Tidur Sebelum Jam 22.30, Sperma Suami Lebih Banyak dan Sehat

Tidur Sebelum Jam 22.30, Sperma Suami Lebih Banyak dan Sehat
Tidur Terlalu Malam Ganggu Kesuburan Pria. (Foto: Pixabay)
Kekurangan tidur membuat pria mengalami tekanan fisik dan psikologis, yang mengakibatkan masalah kesuburan.

Semua pasangan suami istri pasti mengharapkan bisa memiliki anak yang sehat dan lucu. Sayangnya, ada kalanya harapan hanya tinggal harapan karena suami mengalami masalah kesuburan.

Masalah kesuburan pria memang jarang terdengar. Sebab masyarakat umumnya lebih mengenal masalah kesuburan wanita.

Baru-baru ini tim ilmuwan Belanda membuat penemuan untuk masalah kesuburan pria ini.

Dalam penelitian terbaru, pria yang tidur sebelum jam 22.30 punya peluang besar bisa menghasilkan keturunan.

Kelompok pria itu mampu memproduksi sperma secara lebih baik dibandingkan dengan yang tidur lebih malam, apalagi pria yang kerap begadang.

Kehidupan Modern Meningkatkan Ketidaksuburan

Menurut tim ilmuwan di Universitas Aarhus, ketika pria kekurangan tidur, sistem kekebalan tubuhnya terprovokasi untuk bereaksi berlebihan dan menyerang sperma yang sehat.

 Para Pria, Ketahui Kriteria Sperma Sehat dan Berkualitas

Selain itu, kekurangan tidur juga membuat pria mengalami tekanan fisik dan psikologis, yang mengakibatkan masalah kesuburan.

Tim ilmuwan mengatakan bahwa masalah kesuburan pada pria ini meningkat secara signifikan, terutama di zaman modern seperti saat ini.

Di era digital ini, kaum pria seringkali begadang untuk menonton acara televisi hingga larut malam.

Akibatnya, mereka menjadi kekurangan tidur yang bisa menyebabkan masalah kesuburan.

Meneliti 104 Pria Selama 2 Tahun

Tim ilmuwan meneliti 104 pria dengan usia rata-rata 34 selama dua tahun. Pola tidur para pria ini dipantau dan dibadingkan dengan hasil analisis sperma mereka.

 Wahai Para Pria, Ini Kebiasaan yang Merusak Kualitas Sperma

Hasil penelitian memperlihatkan penemuan yang cukup mengejutkan. Ada perbedaan yang cukup signifikan.

Pria yang tidur sebelum jam 22.30, spermanya 2,75 kali lebih sehat dari mereka yang tidur antara jam 22.30 hingga 23.30.

Tim ilmuwan mengatakan, selama ini masalah kesuburan masih dianggap enteng. Hal ini berdampak pada masalah kualitas sperma yang makin menurun.

” Alasannya mungkin karena masalah psikologis. Karena pria yang kekurangan tidur menderita lebih banyak stres sehingga berdampak pada kesuburan,” kata Profesor Hans Jacob Ingerslev, salah satu anggota tim peneliti.

Lebih jauh lagi, tim ilmuwan juga meneliti durasi tidur para partisipan dibadingkan dengan kesehatan sperma mereka.

 Stress Mempengaruhi Kualitas Tidur?

Tim ilmuwan menemukan bahwa durasi tidur yang ideal untuk memproduksi sperma yang sehat dan banyak adalah tujuh setengah hingga delapan jam.

Pria dari kelompok ini mampu menghasilkan sperma yang enam kali lebih sehat daripada mereka yang durasi tidurnya kurang.

Namun penelitian tidak menemukan adanya hubungan antara kesehatan sperma pria dan durasi tidur yang berlangsung selama delapan jam atau lebih.

” Jika Anda kekurangan tidur, akan berdampak pada sistem metabolisme. Terganggunya sistem metabolisme ini yang memberikan dampak negatif terhadap kualitas sperma,” jelas Dr Christopher Barratt, profesor pengobatan reproduksi di University of Dundee.

Mengoreksi Penelitian Sebelumnya

Penelitian ini membetulkan penelitian sebelumnya dari Imperial College London. Penelitian tersebut mengatakan sperma dari pria tidak subur sama sehatnya dengan pria subur saat masih dalam testis.

 Penting Dilakukan Saat Jalani Perawatan Kesuburan

Namun, ketika bergerak melalui serangkaian saluran dan meninggalkan tubuh, sperma menjadi rusak. Hal ini membuat para ilmuwan percaya bahwa sesuatu yang bersifat racun terjadi ketika sperma keluar.

Penemuan ini menciptakan harapan baru bagi pria yang bermasalah dengan kesuburan meskipun sudah berusaha dengan bantuan program bayi tabung atau pembuahan in vitro (IVF).

Penelitian ini telah disampaikan di konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology di Vienna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *