai agama lain,” katanya.

Melalui aksinya, Agnes berharap warga Indonesia yang beragam etnis dan agama bisa bersatu, sebagaimana semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’.

“Jadi pengennya tuh kami semua dari berbagai agama, ras, dan suku jadi damai, rukun, nggak gampang dikit-dikit kesenggol soal isu SARA dll,” kata Agnes mengungkap harapannya.

Kisah Hijrah Yuki ‘Pas Band’ Membuatnya Kecanduan

yuki pas band hijrah

Yuki ‘Pas Band’ menghabiskan lebih dari setengah hidupnya dalam band. Namun sekarang ia telah berhijrah dan menemukan titik balik dalam hidupnya.

Kecelakaan mobil yang pernah menimpanya jadi peringatan besar. Yuki sekarang ingin menghabiskan sisa hidupnya fokus dalam agama.

“Memang manusia ini harus dipaksa, manusia ini kann terlalu bebal, sombong yang merupakan sifat mannusia. Sombong bikin solusi sendiri, dikasih otak itu dipikir untuk ngotot menyelesaikan masalah sehingga kita lupa ada Allah Yang Punya Kuasa,” ungkapnya saat ditemui di perilisan Album Indonesia Menghafal Al Qur’an, Bintaro Pesanggrahan, Tanggerang Selatan, Sabtu (11/5/2019).

Keselamatan dan hidayah tidak bisa kita dapatkan karena manusia terlalu bebal. Padahal, menurutnya semua penyelesaian itu ada di tangan Allah.

Ia mengaku bahwa sudah berada di luar jalur ketetapan Allah. Perasaan itu pun begitu signifikan hingga membuatnya tersadar dan mengubah diri.

“Jika kita merasa kotor, Yang Maha Suci akan memperlihatkan kesuciannya. Jika kita merasa tak berdaya, maka Yang Maha Agung ini akan menunjukkan keagungannya,” tutur Yuki.

Hal itu yang membuatnya kecanduan. Perasaan yang juga membuatnya takut.

“Jadi kecanduan petunjuk Allah, jadi kecanduan akan fasilitas-Nya yang diberikan kepada saya dalam hidup, dan ketakutan bahwa Allah tak akan memberikan yang saya butuhkan dalam hidup ini, akan membuat saya pusing, dan stres. Itu saya sangat takut,” katanya.

Yuki ‘Pas Band’ hidup 80% untuk agama

Yuki ‘Pas Band’ jarang terlihat di panggung kini lebih dekat dengan Tuhan. Bahkan, dia mengatakan persentasenya bisa 80%.

Meski begitu, Yuki mengaku masih tampil dengan Pas Band. Dia juga menyebutkan menerima paling banyak dua kali panggung sebulan.

Panggung dihitung sesuai pekerjaan, satu panggung bisa dua hari, saya hanya  memiliki empat hari dengan Pas Band, 26 hari sisanya khusus untuk agama, “kata Yuki ketika berpartisipasi dalam rilisan album Indonesia Menghafal Al-Quran.

Teman satu bandnya mengerti karena tiap personel memiliki kegiatan masing-masing. Sehingga ia bisa fokus pada agama.

“Teman-teman saya masih punya pekerjaan, jadi karena teman-teman punya pekerjaan, saya menghabiskan waktu di agama jadi saya tidak ingin ditusuk, ditikam dari belakang,” tambahnya.

 

Melihat ke belakang, Yuki pertama kali melintasi jamaah Tabligh. Saat itu, ia menghabiskan tiga hari hingga hatinya tersentuh. Meski berhijrah, Yuki juga mengatakan dia tidak meninggalkan dunia.

 

“Sejujurnya saya jatuh cinta pada Allah dan agama . Saya masuk tiga harian dalam jamaah tabligh masjid, lalu saya jatuh cinta hingga berniat dalam hati menyisakan sisa hidup saya untuk agama bukan urusan yang lain. Urusan yang lain tetap tapi nomor 4-10, pertama keduanya hanya Allah dan Rasullulah,” jelasnya .

 

Bahkan, niat Yuki pada 2008 adalah untuk berhijrah. Puncaknya saat mengalami kecelakaan.

 

“2008 saya belajar agama, merasa hidup saya bukan ini yang dikejar. Cari dunia, cari tabungan, cari ketenaran, tidak seperti itu. Saya pikir saya salah. Batin sudah terganggu kayaknya salah. Tapi setelah saya kecelakaan baru, semua berubah,” jelasnya.

Humor Gus Dur: Akal Orang Madura

abdurrahman wahid
Humor Gus Dur ini lucu sekali

Lagi-lagi tentang orang Madura yang menurut Gus Dur tidak pernah mati akalnya. Ada saja untuk berkelit, sekalipun terlihat konyol.

Suatu hari, ada seorang laki-laki asal Madura mau pergi ke Jakarta. Dia naik bus jurusan Jakarta. Setelah seharian berada di atas bus, laki-laki asal Madura itu kebelet kencing.

Karena sudah tidak tahan, akhirnya dia meminta sopir untuk berhenti sebentar dengan alasan sudah tidak tahan lagi. Awalnya, si sopir keberatan, tetapi entah kenapa akhirnya bus itu berhenti juga.

Laki-laki itu keluar, kemudian kencing dekat bus. Sang kondektur geram bin marah, dan berkata, ” Hei Madura! Kalo kencing yang jauh sana!”.

“Dari Madura sampai sini, masih kurang jauh, Pak?” jawab si Madura.